Perhatikan! 3 Sikap Ini Bikin Orang yang Berhutang Pada Kita Makin Tak Tahu Diri

Elsa Krismawati
Senin 23 Oktober 2023, 19:04 WIB
sikap ini bikin orang yang berhutang makin tak tahu diri (Sumber : freepik)

sikap ini bikin orang yang berhutang makin tak tahu diri (Sumber : freepik)

INFOSEMARANG.COM - Definisi orang berhutang lebih galak dari yang nagih kerap dibahas di berbagai platform media sosial.

Padahal dilihat dari kondisinya dia sudah mampu membayar hutang tersebut.

Tapi ketika ditagih untuk memenuhi kewajibannya, malah banyak alasan seolah tak tahu diri!

Ternyata ada beberapa sikap seseorang yang memberikan pinjaman atau hutang, membuat orang makin tak tahu diri dengan kewajibannya membayar.

Baca Juga: TERBARU! Jadwal Piala Dunia U 17 Indonesia 2023 dari Awal hingga Final

Nah perhatikan, apakah Anda termasuk orang dengan sikap seperti ini saat menagih hutang pada seseorang? Yang justeru bikin orang tersebut makin tak tahu diri.

Yuk, kenali sikap apa saja yang perlu dihindari sebagai pemberi pinjaman, agar orang tersebut tidak lebih galak dari Anda!

1. Merasa Terintimidasi

Terkadang kita merasa terintimidasi oleh seseorang yang memiliki hutang pada kita, namun sebaiknya kita tidak membiarkan diri kita terpengaruh oleh perasaan tersebut.

Baca Juga: Sering Bikin Lupa Waktu, Begini Tips Berhenti Kecanduan Drama Korea dengan Mudah


Seharusnya, orang yang berhutang yang seharusnya merasa tidak nyaman, bukan kita.

Jadi, alihkan perasaan takut dan keengganan untuk menghindar ketika bertemu dengan orang semacam ini.

Pertahankan rasa percaya diri, hadapi mereka dengan tegas, dan jangan pernah menghindari interaksi.

Dengan sikap ini, kita akan membuat mereka merasa tidak nyaman dan kehilangan rasa percaya diri.

Baca Juga: Diundang ke Pernikahan Mantan Pacar, Datang atau Tidak Ya? Sebaiknya Perhatikan Hal Ini Sebelum Memutuskan

2. Merasa Sungkan

Saat berurusan dengan orang yang berhutang pada kita, jangan merasa sungkan.

Tagih hutang berkali-kali adalah langkah yang sah, meskipun mungkin terasa tidak nyaman.

Jika akhirnya hutang tersebut dilunasi dan orang tersebut memang baik, hubungan kita tetap akan baik.

Namun, jika orang tersebut tidak baik, berakhirnya hubungan mungkin adalah hal terbaik.

Dengan demikian, kita akan terhindar dari beban dan kerumitan yang disebabkan oleh orang yang tidak menghargai kita.

Baca Juga: Berkaca dari Kasus Tiktoker Afifah Riyad, Ini 4 Tips Menghadapi Mantan Pacar Suami yang Gagal Move On!

3. Khawatir Pandangan Negatif

Jangan khawatir tentang pandangan negatif yang mungkin dimiliki oleh orang yang berhutang pada kita.

Mungkin mereka akan menganggap kita pelit atau perhitungan, terlepas dari seberapa besar hutangnya.

Yang terpenting adalah mengabaikan pandangan negatif tersebut dan memastikan bahwa hutang selalu dibayar.

