Bikin Hubungan Jadi Toxic, Kenali Tanda-tanda Stonewalling yang Jarang Diketahui

Arendya Nariswari
Senin 09 Oktober 2023, 08:44 WIB
Ilustrasi stonewalling (Sumber : Pexels/Anete Lusina)

Ilustrasi stonewalling (Sumber : Pexels/Anete Lusina)

INFOSEMARANG.COM - Stonewalling adalah perilaku menghindari komunikasi dan menolak untuk membahas topik yang sensitif atau kontroversial. Perilaku ini sering digunakan dalam hubungan romantis, tetapi juga dapat terjadi di antara teman, keluarga, dan rekan kerja.

Namun, tidak semua orang memahami batasan yang tergolong kontroversi dibicarakan bagi seseorang. Alhasil, sikap stonewalling ini terkadang mendadak muncul.

Tak melulu diam, sikap stonewalling seseorang bisa jadi sebagai berikut:

Baca Juga: Hobi Belanja Berlebihan Bisa Jadi Tanda Impulsive Buying, Hati-hati Bikin Keuangan Berantakan!

  • Mendiamkan pasangan saat diajak bicara
  • Menolak menjawab pertanyaan
  • Memalingkan wajah saat diajak bicara
  • Berjalan pergi saat diajak bicara
  • Mengubah topik pembicaraan
  • Memberi jawaban singkat atau tidak jelas

Orang yang stonewalling biasanya merasa kewalahan atau tidak nyaman dengan topik yang dibicarakan. Mereka mungkin juga merasa tidak mampu untuk mengekspresikan diri mereka secara efektif atau takut akan konfrontasi.

Stonewalling dapat memiliki dampak negatif yang signifikan pada hubungan. Hal ini dapat membuat pasangan merasa tidak dicintai, tidak dihargai, dan tidak didengarkan. Stonewalling juga dapat menyebabkan perasaan frustrasi, marah, dan kesepian.

Baca Juga: Cara Menghadapi Orang dengan Kepribadian Narsistik yang Hobi Memanipulasi

Cara menghadapi stonewalling yang dilakukan pasangan

  1. Tetap tenang. Ketika pasangan Anda stonewalling, jangan balas dendam dengan melakukan hal yang sama. Cobalah untuk tetap tenang dan menghindari mengatakan atau melakukan sesuatu yang akan membuat situasi menjadi lebih buruk.
  2. Beri mereka waktu dan ruang. Jika pasangan Anda meminta waktu istirahat, beri mereka. Cobalah untuk tidak mendesak mereka atau membuat mereka merasa tertekan.
  3. Coba bicarakan lagi nanti. Setelah pasangan Anda tenang, coba bicarakan lagi topik yang tadi dibicarakan. Jelaskan bagaimana perasaan Anda ketika mereka stonewalling Anda dan mengapa hal itu penting bagi Anda.
  4. Cari dukungan. Jika Anda merasa tidak mampu untuk mengatasi stonewalling pasangan Anda sendiri, bicarakan dengan teman, keluarga, atau terapis.

Baca Juga: Waduh! Rentang Usia 24 Tahun Habiskan 6 Jam untuk Online, Ketahui Tingkat Kecanduanmu Berdasarkan Skala Terbaru

Ingatlah bahwa stonewalling adalah masalah umum yang dapat diatasi. Jika Anda dan pasangan Anda bersedia untuk bekerja sama, Anda dapat belajar untuk berkomunikasi secara lebih efektif dan membangun hubungan yang lebih kuat.

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum04 September 2026, 09:44 WIB

Dika Akui Menipu dan Gelapkan Uang Pensiunan: Tiga Saksi Beberkan Kejahatan Terdakwa di PN Purwokerto

Dalam sidang di PN Purwokerto, Nurma Handika Sari alias Dika, mengakui seluruh kesalahan yang didakwakan pada dirinya.
 (Sumber: )
Umum24 Agustus 2026, 15:20 WIB

Dukung Aksi AMPB di DPR RI, Riyanta GJL Sebut RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Jalan Lurus (GJL) mendukung rencana aksi pencapaian pendapat oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI, Kamis 27 Agustus 2026.
Ketum GJL Riyanta beri keterangan di Kawasan Kota Lama Semarang, Ahad, 23 Agustus 2026. (Sumber: )
Semarang Raya24 Agustus 2026, 11:34 WIB

RPK-RI Pastikan Pekerjaan Jalan Bringin dan K3 Berjalan Sesuai Ketentuan

Proyek peningkatan Jalan Batas Kota Salatiga–Kedungjati/Batas Kabupaten Grobogan di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendapat pemantauan dari LSM RPK-RI.
 (Sumber: )
Umum20 Agustus 2026, 10:52 WIB

OJK Purwokerto Ingatkan Bahaya Investasi Ilegal Berkedok Keuntungan Tinggi

Praktisi hukum Saleh Darmawan mengatakan, korban investasi ilegal masih memiliki peluang untuk mengupayakan pemulihan kerugian melalui proses hukum.
Forum diskusi tentang investasi bodong yang digelar di Purwokerto, belum lama ini.
 (Sumber: )
Bisnis19 Agustus 2026, 12:48 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, 156 Broker Properti Jateng Jalani Sertifikasi

Arebi Jateng menggelar sertifikasi kompetensi bagi 156 broker properti sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan agen properti.
 (Sumber: )
Umum16 Agustus 2026, 18:36 WIB

Kisah Baby Udon Bikin Penonton Semarang Menangis Tersedu-sedu

Suasana haru mewarnai roadshow film Baby Udon di Citra XXI, Mal Ciputra Semarang, Minggu (16/8/2026). Sejumlah penonton terlihat menangis.
Roadshow Film Baby Udon di Semarang
Gaya Hidup14 Agustus 2026, 17:28 WIB

Kolaborasi ASTON Inn Pandanaran Semarang dan Awak Media Pererat Silaturahmi

Executive Assistant Manager ASTON Inn Pandanaran Semarang, Yuliani Krisharyati mengatakan, semangat kebersamaan semakin terasa melalui berbagai aktivitas interaktif yang dihadirkan dalam rangkaian Media Connect.
Kegiatan Media Connect di lobi hotel tersebut, Kamis, 13 Agustus 2026. (Dok)
Semarang Raya14 Agustus 2026, 17:07 WIB

Media Massa, Kreator Konten, dan khalayak Diharap tak Abai Verifikasi

Dalam forum yang diselenggarakan Jurnalis FC bersama Forum Wartawan Kota (Forwakot) Semarang itu, membahas tema utama terkait persoalan hoaks, konten menyesatkan atau misleading, dan konsekuensi hukum di ruang digital.
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Viral Boleh Hoaks Jangan!” di Kota Semarang, Kamis 13 Agustus 2026. (dok)
Semarang Raya13 Agustus 2026, 21:22 WIB

Erik Agus Susanto Terpilih Aklamasi Pimpin DPP Lindu Aji Periode 2026–2031

Kongres III Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lindu Aji menetapkan Erik Agus Susanto sebagai Ketua Umum DPP Lindu Aji periode 2026–2031.
 (Sumber: )
Bisnis11 Agustus 2026, 08:35 WIB

MAS Arya Dorong Deteksi Dini Kanker bagi Pekerja Industri Garmen

MAS Arya Indonesia melalui program Aloka fokus pada peningkatan kesadaran dan deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen.
MAS Arya Indonesia melalui program Aloka deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen. 
 (Sumber:  | Foto: Dok.)