STOP Lakukan 8 Hal Ini Jika Kamu Memang Cinta dengan Pasanganmu

Jeanne Pita W
Rabu 01 November 2023, 08:30 WIB
ilustrasi : STOP Lakukan 8 Hal Ini Jika Kamu Memang Cinta dengan Pasanganmu (Sumber : freepik)

ilustrasi : STOP Lakukan 8 Hal Ini Jika Kamu Memang Cinta dengan Pasanganmu (Sumber : freepik)

INFOSEMARANG.COM -- Dalam sebuah hubungan percintaan atau asmara tentu banyak cara yang dapat dilakukan untuk menunjukkan perasaan cinta pada pasangan.

Namun alih-alih sebagai bentuk perasaan cinta, terkadang hal yang kita lakukan bisa jadi terlalu berlebihan.

Hingga terkadang seolah kita terlalu mengontrol pasangan dengan dalih cinta.

Baca Juga: Sadis! Sakit Hati Di-Kick Dari Grup WA, Seorang Pria Lakukan Pembunuhan di Bandung

Jika Anda memang cinta dengan pasangan Anda, maka sebaiknya kurangilah melakukan hal berikut ini.

1. Terlalu mengontrol

Jika salah satu pasangan mengendalikan seluruh hubungan dan mengambil alih semua keputusan tanpa minta pendapat pasangannya, hal ini malah akan merusak keseimbangan dalam sebuah hubungan.

2. Mengabaikan kebutuhan pasangan

Mengabaikan dan kurang memperhatikan kebutuhan pasangan, perasaan, pandangan dan bahkan pendapatnya bisa membuat pasangan Anda merasa tidak dihargai.

Selain itu, pasangan Anda juga akan merasa sendirian dalam jalinan hubungan kalian.

Baca Juga: VIRAL Dua Bocah 10 Tahun Menikah, Begini Dampak Pernikahan Di Bawah Umur yang Harus Diketahui Sejak Dini

3. Menjadi pasif-agresif

Beberapa contoh tindakan pasif-agresif ini antara lain silent treatment, menghina secara halus bahkan menunjukkan bahasa tubuh yag menolak atau jijik pada pasangan.

4. Manipulatif

Tidak menutup kemungkinan bahwa seseorang dapat melakukan manipulasi emosi pada pasangannya.

Hal ini biasanya dilakukan sebagai alat untuk mencapai tujuan pribadinya.

Beberapa cara yang dilakukan biasanya bisa dengan mengancam, memanipulasi rasa bersalah hingga berperilaku dengan tidak jujur untuk memanipulasi pasangan.

Baca Juga: Jangan Menyerah! Ini Cara Meluluhkan Hati Wanita yang Tidak Mencintai Kita

5. Kritik yang terus-menerus

Menyampaikan kritik memang tidak dilarang dan bahkan terkadang dapat membangun seseorang menjadi lebih baik.

Namun jika kritik ini dilakukan terus-menerus tanpa adanya apresiasi atau pujian atas pencapaian yang diraih, hal ini malah akan merusak kepercayaan pasangan dan menyebabkan perasan terluka.

6. Over Dependency

Cobalah untuk mengurangi kebergantungan sepenuhnya pada pasangan.

Bergantungsepenuhnya pada pasangan untuk kebahagiaan diri sendiri ini malah akan menjadi beban yang sangat besar dalam hubungan.

Karena ketergantungan yang berlebihan dapat mengarah pada perasaan terjebak hingga tertekan.

Baca Juga: November 2023: Daftar Hari Libur Nasional Tanggal Merah dan Cuti Bersama, Cek Selengkapnya

7. Ekspektasi yang berlebihan

Dalam sebuah hubungan, komunikasi menjadi hal yang penting.

Namun tak jarang dalam sebuah hubungan seseorang cenderung berasumsi bahwa pasangannya bisa mengetahui semua yang dirasakannya tanpa mengkomunikasikannya.

Asumsi demi asumsi dalam hubungan ini dapat membuat seseorang memiliki ekspektasi yangberlebihan dan malah akan menjadi perilaku yang tidak sehat dalam hubungan.

