MAS Arya Dorong Deteksi Dini Kanker bagi Pekerja Industri Garmen

Redaksi
Selasa 11 Agustus 2026, 08:35 WIB
MAS Arya Indonesia melalui program Aloka deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen. 
 (Sumber:  | Foto: Dok.)

MAS Arya Indonesia melalui program Aloka deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen. (Sumber: | Foto: Dok.)

JAKARTA – Kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini penyakit kanker di lingkungan kerja terus didorong, terutama pada sektor industri garmen yang memiliki proporsi pekerja perempuan cukup besar.

MAS Arya Indonesia memperkuat upaya tersebut melalui program Aloka, sebuah inisiatif yang berfokus pada peningkatan kesadaran dan deteksi dini kanker bagi karyawan. Program ini dilakukan melalui edukasi, akses layanan skrining, serta upaya pencegahan.

Di industri garmen Indonesia, kanker payudara dan kanker serviks masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Rendahnya kesadaran, stigma di masyarakat, serta keterbatasan akses terhadap pemeriksaan rutin menjadi sejumlah faktor yang dapat menyebabkan penyakit terlambat terdeteksi.

MAS Arya memperkenalkan program Aloka sejak 2019 untuk membantu karyawan memahami risiko kanker, mengenali tanda-tanda peringatan sejak dini, serta memperoleh dukungan medis secara tepat waktu.

Sejak 2024, pelaksanaan program dilakukan melalui kemitraan dengan Rumah Sakit Charlie Kendal. Kegiatan yang digelar mencakup edukasi kesehatan, praktik pemeriksaan mandiri, akses layanan skrining, serta diskusi interaktif mengenai kesehatan dan kesejahteraan di lingkungan kerja.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat layanan kesehatan preventif lebih mudah diakses sekaligus mendorong karyawan untuk lebih terbuka dalam membicarakan persoalan kesehatan.

Sejak diterapkan, program Aloka telah melibatkan 2.907 karyawan dan jumlah tersebut terus bertambah. Program juga menjangkau karyawan perempuan melalui berbagai kegiatan edukasi, peningkatan kesadaran, dan skrining.

Assistant Manager Human Resources MAS Arya Indonesia, Francisca Vina Oktavia, mengatakan deteksi dini memiliki peran penting dalam penanganan penyakit kanker.

“Deteksi dini dapat memberikan dampak yang sangat berarti terhadap keberhasilan penanganan penyakit. Melalui Aloka, kami ingin karyawan memiliki pengetahuan yang memadai, merasa didukung, serta lebih percaya diri untuk mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan mereka,” ujar Francisca.

Menurut dia, program tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang MAS di berbagai wilayah untuk meningkatkan literasi kesehatan sekaligus mengurangi stigma terkait kanker.

Berbagai program serupa di lingkungan operasional MAS telah dilakukan melalui kegiatan edukasi dan pelibatan komunitas dalam upaya pencegahan penyakit. Langkah tersebut menunjukkan bahwa lingkungan kerja dapat turut berperan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.

Bagi MAS Arya, perhatian terhadap kesehatan karyawan juga berkaitan dengan keberlanjutan organisasi. Karyawan yang mendapat dukungan terhadap kesehatan fisik dan emosional dinilai memiliki ruang yang lebih baik untuk berkontribusi, berkolaborasi, dan berkembang di lingkungan kerja.

Chief Executive Officer MAS Arya Indonesia, Rajitha Kamalchandra, mengatakan kesejahteraan karyawan semakin penting di tengah persaingan industri manufaktur dalam mendapatkan talenta dan memperkuat ketahanan tenaga kerja.

“Seiring dengan semakin ketatnya persaingan di antara perusahaan manufaktur untuk mendapatkan talenta terbaik dan memperkuat ketahanan tenaga kerja, kesejahteraan karyawan menjadi semakin penting bagi keberlanjutan bisnis jangka panjang. Meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan bukan hanya merupakan langkah yang tepat bagi karyawan kami, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang lebih kuat dan tangguh,” ujar Rajitha.

Program Aloka juga menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan global MAS melalui “Plan for Change”. Inisiatif jangka panjang tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk, kehidupan, dan lingkungan melalui sejumlah target yang terukur.

