Ganjar Pranowo Bantah Minta Materi Roasting Kiky Saputri Dipotong, Ganjar: Roasting Lagi Dong

Jeanne Pita W
Sabtu 28 Oktober 2023, 20:23 WIB
Ganjar Pranowo Bantah Minta Materi Roasting Kiky Saputri Dipotong (Sumber : kolase foto instagram @kikysaputrii & @terang_media)

Ganjar Pranowo Bantah Minta Materi Roasting Kiky Saputri Dipotong (Sumber : kolase foto instagram @kikysaputrii & @terang_media)

INFOSEMARANG.COM -- Sebelumnya media sosial dihebohkan oleh unggahan Kiky Saputri di akun X miliknya beberapa waktu lalu yang berhubungan dengan materi roastingnya terhadap Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo.

Disebutkan bahwa pihak yang bersangkutan meminta materi roasting dipotong.

Namun saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Ganjar Pranowo membantah telah memerintahkan agar video aksi roasting yang dilakukan Kiky Saputri dipotong.

Baca Juga: Ini 6 Perilaku Buruk Anak yang Tidak Boleh Dibiarkan, Jangan Disepelekan!

Bahkan ia pun seolah menantang untuk di roasting lagi.

"Roasting-nya enggak keras kok dipotong? Roasting lagi dong," ujar Ganjar saat ditemui di Sekolah Partai PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Sabtu (28/10/2023).

Menurutnya, materi yang dibawakan oleh Kiky Saputri dalam konteks komedi.

Sehingga tidak perlu dipotong atau merasa terbawa perasaan.

Baca Juga: Cara Menjaga Percikan Cinta Tetap Hidup dengan Pasangan Berdasarkan Zodiak

"Enggak enggak. Roasting stand up comedian itu kan pasti juga dalam konteks lucu, masa gitu aja baper, wong yang lain aja kita ga baper," ujar Ganjarnya.

Lebih lanjut, mantan Gubernur Jawa Tengah itu juga menyebutkan bahwa ekspresi sedih yang ditampilkan ketika di-roasting bukan karena materi yang dibawakan Kiky.

Namun lebih kepada mendalami peran sebagai orang yang difitnah karena melanggar aturan.

"Kita sudah ekspresi sedih gitu kan, sudah ekspresi sebagai orang yang diperiksa oleh polisi," ujarnya.

Baca Juga: Viral Warga Jombang lintasi Jalan yang Baru Dua Jam Dicor Hingga Hancur Total, Berawal Dari Aksi Nekat Tukang Becak

Meski demikian, tidak sedikit pula warganet yang kemudian mempertanyakan materi yang dibawakan Kiky saat itu.

Seperti yang diunggah akun X @Trending_Issue pada Jumat (27/10/2023) lalu, "Mba Kiky, apa ngga dibrief dulu sama team produksinya kalo Mas Ganjar itu keberatan kalo Mba Kiky nyenggol-nyenggol pihak lain? Yg jadi Capres kan Mas Ganjar, roasting aja Mas Ganjar sepuasnya.

Ko jadi framing gini? Ada perintah dari bos yah buat mendeskreditkan Mas Ganjar? 🙂"

Baca Juga: 7 Ciri Pasangan Love Bombing yang Red Flag Parah, Bahaya kalau Kepincut

Menanggapi hal tersebut, Kiky pun menjelaskan, "1. Dari tim diinfokan yg TIDAK BOLEH dibahas: Wadas, U-20, dan keluarga.
MAKA SAYA TIDAK BAHAS.

2. Nyenggol2 pihak lain tidak boleh?
Kok bit soal “Mas Gibran nyebrang”malah ditayangkan?
Sementara roastingan terhadap beliau malah dicut?

Aneh tapi nyata lah kalian yg sotoy ini."

***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum14 Juni 2026, 09:52 WIB

Mohammad Saleh Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sari Yuliati Sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957

Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Tengah, Mohammad Saleh pun menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Sari Yuliati dalam Mubes tersebut.
 (Sumber: )
Umum12 Juni 2026, 18:25 WIB

Mohammad Saleh Apresiasi Langkah Pemprov Jateng Realokasikan Rp200 Miliar untuk Percepat Perbaikan Jalan

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang merealokasikan anggaran sekitar Rp200 miliar pada tahun 2026 untuk mempercepat perbaikan jalan provinsi.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum12 Juni 2026, 12:22 WIB

Penipuan: Ini Dia “Malinda Dee” Penipu Versi Lokal Purwokerto

Modus manipulasi yang dilakukan oleh tersangka D di Purwokerto ini mirip dengan apa yang diperbuat oleh Inong Malinda Dee alias Malinda Dee.
 (Sumber: )
Bisnis11 Juni 2026, 16:06 WIB

Ketua Baru AREBI Jateng Usung Profesionalisme dan Kolaborasi Industri Properti

William Nugraha terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jawa Tengah periode 2026–2029.
 (Sumber: )
Umum10 Juni 2026, 11:09 WIB

Skema Ponzi: Oknum Mantan Pegawai Bank Lakukan Penipuan Berkedok Investasi, Ditahan Polres Banyumas

Polresta Banyumas resmi menetapkan seorang oknum mantan pegawai Bank Mandiri Taspen Purwokerto berinisial NHS alias D, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan berkedok investasi yang merugikan sejumlah nasabah.
 (Sumber: )
Umum07 Juni 2026, 14:10 WIB

Mohammad Saleh Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sari Yuliati Sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957

Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Tengah, Mohammad Saleh menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Sari Yuliati dalam Mubes tersebut.
Para peserta Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 Tahun 2026. (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum05 Juni 2026, 21:42 WIB

Bank Mandiri Hadirkan Paket Makanan dan Minuman Rp1 di Semarang melalui Program Livin’ Mandiri Berbagi

Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah yang memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui program “Livin’ Mandiri Berbagi, Bersama Kita Saling Menguatkan.”
Program “Livin’ Mandiri Berbagi, Bersama Kita Saling Menguatkan.”  di Bank Mandiri Semarang.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum05 Juni 2026, 13:47 WIB

Bank Mandiri Taspen Dampingi Korban Penipuan di Purwokerto Hingga Proses Hukum Tuntas

Sebagai bentuk tindakan tegas, manajemen telah menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat terhadap oknum tersebut.
Kantor Polres Banyumas. (Sumber: )
Umum25 Mei 2026, 20:45 WIB

Program Dokter Spesialis Keliling Sudah Layani Ribuan Warga, Mohammad Saleh Minta Jangkauan Diperluas

Program Speling sangat membantu masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang akses layanan kesehatan spesialisnya masih terbatas.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: dok)
Umum23 Mei 2026, 18:19 WIB

FISIP Undip Gelar Bedah Buku, Mohammad Saleh Tekankan Pentingnya Menjembatani Teori dan Praktik Politik

Fenomena politik kontemporer—terutama di era digital—menunjukkan bahwa pendekatan teoritik perlu terus diperbarui agar tetap relevan.
 (Sumber: )