Baca Juga: Persiapan Stadion Selesai 100 Persen, Indonesia Siap Helat Piala Dunia U-17 2023

8. Kekerasan fisik dan emosional

Jangan sampai Anda terjebak dengan pasangan yang melakukan kekerasan baik secara fisik maupun emosional.

Karena hal ini adalah bentuk yang paling serius serta merusak dari prilaku cinta.

Kekerasan emosional dapat mencakup pelecehan, ancaman atau kontrol yang melampaui batas.

Untuk itu, pastikan bahwa Anda menjalin hubungan asmara yang sehat dan membahagiakan.

Pastikan bahwa cara Anda dan pasangan menunjukkan rasa cinta satu sama lain dilakukan dengan sehat tanpa menyakiti satu sama lain. ***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum30 Juli 2026, 16:49 WIB

Eks DPR RI Riyanta Serukan ‘Bersih-bersih’ Indonesia Mulai dari Aparatnya

Anggota DPR RI periode 2021-2024 Riyanta, mengatakan, upaya bersih-bersih Indonesia dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) harus dimulai dari aparat penegak hukum (APH)-nya.
Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Gerakan Jalan Lurus (GJL) Riyanta, di Kawasan Kota Lama Semarang, belum lama ini. (Dok) (Sumber: )
Umum30 Juli 2026, 08:59 WIB

Penyidikan Kasus Investasi Bodong Banyumas Ungkap Dugaan Korban Didorong Ajukan Kredit Bank

Berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan sejumlah pihak, tersangka diduga mendorong sebagian korban untuk terus menambah dana investasi, termasuk dengan mengajukan kredit ke sejumlah bank.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum28 Juli 2026, 16:48 WIB

3 Kali Sidang Perkara Warisan Rumah di Semarang Ditunda, Dinilai tak Adil Bagi Tergugat

Sidang perkara sengketa hak waris atas sebidang rumah di Jalan Pringgading Nomor 70, Kota Semarang, ditunda untuk ketiga kalinya oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang, Senin, 27 Juli 2026.
Kuasa hukum salah satu tergugat, Imanuel Alvares. (Foto: Diaz A Abidin) (Sumber: )
Bisnis24 Juli 2026, 06:20 WIB

Aset Tumbuh Capai Rp186 Triliun, Pegadaian Libatkan Kepolisian untuk Pengamanan

Aset PT Pegadaian (Persero) kian bertumbuh mencapai Rp186 triliun, ditambah outstanding loan sebesar Rp155 triliun pada saat ini. Selain itu masih terdapat aset-aset fisik yang dimiliki.
Penandatangan kerja sama antara PT Pegadaian dan Polri, di Hotel Aruss, Kota Semarang, Kamis, 23 Juli 2026. (Dok) (Sumber: )
Umum23 Juli 2026, 12:30 WIB

Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong

Dalam memuluskan aksi kejahatannya, tersangka selain memperdaya ternyata juga "mengintimidasi" secara psikis para korbannya.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum09 Juli 2026, 09:07 WIB

Layanan Operasional Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Purwokerto Berjalan Normal

Bank Mandiri Taspen memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional dan layanan perbankan di Kantor Cabang Purwokerto tetap berjalan normal.
 (Sumber: )
Umum08 Juli 2026, 18:26 WIB

Penipuan Investasi Bodong Purwokerto, OJK Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka

OJK berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung proses penindakan hukum terhadap kasus penipuan berkedok investasi di Purwokerto.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum04 Juli 2026, 09:05 WIB

Bank Mandiri Taspen Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka NHS

Bank Mandiri Taspen menegaskan komitmen bank untuk mendukung proses hukum dalam perkara dugaan penipuan berkedok investasi di Purwokerto.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum03 Juli 2026, 16:56 WIB

Bank Mandiri Perkuat Aksi Kemanusiaan Lewat Program Donor Darah Berkelanjutan

Aksi donor darah ini bentuk komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi kemanusiaan berkelanjutan.
 (Sumber: )
Umum02 Juli 2026, 08:23 WIB

Kuasa hukum Bank Mandiri Taspen: Penyelesaian Kasus NHS Harus Dalam Koridor Hukum dan Fakta yang Tepat

Kuasa hukum Bank Mandiri Taspen Jeffry MH, menyatakan pendampingan hukum korban penipuan oleh NHS agar dilakukan secara profesional.
 (Sumber: )