Karakter Seseorang Dilihat dari Cara Duduk, dari Posisi Tegak hingga Kaki Menyilang

Arendya Nariswari
Senin 23 Oktober 2023, 11:00 WIB
Ilustrasi karakter seseorang dilihat dari posisi duduk (Sumber : Unsplash/@Roland Hechanova)

Ilustrasi karakter seseorang dilihat dari posisi duduk (Sumber : Unsplash/@Roland Hechanova)

INFOSEMARANG.COM - Cara duduk seseorang disebut-sebut dapat menjadi petunjuk tentang kepribadian. Dikutip dari laman Cosmopolitan, para ahli bahasa tubuh percaya bahwa cara kita duduk dapat mengungkapkan berbagai hal tentang diri kita, mulai dari kepercayaan diri hingga kecemasan.

Berikut adalah beberapa cara duduk dan interpretasi kepribadiannya:

  • Duduk tegak

Orang yang duduk tegak umumnya adalah pribadi yang percaya diri. Mereka juga tak malu untuk mengungkapkan pendapatnya. Mereka juga sering dianggap sebagai orang yang cerdas dan profesional.

  • Duduk bersandar

Orang yang duduk bersandar umumnya adalah orang yang santai dan rileks. Mereka juga sering dianggap sebagai orang yang terbuka dan ramah.

Baca Juga: Apa Itu Duduk Vincent yang Viral Gegara Insiden Emak-emak Marah di KRL?

  • Duduk dengan kaki menyilang

Orang yang duduk dengan kaki menyilang umumnya adalah orang yang percaya diri dan mandiri. Mereka juga sering dianggap sebagai orang yang tertutup dan misterius.

  • Duduk dengan kaki di atas meja

Orang yang duduk dengan kaki di atas meja umumnya adalah orang yang percaya diri dan dominan. Mereka juga sering dianggap sebagai orang yang sombong dan arogan.

  • Duduk dengan tangan di belakang kepala

Orang yang duduk dengan tangan di belakang kepala umumnya adalah orang yang percaya diri dan santai. Mereka juga sering dianggap sebagai orang yang dominan dan suka mengontrol.

Baca Juga: MK Putuskan Uji Materi Batas Usia Maksimal Capres dan Cawapres Hari Ini, Nasib Pencalonan Prabowo Subianto Dipertaruhkan

  • Duduk dengan tangan di atas paha

Orang yang duduk dengan tangan di atas paha umumnya adalah orang yang percaya diri dan terbuka. Mereka juga sering dianggap sebagai orang yang cerdas dan analitis.

  • Duduk dengan kaki menekuk

Orang yang duduk dengan kaki menekuk umumnya adalah orang yang gugup atau cemas. Mereka juga sering dianggap sebagai orang yang tertutup dan tidak percaya diri.

  • Duduk dengan kaki mengetuk-ngetuk

Orang yang duduk dengan kaki mengetuk-ngetuk umumnya adalah orang yang gugup atau cemas. Mereka juga sering dianggap sebagai orang yang tidak sabar dan tidak tenang.

Baca Juga: 8 Kesalahan Bahasa Tubuh yang Harus Dihindari untuk Menciptakan Kesan Pertama yang Positif

Perlu diingat bahwa interpretasi kepribadian dari cara duduk ini hanya bersifat umum. Cara duduk seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi fisik, pakaian yang dikenakan, dan situasi yang dihadapi.

Namun, dengan memperhatikan cara duduk seseorang, kita dapat memperoleh gambaran awal tentang kepribadiannya.

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum04 September 2026, 09:44 WIB

Dika Akui Menipu dan Gelapkan Uang Pensiunan: Tiga Saksi Beberkan Kejahatan Terdakwa di PN Purwokerto

Dalam sidang di PN Purwokerto, Nurma Handika Sari alias Dika, mengakui seluruh kesalahan yang didakwakan pada dirinya.
 (Sumber: )
Umum24 Agustus 2026, 15:20 WIB

Dukung Aksi AMPB di DPR RI, Riyanta GJL Sebut RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Jalan Lurus (GJL) mendukung rencana aksi pencapaian pendapat oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI, Kamis 27 Agustus 2026.
Ketum GJL Riyanta beri keterangan di Kawasan Kota Lama Semarang, Ahad, 23 Agustus 2026. (Sumber: )
Semarang Raya24 Agustus 2026, 11:34 WIB

RPK-RI Pastikan Pekerjaan Jalan Bringin dan K3 Berjalan Sesuai Ketentuan

Proyek peningkatan Jalan Batas Kota Salatiga–Kedungjati/Batas Kabupaten Grobogan di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendapat pemantauan dari LSM RPK-RI.
 (Sumber: )
Umum20 Agustus 2026, 10:52 WIB

OJK Purwokerto Ingatkan Bahaya Investasi Ilegal Berkedok Keuntungan Tinggi

Praktisi hukum Saleh Darmawan mengatakan, korban investasi ilegal masih memiliki peluang untuk mengupayakan pemulihan kerugian melalui proses hukum.
Forum diskusi tentang investasi bodong yang digelar di Purwokerto, belum lama ini.
 (Sumber: )
Bisnis19 Agustus 2026, 12:48 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, 156 Broker Properti Jateng Jalani Sertifikasi

Arebi Jateng menggelar sertifikasi kompetensi bagi 156 broker properti sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan agen properti.
 (Sumber: )
Umum16 Agustus 2026, 18:36 WIB

Kisah Baby Udon Bikin Penonton Semarang Menangis Tersedu-sedu

Suasana haru mewarnai roadshow film Baby Udon di Citra XXI, Mal Ciputra Semarang, Minggu (16/8/2026). Sejumlah penonton terlihat menangis.
Roadshow Film Baby Udon di Semarang
Gaya Hidup14 Agustus 2026, 17:28 WIB

Kolaborasi ASTON Inn Pandanaran Semarang dan Awak Media Pererat Silaturahmi

Executive Assistant Manager ASTON Inn Pandanaran Semarang, Yuliani Krisharyati mengatakan, semangat kebersamaan semakin terasa melalui berbagai aktivitas interaktif yang dihadirkan dalam rangkaian Media Connect.
Kegiatan Media Connect di lobi hotel tersebut, Kamis, 13 Agustus 2026. (Dok)
Semarang Raya14 Agustus 2026, 17:07 WIB

Media Massa, Kreator Konten, dan khalayak Diharap tak Abai Verifikasi

Dalam forum yang diselenggarakan Jurnalis FC bersama Forum Wartawan Kota (Forwakot) Semarang itu, membahas tema utama terkait persoalan hoaks, konten menyesatkan atau misleading, dan konsekuensi hukum di ruang digital.
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Viral Boleh Hoaks Jangan!” di Kota Semarang, Kamis 13 Agustus 2026. (dok)
Semarang Raya13 Agustus 2026, 21:22 WIB

Erik Agus Susanto Terpilih Aklamasi Pimpin DPP Lindu Aji Periode 2026–2031

Kongres III Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lindu Aji menetapkan Erik Agus Susanto sebagai Ketua Umum DPP Lindu Aji periode 2026–2031.
 (Sumber: )
Bisnis11 Agustus 2026, 08:35 WIB

MAS Arya Dorong Deteksi Dini Kanker bagi Pekerja Industri Garmen

MAS Arya Indonesia melalui program Aloka fokus pada peningkatan kesadaran dan deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen.
MAS Arya Indonesia melalui program Aloka deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen. 
 (Sumber:  | Foto: Dok.)