Bikin Parno, Ini Ciri Keripik Pisang Narkoba yang Diungkap Bareskrim Polri

Elsa Krismawati
Sabtu 04 November 2023, 11:48 WIB
Berikut ini ciri-ciri keripik pisang narkoba diungkap Bareskrim Polri (Sumber : KompasTV)

Berikut ini ciri-ciri keripik pisang narkoba diungkap Bareskrim Polri (Sumber : KompasTV)

INFOSEMARANG.COM - Pengungkapan pabrik keripik pisang narkoba di Bantul, Yogyakarta membuat masyarakat khawatir dan parno.

Pasalnya, jika dilihat dari kemasan produk, keripik pisang narkoba tersebut tidak jauh beda seperti yang telah beredar di pasaran selama ini.

Seperti diunggah oleh akun menfess di media sosial X @jogmfs, pada 3 November 2023 kemarin.

Baca Juga: Awal Mula Pabrik Keripik Pisang Narkoba di Bantul Terbongkar, Bareskrim Polri: Lokasi Pertama di Depok

"Jika dilihat sepintas, kemasan keripik pisang diberi label 'keripik pisang lumer' ini seperti camilan lainnya, namun siapa sangka jika kemasan keripik pisang ini mengandung narkotika jog," tulis pengirim, seperti dilihat Infosemarang.com.

Namun demikian, berdasarkan penuturan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Wahyu Widada salah satu ciri-ciri keripik pisang narkoba bisa dilihat dari harga yang ditawarkan

Menurut Komjen Wahyu, harga keripik yang mengandung narkotika dibanderol dengan harga tinggi, sehingga sangat tidak wajar.

Baca Juga: Resep Keripik Pisang Anti Gagal, Dijamin Enak dan Bisa Dijadikan Ide Usaha

"Di situ juga dicantumkan harganya yang cukup tinggi, keripik pisang kok harganya segitu, sebenarnya sudah tidak masuk akal," tutur Komjen Wahyu.

Diketahui, harga perkemasan di banderol harga Rp1,5 juta untuk ukuran paling kecil, sementara ukuran besar dibanderol Rp6 juta.

Terpisah, Wadir Tipid Bareskrim Polri, Kombes Pol Jayadi juga mengungkapkan bentuk kemasan dan jenis narkotika yang ada di dalamnya.

Baca Juga: Keripik Pisang Narkoba Bikin Publik Parno Takut Tak Sengaja Termakan, Ini Alasan Mengapa Anda Tidak Perlu Sekhawatir Itu

"Sebenarnya jenis narkotikanya jenis lama, cuman modusnya saja yang berbeda, kali ini pakai desain yang berbeda, kalau sebelumnya mungkin sudah diketahui aparat,"

"Nah kalau sekarang mereka pakai modus baru, dengan keripik pisang sebagai medianya," ungkap Jayadi.

Dari hasil pengungkapan pabrik keripik pisang tersebut, Bareskrim Polri berhasil mengungkap sejumlah tersanga dengan masing-masing perannya.

Baca Juga: Keripik Pisang Narkoba di Bantul Dijual Rp1,5 Juta Per Bungkus, Publik: Yang Rp15 Ribu Malah Ori

Mulai dari produsen, hingga yang berperan sebagai admin pemasaran di media sosial.

Tak hanya keripik, polisi berhasil menyita 2000 botol yang berisi narkotika jenis happy water.

Adapun pabrik keripik pisang narkoba ini berada di 4 lokasi berbeda, diantaranya Depok, Jawa Barat, Megelang, Jawa Tengah, dan dua lokasi lainnya di Bantul, Yogyakarta. ***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum14 Juni 2026, 09:52 WIB

Mohammad Saleh Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sari Yuliati Sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957

Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Tengah, Mohammad Saleh pun menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Sari Yuliati dalam Mubes tersebut.
 (Sumber: )
Umum12 Juni 2026, 18:25 WIB

Mohammad Saleh Apresiasi Langkah Pemprov Jateng Realokasikan Rp200 Miliar untuk Percepat Perbaikan Jalan

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang merealokasikan anggaran sekitar Rp200 miliar pada tahun 2026 untuk mempercepat perbaikan jalan provinsi.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum12 Juni 2026, 12:22 WIB

Penipuan: Ini Dia “Malinda Dee” Penipu Versi Lokal Purwokerto

Modus manipulasi yang dilakukan oleh tersangka D di Purwokerto ini mirip dengan apa yang diperbuat oleh Inong Malinda Dee alias Malinda Dee.
 (Sumber: )
Bisnis11 Juni 2026, 16:06 WIB

Ketua Baru AREBI Jateng Usung Profesionalisme dan Kolaborasi Industri Properti

William Nugraha terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jawa Tengah periode 2026–2029.
 (Sumber: )
Umum10 Juni 2026, 11:09 WIB

Skema Ponzi: Oknum Mantan Pegawai Bank Lakukan Penipuan Berkedok Investasi, Ditahan Polres Banyumas

Polresta Banyumas resmi menetapkan seorang oknum mantan pegawai Bank Mandiri Taspen Purwokerto berinisial NHS alias D, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan berkedok investasi yang merugikan sejumlah nasabah.
 (Sumber: )
Umum07 Juni 2026, 14:10 WIB

Mohammad Saleh Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sari Yuliati Sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957

Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Tengah, Mohammad Saleh menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Sari Yuliati dalam Mubes tersebut.
Para peserta Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 Tahun 2026. (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum05 Juni 2026, 21:42 WIB

Bank Mandiri Hadirkan Paket Makanan dan Minuman Rp1 di Semarang melalui Program Livin’ Mandiri Berbagi

Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah yang memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui program “Livin’ Mandiri Berbagi, Bersama Kita Saling Menguatkan.”
Program “Livin’ Mandiri Berbagi, Bersama Kita Saling Menguatkan.”  di Bank Mandiri Semarang.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum05 Juni 2026, 13:47 WIB

Bank Mandiri Taspen Dampingi Korban Penipuan di Purwokerto Hingga Proses Hukum Tuntas

Sebagai bentuk tindakan tegas, manajemen telah menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat terhadap oknum tersebut.
Kantor Polres Banyumas. (Sumber: )
Umum25 Mei 2026, 20:45 WIB

Program Dokter Spesialis Keliling Sudah Layani Ribuan Warga, Mohammad Saleh Minta Jangkauan Diperluas

Program Speling sangat membantu masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang akses layanan kesehatan spesialisnya masih terbatas.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: dok)
Umum23 Mei 2026, 18:19 WIB

FISIP Undip Gelar Bedah Buku, Mohammad Saleh Tekankan Pentingnya Menjembatani Teori dan Praktik Politik

Fenomena politik kontemporer—terutama di era digital—menunjukkan bahwa pendekatan teoritik perlu terus diperbarui agar tetap relevan.
 (Sumber: )