Baca Juga: Gempa Guncang Sigi Sulawesi Tengah Senin Sore Ini, Magnitudo 3.1

Itu dia sikap yang membuat orang berhutang jadi tak tahu diri pada kita.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum04 September 2026, 09:44 WIB

Dika Akui Menipu dan Gelapkan Uang Pensiunan: Tiga Saksi Beberkan Kejahatan Terdakwa di PN Purwokerto

Dalam sidang di PN Purwokerto, Nurma Handika Sari alias Dika, mengakui seluruh kesalahan yang didakwakan pada dirinya.
 (Sumber: )
Umum24 Agustus 2026, 15:20 WIB

Dukung Aksi AMPB di DPR RI, Riyanta GJL Sebut RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Jalan Lurus (GJL) mendukung rencana aksi pencapaian pendapat oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI, Kamis 27 Agustus 2026.
Ketum GJL Riyanta beri keterangan di Kawasan Kota Lama Semarang, Ahad, 23 Agustus 2026. (Sumber: )
Semarang Raya24 Agustus 2026, 11:34 WIB

RPK-RI Pastikan Pekerjaan Jalan Bringin dan K3 Berjalan Sesuai Ketentuan

Proyek peningkatan Jalan Batas Kota Salatiga–Kedungjati/Batas Kabupaten Grobogan di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendapat pemantauan dari LSM RPK-RI.
 (Sumber: )
Umum20 Agustus 2026, 10:52 WIB

OJK Purwokerto Ingatkan Bahaya Investasi Ilegal Berkedok Keuntungan Tinggi

Praktisi hukum Saleh Darmawan mengatakan, korban investasi ilegal masih memiliki peluang untuk mengupayakan pemulihan kerugian melalui proses hukum.
Forum diskusi tentang investasi bodong yang digelar di Purwokerto, belum lama ini.
 (Sumber: )
Bisnis19 Agustus 2026, 12:48 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, 156 Broker Properti Jateng Jalani Sertifikasi

Arebi Jateng menggelar sertifikasi kompetensi bagi 156 broker properti sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan agen properti.
 (Sumber: )
Umum16 Agustus 2026, 18:36 WIB

Kisah Baby Udon Bikin Penonton Semarang Menangis Tersedu-sedu

Suasana haru mewarnai roadshow film Baby Udon di Citra XXI, Mal Ciputra Semarang, Minggu (16/8/2026). Sejumlah penonton terlihat menangis.
Roadshow Film Baby Udon di Semarang
Gaya Hidup14 Agustus 2026, 17:28 WIB

Kolaborasi ASTON Inn Pandanaran Semarang dan Awak Media Pererat Silaturahmi

Executive Assistant Manager ASTON Inn Pandanaran Semarang, Yuliani Krisharyati mengatakan, semangat kebersamaan semakin terasa melalui berbagai aktivitas interaktif yang dihadirkan dalam rangkaian Media Connect.
Kegiatan Media Connect di lobi hotel tersebut, Kamis, 13 Agustus 2026. (Dok)
Semarang Raya14 Agustus 2026, 17:07 WIB

Media Massa, Kreator Konten, dan khalayak Diharap tak Abai Verifikasi

Dalam forum yang diselenggarakan Jurnalis FC bersama Forum Wartawan Kota (Forwakot) Semarang itu, membahas tema utama terkait persoalan hoaks, konten menyesatkan atau misleading, dan konsekuensi hukum di ruang digital.
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Viral Boleh Hoaks Jangan!” di Kota Semarang, Kamis 13 Agustus 2026. (dok)
Semarang Raya13 Agustus 2026, 21:22 WIB

Erik Agus Susanto Terpilih Aklamasi Pimpin DPP Lindu Aji Periode 2026–2031

Kongres III Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lindu Aji menetapkan Erik Agus Susanto sebagai Ketua Umum DPP Lindu Aji periode 2026–2031.
 (Sumber: )
Bisnis11 Agustus 2026, 08:35 WIB

MAS Arya Dorong Deteksi Dini Kanker bagi Pekerja Industri Garmen

MAS Arya Indonesia melalui program Aloka fokus pada peningkatan kesadaran dan deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen.
MAS Arya Indonesia melalui program Aloka deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen. 
 (Sumber:  | Foto: Dok.)