Dituding Lakukan Pemukulan Kader PDIP, Ketua DPC Gerindra Semarang Bantah dan Sebut Rekayasa

Galuh Prakasa
Sabtu 09 September 2023, 21:42 WIB
Ilustrasi | Kemelut pemukulan kader PDIP Semarang oleh Ketua DPC Gerindra Semarang, siapa yang benar? (Sumber : Pexels/ NEOSiAM 2021)

Ilustrasi | Kemelut pemukulan kader PDIP Semarang oleh Ketua DPC Gerindra Semarang, siapa yang benar? (Sumber : Pexels/ NEOSiAM 2021)

INFOSEMARANG.COM -- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan insiden pemukulan terhadap kader PDIP Suparjianto oleh Ketua DPC Gerindra di Semarang, Jawa Tengah.

"Demokrasi yang tidak boleh mengedepankan suatu emosi, apalagi memaksakan kehendak. Dari hal yang sederhana, melempar handphone saja itu tidak diizinkan dalam alam demokrasi yang baik, apalagi melakukan suatu tindak kekerasan," ujar Hasto dikutip dari Antara pada Sabtu, 9 September 2023.

Hasto juga mengecam arogansi dan intimidasi dalam demokrasi, menyatakan bahwa tindakan semacam itu tidak seharusnya terjadi dalam proses demokrasi yang seharusnya damai dan adil.

Baca Juga: Indonesia Hancurkan China Taipei 9-0 di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, Hujan Gol Timnas U-23 Bermain Dominan Dua Babak

Kronologi Peristiwa versi PDIP

Ketua DPC PDIP Semarang, Hendrar Prihadi, menjelaskan bahwa pemukulan terjadi sekitar pukul 21.45 WIB pada Jumat, 8 September 2023.

"Tadi malam hari Jumat jam 21.45 WIB ada kawan kami Pak Suparjianto warga Jalan Cumi-cumi, Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara, yang didatangi ketua DPC Gerindra. Kemudian tanpa babibu Ketua Gerindra yang juga anggota DPRD, Kota Semarang itu memukul kader kami," kata Hendrar.

Hendrar menyebut Hasto meminta kader PDIP meredam emosi kader-kadernya dan melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian.

Insiden ini juga sudah dilaporkan kepada Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, alias Bambang Pacul, hingga Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

Hasto memerintahkan agar situasi di Semarang tetap tenang tanpa konflik keras antara kedua partai tersebut.

Baca Juga: Viral Kawin Tangkap di NTT, Kemen PPPA Tegas Sebut Hal Tersebut Bukan Adat Tetapi Kekerasan Terhadap Perempuan

Hendrar menyatakan akan melaporkan insiden ini kepada pihak berwenang. Menurutnya, alasan pemukulan tersebut terkait dengan pemasangan bendera PDIP di sekitar tempat tinggal Ketua Gerindra.

"Alasan (pemukulan) nya karena kader kami memasang bendera di sekitar perkampungan yang di situ tinggal Pak Ketua Gerindra," ujarnya.

Tanggapan Ketua DPC Gerindra Kota Semarang

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso, membantah melakukan pemukulan terhadap kader PDI Perjuangan.

Ia menjelaskan bahwa pada Jumat, 8 September 2023, malam sekitar pukul 21.30, ia hanya datang ke rumah Suparjianto, yang kebetulan merupakan salah satu kader PDI Perjuangan, untuk menanyakan mengenai pemasangan bendera di Gang Garuda, tempat tinggal Joko.

Kedatangannya bertujuan untuk mengklarifikasi mengapa pemasangan bendera partai hanya dilakukan di RT 03 RW 04 Kelurahan Bandarharjo, yang kebetulan merupakan tempat tinggalnya.

Baca Juga: Bareskrim Bekukan 144 Rekening dan Buku Tanah Terkait Panji Gumilang, Selidiki Dugaan TPPU dan Korupsi Dana BOS

Joko menegaskan bahwa tidak ada pemukulan yang terjadi, dan kejadian tersebut juga terpantau oleh beberapa warga dan kamera CCTV di sekitar lokasi.

Sementara itu, Ketua Tim Advokasi DPC Gerindra Kota Semarang, Wahyu Puji Widodo, telah membentuk tim investigasi dan advokasi untuk mengklarifikasi kasus ini.

