5 Tipe Orang yang Suka Menunda, Kamu Termasuk yang Mana?

Jeanne Pita W
Rabu 25 Oktober 2023, 12:08 WIB
Ilustrasi | Tipe Orang yang Suka Menunda (Sumber : Freepik/wayhomestudio)

Ilustrasi | Tipe Orang yang Suka Menunda (Sumber : Freepik/wayhomestudio)

INFOSEMARANG.COM -- Menunda-nunda, atau procrastination, adalah masalah umum yang dihadapi oleh banyak orang.

Meskipun tampak seperti kebiasaan sehari-hari, menurut Dr. Roy F. Baumeister, seorang psikolog sosial terkenal, ada tipe-tipe orang tertentu yang lebih rentan terhadap kecenderungan ini.

Dalam pandangan Baumeister, ada beberapa tipe orang yang cenderung menunda-nunda pekerjaan atau tugas-tugas penting dalam hidup mereka, yaitu sebagai berikut.

Baca Juga: Gantikan SYL, Berapa Harta Kekayaan Amran Sulaiman yang Kini Dilantik Jadi Mentan Lagi?

1. The Perfectionist

Cenderung menunggu untuk waktu dan mood yang tepat untuk mendapatkan hasil sempurna menurut dirinya.

2. The Ostrich

Orang yang cenderung memikirkan banyak hal dan membayangkan hasilnya, namun tidak melakukan apa-apa.

Baca Juga: Gibran Bocorkan Program Unggulan Jika Terpilih di Pilpres 2024, dari Kredit Start Up Milenial hingga Kartu Anak Sehat

3. Self Saboteur

Orang yang takut salah, dan takut gagal hingga perpikir pasti akan gagal.

4. The Daredevil

Orang yang akan merasa lebih semangat saat mendekati deadline.

5. The Chicken

Orang yang tidak bisa mengatur prioritas dalam pekerjaan dan hanya igin melakukan apa yang ingin dilakukannya.

Baca Juga: Profil Amran Sulaiman yang Dilantik Jadi Mentan Lagi Hari Ini oleh Presiden Jokowi

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Menurut Dr. Baumeister, akar dari perilaku menunda adalah kombinasi antara perasaan takut, rasa malas, dan kurangnya pengaturan diri.

Bagi banyak tipe orang yang suka menunda, penting untuk memahami bahwa masalah ini bisa diatasi.

Beberapa cara untuk mengatasi perilaku menunda termasuk:

1. Membuat Jadwal yang Terorganisir

Merencanakan pekerjaan dan aktivitas secara terstruktur dapat membantu mengurangi menunda.

Baca Juga: Sering Mengalami Mimpi Buruk dan Berulang? Lakukan Hal Ini Sebelum Tidur Untuk Mengatasinya

2. Mengenali Perasaan

Menyadari emosi dan perasaan yang mungkin muncul saat Anda menunda, dan mencari cara untuk mengatasi mereka.

3. Menggunakan Teknik Pengaturan Diri

Menerapkan teknik-teknik seperti "Pomodoro" untuk membagi pekerjaan menjadi segmen waktu yang lebih kecil dan mudah dikelola.

Baca Juga: Potret Selvi Ananda Dampingi Gibran Rakabuming Jelang Daftar ke KPU

4. Menghindari Distractions

Meminimalkan gangguan dan mengalokasikan waktu fokus yang lebih besar pada pekerjaan yang harus diselesaikan.

Menunda adalah tantangan yang dapat diatasi dengan kesadaran dan usaha yang tepat.

