Keinginan Terakhir Dini Sera Afrianti Sebelum Tewas Dianiaya Pacar Diungkap Teman Dekat: Ini Chat Dia...

Elsa Krismawati
Jumat 06 Oktober 2023, 18:23 WIB
Keinginan terakhir Dini Sera Afrianti diungkap teman dekat saat ulang tahun (Sumber : instagram @audypratiwi16)

Keinginan terakhir Dini Sera Afrianti diungkap teman dekat saat ulang tahun (Sumber : instagram @audypratiwi16)

INFOSEMARANG.COM - Sebuah pesan yang menunjukan keinginan terakhir Dini Sera Afrianti, sebelum akhirnya tewas diduga akibat penganiayaan Gregorius Ronald Tannur, diungkap teman dekat.

Pesan Dini Sera Afrianti alias DSA pada teman dekatnya itu dikirim melalui pesan singkat WhatsApp pada hari ulang tahun korban.

Adalah Audy Pratiwi, pemilik akun instagram @audypertiwi16, mengunggah kembali pesan terakhir yang dikirim DSA melalui story.

Baca Juga: Erick Thohir Sebut Dana Pensiun BUMN Dirampok Orang Biadab, Masyarakat Keluhkan Hal Ini Ke PT Taspen

"Ini chat pas dia ultah kemarin," tulisnya di keterangan

Pesan yang dikirim korban ke teman dekatnya itu berisi keinginan terakhir yang pernah diungkap DSA.

"Pengen pergi yang jauh," isi pesan DSA.

Sebagai teman dekatnya, Audy pun tak menyangka jika keinginan korban itu kini terwujud dengan pergi meninggal dunia.

Baca Juga: Cara Lepas dari Hubungan Asmara Toxic yang Mengancam Diri Sendiri

"Jadi maksud lo mau pergi jauh tuh begini ndin," tambahnya di keterangan story tersebut.

Diketahui, DSA berulang tahun 27 September, pada tahun 2021 keduanya sempat merayakan hari spesial itu berdua.

Namun, nahas, keinginan terakhir Dini Sera Afrianti harus terkabul dengan cara mengenaskan.

Baca Juga: Sebut Siswa Cuma Anak Petani Bukan Panglima, Aksi Oknum Guru Bully Murid di Sulawesi Selatan Bikin Geram

Korban diketahui sebagai perempuan asal Sukabumi, Jawa Barat berusia 29 tahun, namun kini bermukin di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Saat artikel ini diturunkan, Polrestabes Surabaya telah menetapkan pacar korban Gregorius Ronald Tannur sebagai tersangka.

Ayah dari tersangka diketahui sebagai anggota DPR RI Fraksi PKB asal Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Waduh! Erick Thohir Sebut 70 Persen Dana Pensiun Diduga Dikorupsi, Alasan Sulitnya Pencairan di Taspen?

Atas insiden tersebut, Muhaimin Iskandar selaku ketum PKB juga mengungkap duka mendalam melalui akun media sosial X miliknya.

Cak Imin menegaskan dirinya dan PKB sepakat pelaku dihukum setimpal. ***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum30 Juli 2026, 16:49 WIB

Eks DPR RI Riyanta Serukan ‘Bersih-bersih’ Indonesia Mulai dari Aparatnya

Anggota DPR RI periode 2021-2024 Riyanta, mengatakan, upaya bersih-bersih Indonesia dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) harus dimulai dari aparat penegak hukum (APH)-nya.
Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Gerakan Jalan Lurus (GJL) Riyanta, di Kawasan Kota Lama Semarang, belum lama ini. (Dok) (Sumber: )
Umum30 Juli 2026, 08:59 WIB

Penyidikan Kasus Investasi Bodong Banyumas Ungkap Dugaan Korban Didorong Ajukan Kredit Bank

Berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan sejumlah pihak, tersangka diduga mendorong sebagian korban untuk terus menambah dana investasi, termasuk dengan mengajukan kredit ke sejumlah bank.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum28 Juli 2026, 16:48 WIB

3 Kali Sidang Perkara Warisan Rumah di Semarang Ditunda, Dinilai tak Adil Bagi Tergugat

Sidang perkara sengketa hak waris atas sebidang rumah di Jalan Pringgading Nomor 70, Kota Semarang, ditunda untuk ketiga kalinya oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang, Senin, 27 Juli 2026.
Kuasa hukum salah satu tergugat, Imanuel Alvares. (Foto: Diaz A Abidin) (Sumber: )
Bisnis24 Juli 2026, 06:20 WIB

Aset Tumbuh Capai Rp186 Triliun, Pegadaian Libatkan Kepolisian untuk Pengamanan

Aset PT Pegadaian (Persero) kian bertumbuh mencapai Rp186 triliun, ditambah outstanding loan sebesar Rp155 triliun pada saat ini. Selain itu masih terdapat aset-aset fisik yang dimiliki.
Penandatangan kerja sama antara PT Pegadaian dan Polri, di Hotel Aruss, Kota Semarang, Kamis, 23 Juli 2026. (Dok) (Sumber: )
Umum23 Juli 2026, 12:30 WIB

Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong

Dalam memuluskan aksi kejahatannya, tersangka selain memperdaya ternyata juga "mengintimidasi" secara psikis para korbannya.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum09 Juli 2026, 09:07 WIB

Layanan Operasional Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Purwokerto Berjalan Normal

Bank Mandiri Taspen memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional dan layanan perbankan di Kantor Cabang Purwokerto tetap berjalan normal.
 (Sumber: )
Umum08 Juli 2026, 18:26 WIB

Penipuan Investasi Bodong Purwokerto, OJK Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka

OJK berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung proses penindakan hukum terhadap kasus penipuan berkedok investasi di Purwokerto.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum04 Juli 2026, 09:05 WIB

Bank Mandiri Taspen Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka NHS

Bank Mandiri Taspen menegaskan komitmen bank untuk mendukung proses hukum dalam perkara dugaan penipuan berkedok investasi di Purwokerto.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum03 Juli 2026, 16:56 WIB

Bank Mandiri Perkuat Aksi Kemanusiaan Lewat Program Donor Darah Berkelanjutan

Aksi donor darah ini bentuk komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi kemanusiaan berkelanjutan.
 (Sumber: )
Umum02 Juli 2026, 08:23 WIB

Kuasa hukum Bank Mandiri Taspen: Penyelesaian Kasus NHS Harus Dalam Koridor Hukum dan Fakta yang Tepat

Kuasa hukum Bank Mandiri Taspen Jeffry MH, menyatakan pendampingan hukum korban penipuan oleh NHS agar dilakukan secara profesional.
 (Sumber: )