"Terkait luka atau bengkak Saudara Suparjianto yang patut diduga terjadi rekayasa, dan menyebarkan berita atau informasi tidak benar," katanya.

Wahyu menyatakan telah meminta keterangan langsung dari Joko dan warga sekitar memastikan tidak terjadi pemukulan kepada Suparjianto.

Mereka berkomitmen untuk mengambil langkah hukum yang diperlukan untuk memastikan kebenaran peristiwa ini dan menindaklanjuti laporan yang telah muncul.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum30 Juli 2026, 17:28 WIB

Jawa Tengah Diruwat, Imbas 5 Bupati Kena OTT KPK

Masyarakat dari Aliansi Rakyat Jawa Tengah Peduli Anti Korupsi, melakukan ruwatan dan doa bersama di halaman Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Semarang, Kamis, 30 Juli 2026. 
Ruwatan dan doa bersama di halaman Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang.
Umum30 Juli 2026, 16:49 WIB

Eks DPR RI Riyanta Serukan ‘Bersih-bersih’ Indonesia Mulai dari Aparatnya

Anggota DPR RI periode 2021-2024 Riyanta, mengatakan, upaya bersih-bersih Indonesia dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) harus dimulai dari aparat penegak hukum (APH)-nya.
Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Gerakan Jalan Lurus (GJL) Riyanta, di Kawasan Kota Lama Semarang, belum lama ini. (Dok) (Sumber: )
Umum30 Juli 2026, 08:59 WIB

Penyidikan Kasus Investasi Bodong Banyumas Ungkap Dugaan Korban Didorong Ajukan Kredit Bank

Berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan sejumlah pihak, tersangka diduga mendorong sebagian korban untuk terus menambah dana investasi, termasuk dengan mengajukan kredit ke sejumlah bank.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum28 Juli 2026, 16:48 WIB

3 Kali Sidang Perkara Warisan Rumah di Semarang Ditunda, Dinilai tak Adil Bagi Tergugat

Sidang perkara sengketa hak waris atas sebidang rumah di Jalan Pringgading Nomor 70, Kota Semarang, ditunda untuk ketiga kalinya oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang, Senin, 27 Juli 2026.
Kuasa hukum salah satu tergugat, Imanuel Alvares. (Foto: Diaz A Abidin) (Sumber: )
Bisnis24 Juli 2026, 06:20 WIB

Aset Tumbuh Capai Rp186 Triliun, Pegadaian Libatkan Kepolisian untuk Pengamanan

Aset PT Pegadaian (Persero) kian bertumbuh mencapai Rp186 triliun, ditambah outstanding loan sebesar Rp155 triliun pada saat ini. Selain itu masih terdapat aset-aset fisik yang dimiliki.
Penandatangan kerja sama antara PT Pegadaian dan Polri, di Hotel Aruss, Kota Semarang, Kamis, 23 Juli 2026. (Dok) (Sumber: )
Umum23 Juli 2026, 12:30 WIB

Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong

Dalam memuluskan aksi kejahatannya, tersangka selain memperdaya ternyata juga "mengintimidasi" secara psikis para korbannya.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum09 Juli 2026, 09:07 WIB

Layanan Operasional Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Purwokerto Berjalan Normal

Bank Mandiri Taspen memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional dan layanan perbankan di Kantor Cabang Purwokerto tetap berjalan normal.
 (Sumber: )
Umum08 Juli 2026, 18:26 WIB

Penipuan Investasi Bodong Purwokerto, OJK Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka

OJK berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung proses penindakan hukum terhadap kasus penipuan berkedok investasi di Purwokerto.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum04 Juli 2026, 09:05 WIB

Bank Mandiri Taspen Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka NHS

Bank Mandiri Taspen menegaskan komitmen bank untuk mendukung proses hukum dalam perkara dugaan penipuan berkedok investasi di Purwokerto.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum03 Juli 2026, 16:56 WIB

Bank Mandiri Perkuat Aksi Kemanusiaan Lewat Program Donor Darah Berkelanjutan

Aksi donor darah ini bentuk komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi kemanusiaan berkelanjutan.
 (Sumber: )