Dengan memahami tipe-tipe orang yang cenderung menunda, Anda dapat lebih mudah mengenali pola perilaku Anda sendiri dan bekerja menuju produktivitas yang lebih baik. ***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum04 September 2026, 09:44 WIB

Dika Akui Menipu dan Gelapkan Uang Pensiunan: Tiga Saksi Beberkan Kejahatan Terdakwa di PN Purwokerto

Dalam sidang di PN Purwokerto, Nurma Handika Sari alias Dika, mengakui seluruh kesalahan yang didakwakan pada dirinya.
 (Sumber: )
Umum24 Agustus 2026, 15:20 WIB

Dukung Aksi AMPB di DPR RI, Riyanta GJL Sebut RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Jalan Lurus (GJL) mendukung rencana aksi pencapaian pendapat oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI, Kamis 27 Agustus 2026.
Ketum GJL Riyanta beri keterangan di Kawasan Kota Lama Semarang, Ahad, 23 Agustus 2026. (Sumber: )
Semarang Raya24 Agustus 2026, 11:34 WIB

RPK-RI Pastikan Pekerjaan Jalan Bringin dan K3 Berjalan Sesuai Ketentuan

Proyek peningkatan Jalan Batas Kota Salatiga–Kedungjati/Batas Kabupaten Grobogan di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendapat pemantauan dari LSM RPK-RI.
 (Sumber: )
Umum20 Agustus 2026, 10:52 WIB

OJK Purwokerto Ingatkan Bahaya Investasi Ilegal Berkedok Keuntungan Tinggi

Praktisi hukum Saleh Darmawan mengatakan, korban investasi ilegal masih memiliki peluang untuk mengupayakan pemulihan kerugian melalui proses hukum.
Forum diskusi tentang investasi bodong yang digelar di Purwokerto, belum lama ini.
 (Sumber: )
Bisnis19 Agustus 2026, 12:48 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, 156 Broker Properti Jateng Jalani Sertifikasi

Arebi Jateng menggelar sertifikasi kompetensi bagi 156 broker properti sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan agen properti.
 (Sumber: )
Umum16 Agustus 2026, 18:36 WIB

Kisah Baby Udon Bikin Penonton Semarang Menangis Tersedu-sedu

Suasana haru mewarnai roadshow film Baby Udon di Citra XXI, Mal Ciputra Semarang, Minggu (16/8/2026). Sejumlah penonton terlihat menangis.
Roadshow Film Baby Udon di Semarang
Gaya Hidup14 Agustus 2026, 17:28 WIB

Kolaborasi ASTON Inn Pandanaran Semarang dan Awak Media Pererat Silaturahmi

Executive Assistant Manager ASTON Inn Pandanaran Semarang, Yuliani Krisharyati mengatakan, semangat kebersamaan semakin terasa melalui berbagai aktivitas interaktif yang dihadirkan dalam rangkaian Media Connect.
Kegiatan Media Connect di lobi hotel tersebut, Kamis, 13 Agustus 2026. (Dok)
Semarang Raya14 Agustus 2026, 17:07 WIB

Media Massa, Kreator Konten, dan khalayak Diharap tak Abai Verifikasi

Dalam forum yang diselenggarakan Jurnalis FC bersama Forum Wartawan Kota (Forwakot) Semarang itu, membahas tema utama terkait persoalan hoaks, konten menyesatkan atau misleading, dan konsekuensi hukum di ruang digital.
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Viral Boleh Hoaks Jangan!” di Kota Semarang, Kamis 13 Agustus 2026. (dok)
Semarang Raya13 Agustus 2026, 21:22 WIB

Erik Agus Susanto Terpilih Aklamasi Pimpin DPP Lindu Aji Periode 2026–2031

Kongres III Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lindu Aji menetapkan Erik Agus Susanto sebagai Ketua Umum DPP Lindu Aji periode 2026–2031.
 (Sumber: )
Bisnis11 Agustus 2026, 08:35 WIB

MAS Arya Dorong Deteksi Dini Kanker bagi Pekerja Industri Garmen

MAS Arya Indonesia melalui program Aloka fokus pada peningkatan kesadaran dan deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen.
MAS Arya Indonesia melalui program Aloka deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen. 
 (Sumber:  | Foto: Dok.)