Sedang di Israel, Abu Janda Sindir Warga Indonesia Pendukung Presiden Turki Erdogan :Manusia Koplak!

Elsa Krismawati
Selasa 30 Mei 2023, 21:12 WIB
Abu Janda sindir pendukung Erdogan di Indonesia (Sumber : Instagram @permadiaktivis2)

Abu Janda sindir pendukung Erdogan di Indonesia (Sumber : Instagram @permadiaktivis2)

INFOSEMARANG.COM - Banyak yang turut berbahagia atas kemenangan Racep Tayib Erdogan sebagai Presiden Turki.

Sebab, Erdogan diketahui sebagai sosok yang juga membela kemerdekaan Palestina atas Israel.

Tak hanya di Turki, warga Indonesia juga terlihat menyambut baik kemenangan Erdogan.

Baca Juga: Kuasa Hukum Mario Dandy Sebut Pasal 355 Sulit Dibuktikan Jaksa, Mellisa Anggraini:Sejak Kapan Mudah?

Sontak, hal ini menjadi perhatian Permadi Arya atau yang lebih dikenal sebagai Abu Janda.

Melalui akun instagram pribadi miliknya, sosok kontroversial itu sindir para pendukung Erdogan.

Abu Janda terlihat membagikan potret dirinya yang berada di depan gedung kedutaan besar Turki di Israel.

Dalam unggahan yang berbentuk video tersebut, Abu Janda seolah menyindir pendukung Erdogan sebagai manusia koplak.

Baca Juga: Ditalak Cerai Virgoun, Inara Rusli Minta Rp10 Miliar Sebagai Nafkah Iddah, Apa Maksudnya?

"Kenapa Turki punya kedutaan di Israel? karena Turki berhubungan baik dengan Israel, cuma mau ngasih tau aja ke manusia-manusia koplak!" Kata Abu Janda, seperti dikutip infosemarang.com pada Selasa 30 Mei 2023.

Hal ini di maksudkan menyindir fenomena penolakan Israel di Indonesia.

Ketika itu banyak pihak yang menolak Piala Dunia di gelar di Indoensia karena ada Tim dari Israel.

Baca Juga: VIRAL! Remaja 15 Tahun Korban Rudapaksa 11 Pria, Hotman Paris Siap Bantu: Minta Keluarganya Hubungi Hotman 911

Pihak-pihak itu juga menuding Jokowi yang memiliki hubungan dengan Israel, namun kini memuja Erdogan yang ternyata juga menjalin hubungan dengan Israel.

Kemudian Permadi Arya melanjutkan dengan mendoakan agar Indonesia bisa berhubungan baik dengan Israel.

"Idola lu tuh Erdogan sahabatan sama Israel, moga-moga Indonesia ikut jejak Turki," imbuhnya.

Baca Juga: WOW! Minta Nafkah Iddah ke Virgoun Rp10 Miliar, Inara Rusli Beberkan Kerugian yang Dideritanya: Itu Karena..

Erdogan dianggap sebagian masyarakat Indonesia sebagai sosok pemimpin islami yang Ideal.

"Erdogan menang pilpres lagi di Turki??? Kadrun disini heboh bersuka cita, Erdogan dibilang presiden Islami" ujar Abu Janda.

Abu Janda menyoroti pihak yang membenci Turki tapi mengidolakan pemimpin seperti Erdogan Turki.

" benci Israel tapi ngefans Erdogan yang sahabatan Israel, @jokowi yang musuhin Israel malah dibenci," tandasnya.

Baca Juga: Demi Keamanan, Erick Thohir Pastikan Bakal Rahasiakan Hotel Tempat Timnas Argentina Menginap Selama di Indonesia

Dalam postingan tersebut juga Abu Janda menandai orang-orang yang dimaksudkannya dalam postingan itu dengan menyebut 'Kadrun'.(*)

 

 

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum14 Juni 2026, 09:52 WIB

Mohammad Saleh Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sari Yuliati Sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957

Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Tengah, Mohammad Saleh pun menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Sari Yuliati dalam Mubes tersebut.
 (Sumber: )
Umum12 Juni 2026, 18:25 WIB

Mohammad Saleh Apresiasi Langkah Pemprov Jateng Realokasikan Rp200 Miliar untuk Percepat Perbaikan Jalan

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang merealokasikan anggaran sekitar Rp200 miliar pada tahun 2026 untuk mempercepat perbaikan jalan provinsi.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum12 Juni 2026, 12:22 WIB

Penipuan: Ini Dia “Malinda Dee” Penipu Versi Lokal Purwokerto

Modus manipulasi yang dilakukan oleh tersangka D di Purwokerto ini mirip dengan apa yang diperbuat oleh Inong Malinda Dee alias Malinda Dee.
 (Sumber: )
Bisnis11 Juni 2026, 16:06 WIB

Ketua Baru AREBI Jateng Usung Profesionalisme dan Kolaborasi Industri Properti

William Nugraha terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jawa Tengah periode 2026–2029.
 (Sumber: )
Umum10 Juni 2026, 11:09 WIB

Skema Ponzi: Oknum Mantan Pegawai Bank Lakukan Penipuan Berkedok Investasi, Ditahan Polres Banyumas

Polresta Banyumas resmi menetapkan seorang oknum mantan pegawai Bank Mandiri Taspen Purwokerto berinisial NHS alias D, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan berkedok investasi yang merugikan sejumlah nasabah.
 (Sumber: )
Umum07 Juni 2026, 14:10 WIB

Mohammad Saleh Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sari Yuliati Sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957

Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Tengah, Mohammad Saleh menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Sari Yuliati dalam Mubes tersebut.
Para peserta Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 Tahun 2026. (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum05 Juni 2026, 21:42 WIB

Bank Mandiri Hadirkan Paket Makanan dan Minuman Rp1 di Semarang melalui Program Livin’ Mandiri Berbagi

Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah yang memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui program “Livin’ Mandiri Berbagi, Bersama Kita Saling Menguatkan.”
Program “Livin’ Mandiri Berbagi, Bersama Kita Saling Menguatkan.”  di Bank Mandiri Semarang.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum05 Juni 2026, 13:47 WIB

Bank Mandiri Taspen Dampingi Korban Penipuan di Purwokerto Hingga Proses Hukum Tuntas

Sebagai bentuk tindakan tegas, manajemen telah menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat terhadap oknum tersebut.
Kantor Polres Banyumas. (Sumber: )
Umum25 Mei 2026, 20:45 WIB

Program Dokter Spesialis Keliling Sudah Layani Ribuan Warga, Mohammad Saleh Minta Jangkauan Diperluas

Program Speling sangat membantu masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang akses layanan kesehatan spesialisnya masih terbatas.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: dok)
Umum23 Mei 2026, 18:19 WIB

FISIP Undip Gelar Bedah Buku, Mohammad Saleh Tekankan Pentingnya Menjembatani Teori dan Praktik Politik

Fenomena politik kontemporer—terutama di era digital—menunjukkan bahwa pendekatan teoritik perlu terus diperbarui agar tetap relevan.
 (Sumber: )