Di Indonesia, program seperti Aloka menjadi salah satu bentuk penerapan komitmen tersebut melalui kegiatan yang secara langsung menyasar pekerja dan keluarga mereka.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Bisnis11 Agustus 2026, 08:35 WIB

MAS Arya Dorong Deteksi Dini Kanker bagi Pekerja Industri Garmen

MAS Arya Indonesia melalui program Aloka fokus pada peningkatan kesadaran dan deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen.
MAS Arya Indonesia melalui program Aloka deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen. 
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum08 Agustus 2026, 09:31 WIB

Film “Dan Bandung” Gelar Gala Premiere di Semarang, Kisah Cinta Anak Muda Siap Tayang

Film “Dan Bandung” menggelar gala premiere di Cinema Citra XXI Mall Ciputra Semarang, Jumat (7/8/2026) malam.
Jumpa pers produser dan pemain 
film “Dan Bandung” di sela-sela gala premiere di Cinema Citra XXI Mall Ciputra Semarang. (Sumber:  | Foto: Sakti)
Pendidikan07 Agustus 2026, 11:43 WIB

1.091 Siswa SD-SMP Ramaikan MrKrisOlim Competition 2026, Ajang Kompetisi Nasional Berbasis Fair Play

Lembaga bimbingan belajar spesialis Olimpiade Sains Nasional (OSN), MrKrisOlim, kembali menggelar MrKrisOlim Competition (MKOC) 2026.
 (Sumber: )
Bisnis03 Agustus 2026, 21:04 WIB

Hadir di Gringsing, LAARYA SKIN Clinic Siap Berikan Layanan Kecantikan Profesional bagi Masyarakat

LAARYA SKIN Clinic yang berlokasi di Jalan Plelen, Kecamatan Gringsing, Batang resmi dibuka dan mulai beroperasi.
Pembukaan LAARYA SKIN Clinic yang berlokasi di Jalan Plelen, Kecamatan Gringsing, Batang.

 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum03 Agustus 2026, 16:23 WIB

Perkara Waris Rumah di Pringgading Semarang, Bukti-bukti Baru Tergugat Dihadirkan

Perkara sidang perdata mengenai harta warisan rumah di Jalan Pringgading Nomor 70, Kelurahan Brumbungan, Kecamatan Semarang Tengah, yang ditinggalkan mendiang pasangan Bintoro Wijaya dan Retna Dewi memasuki babak baru.
Imanuel Alvares, kuasa hukum tergugat memberikan keterangan, di Pengadilan Negeri Semarang, Senin, 3 Agustus 2026. (Foto: Diaz A Abidin) (Sumber: )
Umum30 Juli 2026, 17:28 WIB

Jawa Tengah Diruwat, Imbas 5 Bupati Kena OTT KPK

Masyarakat dari Aliansi Rakyat Jawa Tengah Peduli Anti Korupsi, melakukan ruwatan dan doa bersama di halaman Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Semarang, Kamis, 30 Juli 2026. 
Ruwatan dan doa bersama di halaman Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang.
Umum30 Juli 2026, 16:49 WIB

Eks DPR RI Riyanta Serukan ‘Bersih-bersih’ Indonesia Mulai dari Aparatnya

Anggota DPR RI periode 2021-2024 Riyanta, mengatakan, upaya bersih-bersih Indonesia dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) harus dimulai dari aparat penegak hukum (APH)-nya.
Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Gerakan Jalan Lurus (GJL) Riyanta, di Kawasan Kota Lama Semarang, belum lama ini. (Dok) (Sumber: )
Umum30 Juli 2026, 08:59 WIB

Penyidikan Kasus Investasi Bodong Banyumas Ungkap Dugaan Korban Didorong Ajukan Kredit Bank

Berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan sejumlah pihak, tersangka diduga mendorong sebagian korban untuk terus menambah dana investasi, termasuk dengan mengajukan kredit ke sejumlah bank.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum28 Juli 2026, 16:48 WIB

3 Kali Sidang Perkara Warisan Rumah di Semarang Ditunda, Dinilai tak Adil Bagi Tergugat

Sidang perkara sengketa hak waris atas sebidang rumah di Jalan Pringgading Nomor 70, Kota Semarang, ditunda untuk ketiga kalinya oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang, Senin, 27 Juli 2026.
Kuasa hukum salah satu tergugat, Imanuel Alvares. (Foto: Diaz A Abidin) (Sumber: )
Bisnis24 Juli 2026, 06:20 WIB

Aset Tumbuh Capai Rp186 Triliun, Pegadaian Libatkan Kepolisian untuk Pengamanan

Aset PT Pegadaian (Persero) kian bertumbuh mencapai Rp186 triliun, ditambah outstanding loan sebesar Rp155 triliun pada saat ini. Selain itu masih terdapat aset-aset fisik yang dimiliki.
Penandatangan kerja sama antara PT Pegadaian dan Polri, di Hotel Aruss, Kota Semarang, Kamis, 23 Juli 2026. (Dok) (Sumber: )