Kisah Baby Udon Bikin Penonton Semarang Menangis Tersedu-sedu

Sakti Setiawan
Minggu 16 Agustus 2026, 18:36 WIB
Roadshow Film Baby Udon di Semarang

Roadshow Film Baby Udon di Semarang

SEMARANG — Suasana haru mewarnai roadshow film Baby Udon di Citra XXI, Mal Ciputra Semarang, Minggu (16/8/2026) sore. Sejumlah penonton terlihat menitikkan air mata, bahkan beberapa di antaranya menangis tersedu-sedu setelah mengikuti perjalanan emosional yang disajikan film tersebut.

Isak tangis terdengar di dalam studio ketika sejumlah adegan menyentuh sisi emosional penonton. Cerita tentang keluarga, kasih sayang, kehilangan, dan hubungan antarmanusia membuat penonton larut hingga sulit menahan air mata.

Suasana semakin istimewa dengan kehadiran Denny Sumargo, produser sekaligus pemeran Hajime, Caitlin Halderman yang memerankan Fanny, serta Fanny Kondoh, pemilik kisah asli yang menjadi bagian dari inspirasi film tersebut.

Denny Sumargo bahkan turun langsung menyapa penonton yang masih terbawa suasana setelah film selesai diputar. Ia menghampiri sejumlah penonton yang terlihat menangis.

“Saya justru senang melihat respons seperti ini, karena artinya cerita yang kami bawa sampai kepada penonton. Film itu bukan cuma soal kita membuat sesuatu lalu selesai, tetapi bagaimana cerita tersebut bisa dirasakan dan punya tempat di hati orang yang menonton,” ujar Denny.

Menurut Denny, respons penonton di Semarang terasa semakin spesial karena kota ini memiliki keterkaitan dengan film melalui sejumlah lokasi yang digunakan dalam proses pengambilan gambar.

“Semarang punya tempat khusus dalam perjalanan film ini karena ada beberapa bagian cerita yang kami ambil di sini. Jadi ketika datang ke Semarang dan melihat penontonnya merespons dengan sangat emosional, rasanya ada kebahagiaan tersendiri,” katanya.

Sementara itu, Caitlin Halderman mengaku ikut terbawa suasana ketika melihat penonton menangis saat menyaksikan film. Ia mengatakan karakter Fanny menjadi salah satu peran yang memberikan pengalaman emosional selama proses produksi.

“Sebagai pemain, tentu rasanya campur aduk ketika melihat penonton sampai menangis. Kami selama proses syuting juga berusaha benar-benar masuk ke dalam perasaan karakter, sehingga ketika penonton bisa merasakan hal yang sama, itu menjadi sesuatu yang sangat berarti buat saya,” ujar Caitlin.

Memerankan Fanny juga membuat Caitlin harus memahami sisi emosional karakter secara lebih mendalam.

“Saya berharap Fanny bisa terasa sebagai sosok yang dekat dengan penonton. Bukan karakter yang sempurna, tetapi seseorang yang punya perasaan, punya persoalan, dan berusaha menghadapi semuanya. Kalau penonton kemudian ikut merasakan perjalanan Fanny, buat saya itu sudah menjadi sebuah keberhasilan,” tutur Caitlin.

Kehadiran Fanny Kondoh, pemilik kisah asli, memberikan warna tersendiri dalam roadshow tersebut. Kisah yang sebelumnya menjadi bagian dari kehidupan nyata itu kini hadir dalam bentuk film dan disaksikan oleh banyak orang.

Fanny mengaku perasaannya sulit digambarkan ketika melihat kisah yang dekat dengan kehidupannya diangkat ke layar lebar dan kemudian mampu membuat penonton tersentuh.

“Perasaannya campur aduk. Ada bahagia, haru, dan juga rasa tidak percaya ketika melihat cerita yang begitu dekat dengan kehidupan saya sekarang bisa ditonton banyak orang. Apalagi ketika melihat penonton menangis, saya merasa cerita ini benar-benar sampai kepada mereka,” ujar Fanny.

Menurut Fanny, setiap orang mungkin memiliki pengalaman yang berbeda ketika menonton Baby Udon. Namun, ia berharap pesan tentang keluarga dan hubungan antarmanusia dapat menjadi sesuatu yang dibawa pulang oleh penonton.

“Saya berharap setelah menonton film ini, orang tidak hanya mengingat ceritanya, tetapi juga mengingat orang-orang yang mereka sayangi. Kadang kita baru menyadari betapa berharganya seseorang ketika sudah berada dalam situasi tertentu. Mudah-mudahan film ini bisa membuat kita lebih menghargai keluarga dan orang-orang terdekat,” katanya.

Kedekatan Baby Udon dengan Semarang menjadi daya tarik tambahan bagi penonton lokal. Sejumlah adegan film mengambil lokasi di Kota Semarang sehingga menghadirkan pengalaman berbeda ketika warga menyaksikan tempat-tempat yang mereka kenal muncul di layar lebar.

