Rutin Berterima Kasih pada Pasangan Menjaga Hubungan Tetap Harmonis: Hasil Penelitian Terbaru dari University of Illinois

Galuh Prakasa
Minggu 08 Oktober 2023, 20:31 WIB
Rasa terima kasih dapat meningkatkan kualitas hubungan romantis Anda. Studi terbaru dari University of Illinois. (Sumber : Pexels/Bethany Ferr)

Rasa terima kasih dapat meningkatkan kualitas hubungan romantis Anda. Studi terbaru dari University of Illinois. (Sumber : Pexels/Bethany Ferr)

INFOSEMARANG.COM -- Studi terbaru dari University of Illinois Urbana-Champaign menunjukkan bahwa dalam hubungan romantis jangka panjang, kita seringkali menganggap pasangan kita sebagai hal yang biasa dan lupa untuk menunjukkan rasa terima kasih.

Namun, studi ini menemukan bahwa hal ini dapat berubah.

Studi ini bertujuan untuk memahami mengapa rasa terima kasih dalam hubungan suami-istri atau pasangan romantis dapat berubah seiring waktu dan apakah hal ini dapat ditingkatkan melalui program intervensi hubungan.

Baca Juga: Deep Sleep dan Manfaatnya bagi Jantung: Temuan Terbaru dari Penelitian Zurich

Dilansir dari Science Daily, Profesor asisten Allen Barton dari Departemen Pengembangan Manusia dan Studi Keluarga, yang merupakan bagian dari College of Agricultural, Consumer and Environmental Sciences (ACES) di University of Illinois, menjelaskan:

"Rasa terima kasih dalam hubungan adalah hal penting. Ini bukan hanya tentang menghargai pasanganmu, tapi juga tentang merasa dihargai oleh pasanganmu. Ini adalah pertukaran yang berlangsung di antara kamu dan pasanganmu."

Studi ini melibatkan 615 pasangan berpenghasilan rendah yang mendaftar dalam program intervensi hubungan online. Mereka dibagi menjadi dua kelompok: kelompok perlakuan yang mengikuti program intervensi hubungan online, yaitu OurRelationship dan ePREP, dan kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi.

Hasilnya menunjukkan bahwa pasangan dalam kelompok intervensi melaporkan peningkatan dalam rasa terima kasih terhadap pasangan mereka dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Namun, rasa terima kasih bukanlah fokus utama dari program-program ini.

Baca Juga: Membunuh dengan Bengis! Reza Indragiri Nilai Ronald Tannur Pantas Dijerat Pasal 338

Menariknya, penelitian ini juga menemukan bahwa individu yang merasa kurang dihargai oleh pasangan mereka lebih mungkin adalah perempuan, sudah menikah, memiliki anak-anak, atau lebih tua.

Ini menunjukkan pentingnya tetap menyadari kekuatan mengucapkan "terima kasih" dalam hubunganmu.

Barton menyarankan, "Jika kamu sudah menikah atau dalam hubungan romantis, pastikan untuk secara teratur memberikan pujian yang spesifik dan tulus kepada pasanganmu. Saling bertanya apakah ada area di mana salah satu orang merasa tidak dihargai dan bekerja untuk memperbaikinya juga sangat penting."

Penelitian ini terutama berfokus pada pasangan berpenghasilan rendah, yang sering menghadapi tekanan finansial yang dapat memengaruhi hubungan mereka.

Namun, temuan ini dapat relevan untuk semua pasangan yang ingin menjaga hubungan yang sehat dan harmonis.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)