Minggu, 01 Nov 2026 Semarang RayaUmumBisnisPendidikanGaya Hidup
Beranda › Umum
Umum

Diduga Keponakan Anggota DPRD Lakukan Aksi Bully Pada Teman Sekelasnya, Orangtua Korban Ingin Pelaku Dikeluarkan Dari Sekolah

✍️ Jeanne Pita W 🕒 17 Oct 2023 👁️ 14x dibaca
Diduga Keponakan Anggota DPRD Lakukan Aksi Bully Pada Teman Sekelasnya, Orangtua Korban Ingin Pelaku Dikeluarkan (Sumber : instagram.com/kamusmahasiswa)
Diduga Keponakan Anggota DPRD Lakukan Aksi Bully Pada Teman Sekelasnya, Orangtua Korban Ingin Pelaku Dikeluarkan (Sumber : instagram.com/kamusmahasiswa) Foto: instagram.com/kamusmahasiswa

Aksi bully kembali terjadi di lingkungan sekolah. Kali ini pelaku diduga adalah keponakan dari anggota DPRD setempat.

INFOSEMARANG.COM -- Aksi bullying kembali terjadi di lingkungan sekolah dan viral di media sosial.

Kali ini aksi bully tersebut dilakukan sekelompok siswi di SMA Negeri Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada Jumat (13/10/2023).

Korban yang diketahui berinisial A mengalami penindasan di ruang kelas yang dilakukan oleh siswi lainnya.

Baca Juga: Link Live Skor dan Live Streaming Indonesia vs Brunei Leg 2 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Malam Ini

Korban diganggu atau dibully dengan cara mengolok-oloknya.

Salah satu aksi bullying yang diterima korban yakni jilbab korban yang sudah bagus diperbaiki, ditarik oleh salah satu terduga pelaku bullying berinisial BNQ.

Tak hanya itu saja, BNQ juga melecehkan korban dengan menyentuh area sensitif korban di bagian dada.

Lebih lanjut diketahui bahwa pelaku berinisial BNQ tersebut diduga merupakan keponakan anggota DPRD Langkat berinisial P.

Baca Juga: Google Himbau Pengguna Membuat Passkey Untuk Login Tanpa Password, Ini Alasannya

Aksi bullying tersebut diduga direkam oleh siswi berinisial FDM yang kemudian disebarluaskan ke media sosial dan akhirnya kini menjadi viral.

Diketahui lebih lanjut bahwa FDM ternyata merupakan anak aparat kepolisian.

Meski peristiwa tersebut terjadi di ruang kelas dan ada pelajar lainnya saat itu, namun tak ada seorang pun yang melerai atau mencegah aksi bullying ini.

Sehingga aksi bully terhadap korban terus dilakukan.

Baca Juga: Geger Dokter Cantik Kumpul Kebo dengan Mahasiswa, Apa Alasan Wanita Bersuami Pilih Selingkuh dengan Pria yang Lebih Muda?

Aksi bully ini diketahui orangtua korban pada siang hari setelah peristiwa itu terjadi atas keterangan dari teman korban.

"Pada Sabtu (14/10/2023) pagi, guru sekolah mendatangi rumah kami menjelaskan hal ini. Saya tidak dapat menerima kelakuan anak-anak itu (pelaku) terhadap anak saya (korban)," ujar orang tua korban berinisial W, Minggu (15/10/2023).

Selain itu, orangtua dan pelaku bully diketahui sudah datangke rumah korban pada Sabtu (14/10/2023) malam.

Meski demikian, W, orangtua korban tetap berharap bahwa para pelaku dikeluarkan dari sekolah.

Baca Juga: Paramount Village Semarang Jadi Pilihan Hunian Para Tenaga Medis

Di sisi lain, W pun melarang anaknya untuk datang ke sekolah sementara waktu.

"Anak saya (korban) sudah saya larang sementara untuk sekolah karena ngedrop pada Sabtu (14/10/2023). Namun guru menyuruh untuk tetap datang," ujar W. ***

JW
Jeanne Pita WPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update