Kenali Catfishing: Cara Melindungi Diri dari Penipuan Kencan Online

Galuh Prakasa
Senin 09 Oktober 2023, 18:48 WIB
Ilustrasi | Catfishing, bahaya penipuan dalam kencan online. (Sumber : Pexels/cottonbro studio)

Ilustrasi | Catfishing, bahaya penipuan dalam kencan online. (Sumber : Pexels/cottonbro studio)

INFOSEMARANG.COM -- Revolusi teknologi, seperti kemunculan aplikasi perjodohan dan media sosial, telah membuka pintu bagi pertemuan pasangan secara daring.

Namun, di balik peluang tersebut, terselip risiko penyalahgunaan dan pelecehan yang harus diwaspadai.

Apa Itu Catfishing?

Catfishing adalah bentuk penipuan di dunia online di mana seseorang menggunakan identitas palsu untuk mengeksploitasi orang yang dikenalnya secara online.

Baca Juga: Urutan Skincare yang Benar, Pakai Serum atau Sunscreen Dulu?

Dalam beberapa kasus, hubungan palsu yang dibangun oleh penipu ini bisa berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama, dengan tujuan utama seringkali adalah eksploitasi keuangan.

Namun, tidak hanya terbatas pada uang, catfishing juga bisa mencakup eksploitasi psikologis.

Bagaimana Menghindari Menjadi Korban Catfishing?

1. Waspadai Tanda-Tanda Awal: Mengenali tanda-tanda catfishing dapat membantu Anda melindungi diri. Beberapa tanda potensi penipuan percintaan online meliputi:

- Mereka menghubungi Anda lebih dulu.
- Profil terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan.
- Pujian berlebihan atau "love bombing".
- Mereka enggan melakukan panggilan suara atau video call.
- Pola komunikasi yang aneh atau bertele-tele.
- Permintaan uang atau transaksi keuangan lainnya.

Baca Juga: Kesulitan Ajak Balita Tidur Siang? Coba Alternatif Quiet Time Ini di Rumah

2. Percayai Insting Anda: Jika sesuatu terasa tidak benar atau terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, percayai insting Anda. Jangan ragu untuk menghentikan komunikasi jika ada keraguan.

3. Lakukan Verifikasi Identitas: Saat berinteraksi dengan seseorang secara online, pertimbangkan untuk melakukan verifikasi identitas. Ini bisa melibatkan video call atau meminta foto dengan tanda tertentu untuk memastikan bahwa orang yang Anda ajak bicara adalah orang yang sebenarnya.

4. Hindari Berbagi Informasi Pribadi: Jaga informasi pribadi Anda, seperti alamat rumah, nomor telepon, atau detail keuangan, agar tidak jatuh ke tangan yang salah.

5. Gunakan Platform Terpercaya: Pilih aplikasi kencan atau platform sosial yang terkenal dan terpercaya. Platform ini cenderung memiliki kontrol keamanan yang lebih baik dan melibatkan proses verifikasi pengguna.

Baca Juga: 30 Persen Ayah Mengalami Depresi Postpartum Paska Istri Melahirkan

6. Waspadai Permintaan Keuangan: Jangan pernah memberikan uang kepada orang yang Anda temui secara online, terutama jika Anda belum pernah bertemu secara langsung. Permintaan uang bisa menjadi tanda pasti adanya niat buruk.

Dengan mengenali tanda-tanda catfishing dan tetap waspada, Anda dapat melindungi diri dari penipuan percintaan online yang merugikan.

Keamanan diri adalah prioritas utama dalam menjelajahi dunia perjodohan daring yang luas ini.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum04 September 2026, 09:44 WIB

Dika Akui Menipu dan Gelapkan Uang Pensiunan: Tiga Saksi Beberkan Kejahatan Terdakwa di PN Purwokerto

Dalam sidang di PN Purwokerto, Nurma Handika Sari alias Dika, mengakui seluruh kesalahan yang didakwakan pada dirinya.
 (Sumber: )
Umum24 Agustus 2026, 15:20 WIB

Dukung Aksi AMPB di DPR RI, Riyanta GJL Sebut RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Jalan Lurus (GJL) mendukung rencana aksi pencapaian pendapat oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI, Kamis 27 Agustus 2026.
Ketum GJL Riyanta beri keterangan di Kawasan Kota Lama Semarang, Ahad, 23 Agustus 2026. (Sumber: )
Semarang Raya24 Agustus 2026, 11:34 WIB

RPK-RI Pastikan Pekerjaan Jalan Bringin dan K3 Berjalan Sesuai Ketentuan

Proyek peningkatan Jalan Batas Kota Salatiga–Kedungjati/Batas Kabupaten Grobogan di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendapat pemantauan dari LSM RPK-RI.
 (Sumber: )
Umum20 Agustus 2026, 10:52 WIB

OJK Purwokerto Ingatkan Bahaya Investasi Ilegal Berkedok Keuntungan Tinggi

Praktisi hukum Saleh Darmawan mengatakan, korban investasi ilegal masih memiliki peluang untuk mengupayakan pemulihan kerugian melalui proses hukum.
Forum diskusi tentang investasi bodong yang digelar di Purwokerto, belum lama ini.
 (Sumber: )
Bisnis19 Agustus 2026, 12:48 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, 156 Broker Properti Jateng Jalani Sertifikasi

Arebi Jateng menggelar sertifikasi kompetensi bagi 156 broker properti sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan agen properti.
 (Sumber: )
Umum16 Agustus 2026, 18:36 WIB

Kisah Baby Udon Bikin Penonton Semarang Menangis Tersedu-sedu

Suasana haru mewarnai roadshow film Baby Udon di Citra XXI, Mal Ciputra Semarang, Minggu (16/8/2026). Sejumlah penonton terlihat menangis.
Roadshow Film Baby Udon di Semarang
Gaya Hidup14 Agustus 2026, 17:28 WIB

Kolaborasi ASTON Inn Pandanaran Semarang dan Awak Media Pererat Silaturahmi

Executive Assistant Manager ASTON Inn Pandanaran Semarang, Yuliani Krisharyati mengatakan, semangat kebersamaan semakin terasa melalui berbagai aktivitas interaktif yang dihadirkan dalam rangkaian Media Connect.
Kegiatan Media Connect di lobi hotel tersebut, Kamis, 13 Agustus 2026. (Dok)
Semarang Raya14 Agustus 2026, 17:07 WIB

Media Massa, Kreator Konten, dan khalayak Diharap tak Abai Verifikasi

Dalam forum yang diselenggarakan Jurnalis FC bersama Forum Wartawan Kota (Forwakot) Semarang itu, membahas tema utama terkait persoalan hoaks, konten menyesatkan atau misleading, dan konsekuensi hukum di ruang digital.
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Viral Boleh Hoaks Jangan!” di Kota Semarang, Kamis 13 Agustus 2026. (dok)
Semarang Raya13 Agustus 2026, 21:22 WIB

Erik Agus Susanto Terpilih Aklamasi Pimpin DPP Lindu Aji Periode 2026–2031

Kongres III Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lindu Aji menetapkan Erik Agus Susanto sebagai Ketua Umum DPP Lindu Aji periode 2026–2031.
 (Sumber: )
Bisnis11 Agustus 2026, 08:35 WIB

MAS Arya Dorong Deteksi Dini Kanker bagi Pekerja Industri Garmen

MAS Arya Indonesia melalui program Aloka fokus pada peningkatan kesadaran dan deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen.
MAS Arya Indonesia melalui program Aloka deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen. 
 (Sumber:  | Foto: Dok.)