Menjadi Fleksibel dan Lebih Terbuka, Ciri-Ciri Orang yang Telah Dewasa atau Mencapai Kematangan Emosional

Galuh Prakasa
Rabu 11 Oktober 2023, 16:47 WIB
Ilustrasi | Ciri-ciri orang telah mencapai tahap kedewasaan. (Sumber : Pexels/Andrea Piacquadio)

Ilustrasi | Ciri-ciri orang telah mencapai tahap kedewasaan. (Sumber : Pexels/Andrea Piacquadio)

INFOSEMARANG.COM -- Kematangan emosional atau menjadi dewasa adalah kemampuan mengelola emosi dan tekanan hidup dengan sehat, memainkan peran vital dalam hubungan dan membantu mengatasi konflik, serta menjalani hubungan yang memuaskan dan aman.

American Psychological Association (APA) mendefinisikan kematangan emosional atau kedewasaan sebagai "tingkat kontrol dan ekspresi emosi yang tinggi dan sesuai."

Dalam artikel ini, kami akan merinci tanda-tanda kematangan emosional, kapan kematangan ini berkembang, faktor apa yang memengaruhi, dan bagaimana mengembangkannya.

Baca Juga: Diduga Alami Tekanan Berat, Mahasiswi UNNES Bunuh Diri, Kenali 7 Tanda Seseorang Perlu Bantuan Psilokog

Tanda-Tanda Orang Telah Dewasa

1. Empati: Kemampuan mengalihkan perhatian dari diri sendiri dan menunjukkan empati kepada orang lain.

2. Mengenali dan Berbagi Perasaan: Mengenali dan memahami perasaan sendiri untuk mengelolanya dengan baik.

3. Fleksibel dan Terbuka: Responsif terhadap tantangan dengan pikiran terbuka dan kreatif.

4. Membangun Hubungan yang Aman dan Sehat: Kemampuan menjaga hubungan yang sehat dengan orang lain.

5. Bertanggung Jawab Atas Tindakan: Pertimbangkan dampak tindakan pada orang lain dan bertanggung jawab.

6. Menetapkan Batasan yang Sehat: Mengumumkan dan menjaga batasan emosional kepada diri sendiri dan orang lain.

7. Mengatasi Konflik: Berusaha menyelesaikan konflik daripada memperpanjangnya.

8. Mengelola Stres dengan Cara yang Sehat: Belajar mengelola stres, bukan menghindarinya.

Baca Juga: Ikut Salat Istisqa, Mbak Ita: Minta Hujan Turun untuk Padamkan Kebakaran di TPA Jatibarang

Kapan Orang Mencapai Kedewasaan?

Kedewasaan berkembang sepanjang masa kanak-kanak dan remaja, mulai dari ekspresi perasaan hingga pembelajaran perilaku yang sesuai.

Perkembangan signifikan terjadi selama remaja, tetapi otak mencapai stabilitas sekitar usia 25 tahun. Genetika, lingkungan, dan pengalaman masa kecil memengaruhi kematangan emosional.

Bagaimana Mengembangkan Kedewasaan?

Pengembangan kedewasaan bergantung pada faktor seperti genetika, lingkungan, pola tidur, obat-obatan, pengalaman masa kecil, dan stres psikologis.

Orang dengan otak neurodivergen mungkin menghadapi tantangan tambahan. Namun, ada harapan untuk semua orang.

Mengembangkan kematangan emosional melibatkan kesadaran emosi, resolusi konflik, mendengarkan dengan empati, mengelola stres, menetapkan hubungan yang lebih aman, dan menerima dukungan terapeutik.

