PDIP Klaim Koalisi Pengusung Ganjar Pranowo Paling Solid

Elsa Krismawati
Jumat 01 September 2023, 11:13 WIB
Puan Maharani siap untuk memenangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 saat berpidato di hadapan ribuan kader PDI Perjuangan di Stadion Jatidiri Semarang. (Sumber : Instagram @puanmaharani)

Puan Maharani siap untuk memenangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 saat berpidato di hadapan ribuan kader PDI Perjuangan di Stadion Jatidiri Semarang. (Sumber : Instagram @puanmaharani)

INFOSEMARANG.COM- Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Said Abdullah, mengungkapkan bahwa kerja sama politik antara PDI Perjuangan dengan partai lain dalam mendukung bakal calon presiden Ganjar Pranowo pada Pemilihan Presiden 2024 adalah yang paling solid.

Hal ini mengikuti keputusan Partai Demokrat untuk keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) akibat kabar mengenai rencana mendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai bakal calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

Menurut PDIP Ganjar Pranowo dengan koalisi yang dibangun PDIP merupakan yang paling kuat.

Baca Juga: Jadwal Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemkot Semarang 2023, Simak Tahapannya

Dikutip Infosemarang.com dari Antara News, Said Abdullah mengungkapkan.

"Kenyataan ini justru menunjukkan bahwa poros politik yang mendukung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden adalah yang paling solid dan kuat hingga saat ini," ujar Said seperti dikutip Infosemarang.com pada 1 September 2023.

Saat ini, kerja sama partai politik yang mendukung bakal calon presiden Ganjar Pranowo mencakup PDI Perjuangan, PPP, Perindo, dan Hanura.

Baca Juga: Bukan Cuma Imam Masykur, Ada Satu Lagi Korban Penganiayaan Praka RM, Akun Ini Spill Bukti CCTV

Sementara itu, Koalisi Indonesia Maju yang mendukung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai bakal calon presiden terdiri dari Partai Gerindra, PKB, PAN, dan Partai Golkar.

Di sisi lain, Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang mendukung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden terdiri dari NasDem, Partai Demokrat, dan PKS.

Hingga saat ini, Anies belum memberikan komentar mengenai kerja sama politik antara NasDem dan PKB.

Baca Juga: Mengenal Pangkat Anumerta untuk PNS yang Tewas, Simak Penjelasannya

Begitu juga dengan pengumuman resmi mengenai Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam Pilpres 2024.

PKB juga belum mengumumkan kerja sama tersebut atau penetapan ketua umum mereka sebagai bakal calon wakil presiden Anies Baswedan.

Karena saat ini PKB masih tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju yang mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden.

Baca Juga: Link Streaming Film Horor Talk To Me Sub Indo Legal Sudah Ada? Bisa Nonton di Mana? Cek Dulu Sinopsis dan Info Selengkapnya DI SINI

Said mengamati bahwa wacana tentang duet Anies-Cak Imin yang muncul setelah perubahan nama koalisi ini menunjukkan bahwa dinamika politik masih tinggi.

Meskipun ada berbagai tindakan politik dan penandatanganan kesepakatan politik di depan publik, namun realitas politik dapat berbeda.

"Proses saling mengubah dukungan menjelang masa pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden masih sangat dinamis. Analoginya, seperti mur dan baut yang bisa dibuka dan dipasang," katanya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Daftar CPNS Kejaksaan 2023 Untuk Fresh Graduate? Perhatikan 4 Langkah Penting Ini!

Oleh karena itu, Said menegaskan bahwa kerja sama politik seharusnya didasarkan pada ide dan tujuan bersama di masa depan.

Kerja sama politik sebaiknya terinspirasi oleh semangat bersama yang lebih mendasar dalam menghadapi tantangan bersama sebagai sebuah bangsa.

"Model kerja sama politik seperti ini akan lebih kuat daripada kerja sama yang hanya didasarkan pada pertukaran politik semata," ujar Said.

Baca Juga: Geger Isu Indomie vs Mie Gaga, Akun Instagram Indomie Digeruduk Warganet: Pemeran Utama Harus Happy Ending

Menurutnya, kerja sama politik PDI Perjuangan didasarkan pada semangat gotong royong dan ikatan batin.

Partai dengan lambang banteng moncong putih ini menghindari taktik politik yang hanya berfokus pada pencarian kekuasaan semata dan cenderung mengabaikan kebutuhan publik.

"Angka split ticket voting yang terlihat dalam survei terbaru dari Indikator Politik, Litbang Kompas, dan LSI menggambarkan realitas yang signifikan," tambahnya.

Baca Juga: Fitur Baru WhatsApp, Kini Bisa Kirim Pesan Untuk Nomor Sendiri, Bisa Jadi Pengingat atau Catatan Pribadi

Data ini menunjukkan bahwa terkadang pandangan elite partai tidak selaras dengan pendapat para pendukung dan masyarakat.

Ini menyebabkan dukungan terhadap calon presiden dan wakil presiden tidak selalu mencerminkan dukungan mayoritas dari basis pendukung partai yang mendukung mereka.

Karena itu, dukungan lebih didasarkan pada administrasi pemilu daripada basis politik.

Oleh karena itu, PDIP meyakini bahwa kerja sama politik harus mempertimbangkan identitas sosial dan budaya dari para pendukung.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)