Usai pemutaran film, suasana haru belum sepenuhnya hilang. Beberapa penonton masih terlihat menyeka air mata ketika para pemain hadir menyapa mereka.

Roadshow Baby Udon di Semarang pun tidak sekadar menjadi agenda pertemuan pemain dengan penonton. Sore itu, bioskop menjadi ruang perjumpaan antara sebuah kisah, orang-orang yang menghidupkannya, dan penonton yang kemudian menemukan emosi mereka sendiri di dalam cerita tersebut.***

Star rating
Rp

Kelebihan

    Kekurangan

      Follow Berita Info Semarang di Google News
      Berita Terkait
      Berita Terkini
      Umum04 September 2026, 09:44 WIB

      Dika Akui Menipu dan Gelapkan Uang Pensiunan: Tiga Saksi Beberkan Kejahatan Terdakwa di PN Purwokerto

      Dalam sidang di PN Purwokerto, Nurma Handika Sari alias Dika, mengakui seluruh kesalahan yang didakwakan pada dirinya.
       (Sumber: )
      Umum24 Agustus 2026, 15:20 WIB

      Dukung Aksi AMPB di DPR RI, Riyanta GJL Sebut RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

      Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Jalan Lurus (GJL) mendukung rencana aksi pencapaian pendapat oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI, Kamis 27 Agustus 2026.
      Ketum GJL Riyanta beri keterangan di Kawasan Kota Lama Semarang, Ahad, 23 Agustus 2026. (Sumber: )
      Semarang Raya24 Agustus 2026, 11:34 WIB

      RPK-RI Pastikan Pekerjaan Jalan Bringin dan K3 Berjalan Sesuai Ketentuan

      Proyek peningkatan Jalan Batas Kota Salatiga–Kedungjati/Batas Kabupaten Grobogan di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendapat pemantauan dari LSM RPK-RI.
       (Sumber: )
      Umum20 Agustus 2026, 10:52 WIB

      OJK Purwokerto Ingatkan Bahaya Investasi Ilegal Berkedok Keuntungan Tinggi

      Praktisi hukum Saleh Darmawan mengatakan, korban investasi ilegal masih memiliki peluang untuk mengupayakan pemulihan kerugian melalui proses hukum.
      Forum diskusi tentang investasi bodong yang digelar di Purwokerto, belum lama ini.
 (Sumber: )
      Bisnis19 Agustus 2026, 12:48 WIB

      Tingkatkan Kualitas Layanan, 156 Broker Properti Jateng Jalani Sertifikasi

      Arebi Jateng menggelar sertifikasi kompetensi bagi 156 broker properti sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan agen properti.
       (Sumber: )
      Umum16 Agustus 2026, 18:36 WIB

      Kisah Baby Udon Bikin Penonton Semarang Menangis Tersedu-sedu

      Suasana haru mewarnai roadshow film Baby Udon di Citra XXI, Mal Ciputra Semarang, Minggu (16/8/2026). Sejumlah penonton terlihat menangis.
      Roadshow Film Baby Udon di Semarang
      Gaya Hidup14 Agustus 2026, 17:28 WIB

      Kolaborasi ASTON Inn Pandanaran Semarang dan Awak Media Pererat Silaturahmi

      Executive Assistant Manager ASTON Inn Pandanaran Semarang, Yuliani Krisharyati mengatakan, semangat kebersamaan semakin terasa melalui berbagai aktivitas interaktif yang dihadirkan dalam rangkaian Media Connect.
      Kegiatan Media Connect di lobi hotel tersebut, Kamis, 13 Agustus 2026. (Dok)
      Semarang Raya14 Agustus 2026, 17:07 WIB

      Media Massa, Kreator Konten, dan khalayak Diharap tak Abai Verifikasi

      Dalam forum yang diselenggarakan Jurnalis FC bersama Forum Wartawan Kota (Forwakot) Semarang itu, membahas tema utama terkait persoalan hoaks, konten menyesatkan atau misleading, dan konsekuensi hukum di ruang digital.
      Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Viral Boleh Hoaks Jangan!” di Kota Semarang, Kamis 13 Agustus 2026. (dok)
      Semarang Raya13 Agustus 2026, 21:22 WIB

      Erik Agus Susanto Terpilih Aklamasi Pimpin DPP Lindu Aji Periode 2026–2031

      Kongres III Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lindu Aji menetapkan Erik Agus Susanto sebagai Ketua Umum DPP Lindu Aji periode 2026–2031.
       (Sumber: )
      Bisnis11 Agustus 2026, 08:35 WIB

      MAS Arya Dorong Deteksi Dini Kanker bagi Pekerja Industri Garmen

      MAS Arya Indonesia melalui program Aloka fokus pada peningkatan kesadaran dan deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen.
      MAS Arya Indonesia melalui program Aloka deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen. 
 (Sumber:  | Foto: Dok.)