Tahapan kedewasaan dan hambatan yang dihadapi mungkin beragam, tetapi memiliki niat untuk berubah adalah langkah pertama yang penting.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum04 September 2026, 09:44 WIB

Dika Akui Menipu dan Gelapkan Uang Pensiunan: Tiga Saksi Beberkan Kejahatan Terdakwa di PN Purwokerto

Dalam sidang di PN Purwokerto, Nurma Handika Sari alias Dika, mengakui seluruh kesalahan yang didakwakan pada dirinya.
 (Sumber: )
Umum24 Agustus 2026, 15:20 WIB

Dukung Aksi AMPB di DPR RI, Riyanta GJL Sebut RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Jalan Lurus (GJL) mendukung rencana aksi pencapaian pendapat oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI, Kamis 27 Agustus 2026.
Ketum GJL Riyanta beri keterangan di Kawasan Kota Lama Semarang, Ahad, 23 Agustus 2026. (Sumber: )
Semarang Raya24 Agustus 2026, 11:34 WIB

RPK-RI Pastikan Pekerjaan Jalan Bringin dan K3 Berjalan Sesuai Ketentuan

Proyek peningkatan Jalan Batas Kota Salatiga–Kedungjati/Batas Kabupaten Grobogan di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendapat pemantauan dari LSM RPK-RI.
 (Sumber: )
Umum20 Agustus 2026, 10:52 WIB

OJK Purwokerto Ingatkan Bahaya Investasi Ilegal Berkedok Keuntungan Tinggi

Praktisi hukum Saleh Darmawan mengatakan, korban investasi ilegal masih memiliki peluang untuk mengupayakan pemulihan kerugian melalui proses hukum.
Forum diskusi tentang investasi bodong yang digelar di Purwokerto, belum lama ini.
 (Sumber: )
Bisnis19 Agustus 2026, 12:48 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, 156 Broker Properti Jateng Jalani Sertifikasi

Arebi Jateng menggelar sertifikasi kompetensi bagi 156 broker properti sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan agen properti.
 (Sumber: )
Umum16 Agustus 2026, 18:36 WIB

Kisah Baby Udon Bikin Penonton Semarang Menangis Tersedu-sedu

Suasana haru mewarnai roadshow film Baby Udon di Citra XXI, Mal Ciputra Semarang, Minggu (16/8/2026). Sejumlah penonton terlihat menangis.
Roadshow Film Baby Udon di Semarang
Gaya Hidup14 Agustus 2026, 17:28 WIB

Kolaborasi ASTON Inn Pandanaran Semarang dan Awak Media Pererat Silaturahmi

Executive Assistant Manager ASTON Inn Pandanaran Semarang, Yuliani Krisharyati mengatakan, semangat kebersamaan semakin terasa melalui berbagai aktivitas interaktif yang dihadirkan dalam rangkaian Media Connect.
Kegiatan Media Connect di lobi hotel tersebut, Kamis, 13 Agustus 2026. (Dok)
Semarang Raya14 Agustus 2026, 17:07 WIB

Media Massa, Kreator Konten, dan khalayak Diharap tak Abai Verifikasi

Dalam forum yang diselenggarakan Jurnalis FC bersama Forum Wartawan Kota (Forwakot) Semarang itu, membahas tema utama terkait persoalan hoaks, konten menyesatkan atau misleading, dan konsekuensi hukum di ruang digital.
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Viral Boleh Hoaks Jangan!” di Kota Semarang, Kamis 13 Agustus 2026. (dok)
Semarang Raya13 Agustus 2026, 21:22 WIB

Erik Agus Susanto Terpilih Aklamasi Pimpin DPP Lindu Aji Periode 2026–2031

Kongres III Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lindu Aji menetapkan Erik Agus Susanto sebagai Ketua Umum DPP Lindu Aji periode 2026–2031.
 (Sumber: )
Bisnis11 Agustus 2026, 08:35 WIB

MAS Arya Dorong Deteksi Dini Kanker bagi Pekerja Industri Garmen

MAS Arya Indonesia melalui program Aloka fokus pada peningkatan kesadaran dan deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen.
MAS Arya Indonesia melalui program Aloka deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen. 
 (Sumber:  | Foto: Dok.)