13 Tanda Bahaya dalam Hubungan, Segera Tinggalkan Jika Kamu Tidak Bisa Mengatasinya

Galuh Prakasa
Jumat 14 Juli 2023, 09:21 WIB
Ilustrasi | 13 tanda bahaya dalam hubungan yang harus diwaspadi. (Sumber : Pexels/RDNE Stock project)

Ilustrasi | 13 tanda bahaya dalam hubungan yang harus diwaspadi. (Sumber : Pexels/RDNE Stock project)

INFOSEMARANG.COM -- Apakah tanda-tanda bahaya adalah alasan untuk menjauhi seseorang?

Banyak orang membicarakan tanda-tanda bahaya dalam hubungan, tetapi apa sebenarnya arti dari istilah tersebut? Apakah semua tanda bahaya sama bagi semua orang?

Apakah itu alasan untuk menjauh, ataukah masuk akal untuk menghadapi tanda bahaya tersebut dan memperbaiki hubungan?

Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan menguraikan beberapa tanda bahaya dalam hubungan yang paling umum agar kamu dapat lebih waspada.

Apa Itu Tanda Bahaya dalam Hubungan?

Dilansir dari verywellmind pada Jumat, 14 Juli 2023, dalam semua konteks, istilah "tanda bahaya" atau red flags menandakan alasan untuk berhenti.

Red flags dilemparkan dalam olahraga ketika permainan dihentikan karena pelanggaran, dan mereka dikibarkan di trek balap mobil ketika kondisinya terlalu berbahaya untuk melanjutkan perjalanan.

Lampu merah memberi sinyal kepada kita untuk berhenti kendaraan di jalan, dan tanda pita merah memberi peringatan agar kita tidak melampaui titik tertentu.

"Dalam hubungan, red flags adalah tanda bahwa orang tersebut mungkin tidak dapat menjalani hubungan yang sehat dan melanjutkan hubungan bersama akan berbahaya secara emosional," jelas Dr. Wendy Walsh, PhD, seorang psikolog klinis yang mengkhususkan diri dalam hubungan.

Perlu diingat bahwa tanda bahaya dalam hubungan mungkin tidak jelas. Sementara beberapa tanda sangat jelas, banyak yang mungkin lebih terasa sebagai petunjuk bahwa ada masalah yang mendasarinya.

Selain itu, tanda bahaya dalam hubungan mungkin membutuhkan waktu untuk muncul.

Baca Juga: 5 Kelebihan Yamaha All New NMax 155 ABS yang Membuatnya Lebih Layak Dibeli Dibandingkan Versi Connected

Red Flags vs Yellow Flags

Penting untuk memahami perbedaan antara red flags dan yellow flags. Pada akhirnya, tanda bahaya menunjukkan alasan untuk berhenti atau mundur dari sebuah hubungan, sedangkan yellow flags lebih ringan dan memberi peringatan untuk melambat.

Seringkali, yellow flags bervariasi tergantung pada kebutuhan dan keinginan pribadi kamu dalam sebuah hubungan, sementara tanda bahaya bersifat lebih universal.

"Yellow flags mungkin seperti kesulitan dalam komunikasi emosional yang dimiliki oleh seseorang dan yang mereka usahakan untuk memperbaikinya," kata Dr. Walsh.

"Tanda bahaya mungkin adalah seseorang dengan riwayat kekerasan dalam rumah tangga, selingkuh kronis, atau penyalahgunaan zat."

13 Tanda Bahaya dalam Hubungan yang Harus Kamu Ketahui

Jika pasanganmu menunjukkan salah satu dari tanda bahaya berikut, sudah saatnya untuk berbicara dengan dirimu sendiri dan pasanganmu tentang masa depan hubunganmu.

1. Alkoholisme dan Kecanduan Narkoba

"Minum setiap hari atau minum sampai mabuk beberapa kali dalam seminggu bisa menjadi tanda bahaya untuk masalah minum-minum," kata Amber Trueblood, LMFT.

Ketergantungan pada narkoba untuk menghadapi kehidupan sehari-hari atau segala sesuatu yang naik turun juga merupakan hal yang mengkhawatirkan.

Jika alkohol atau narkoba mempengaruhi kehidupan pasanganmu secara negatif, baik itu pekerjaan, kesehatan, atau hubungan, itu adalah tanda adanya kecanduan.

Begitu juga jika pasanganmu bergantung pada obat-obatan untuk melewati situasi sulit, hal ini menunjukkan adanya kecanduan dan menandakan bahwa mereka belum menemukan cara untuk menghadapi hidup tanpa mengubah keadaan mental mereka.

Baca Juga: Kronologi Bocah 8 Tahun di Bringin Semarang Dibakar Teman Mainnya, Keluarga Pelaku Tak Mau Tanggung Jawab

2. Perilaku Kekerasan

Seseorang yang menunjukkan kekerasan terhadapmu, orang-orang tercinta, orang asing, bahkan hewan, merupakan tanda bahaya yang serius.

Ini menunjukkan bahwa mereka belum mengembangkan cara yang sehat untuk mengalirkan emosi mereka.

Dalam beberapa kasus, hal ini juga menunjukkan bahwa mereka kurang memiliki empati terhadap orang lain.

3. Perbedaan Tujuan dalam Hubungan

Dr. Walsh mengatakan bahwa jika tujuan hubunganmu bertentangan, ini bisa menjadi tanda bahwa sudah saatnya untuk pergi.

Meskipun hal ini bukan tanda bahaya, dalam arti bahwa ini adalah masalah pribadi yang harus diselesaikan, namun perbedaan tujuan adalah tanda bahaya untuk masa depan hubunganmu.

Jika pasanganmu mengatakan, misalnya, bahwa mereka tidak akan pernah menikah, sedangkan kamu menginginkan pernikahan, maka sudah saatnya kamu mempertimbangkan untuk melepasnya.

4. Rasa Cemburu dan Ketidakpercayaan yang Berlebihan

"Tanda bahaya lainnya adalah rasa cemburu dan ketidakpercayaan," kata Trueblood.

Seringkali, tanda bahaya terlihat seperti perhatian pada awal hubungan, tetapi perhatian seperti rasa cemburu dan ketidakpercayaan lambat laun menjadi lepas kontrol.

Jika kamu mengalami hal tersebut dan telah membicarakannya dengan pasanganmu namun tidak ada perubahan yang berarti, bersiaplah untuk tanda bahaya ini karena bisa menjurus ke hubungan toxic.

Baca Juga: Lagi, Kecelakaan ke-4 di Perbatasan Ungaran, Truk Dump Tabrak Avanza yang Hendak Nyeberang

5. Riwayat Perselingkuhan

Hubungan membutuhkan kepercayaan untuk berhasil. Jika pasanganmu memiliki riwayat perselingkuhan, penting untuk melangkah dengan hati-hati.

Bahkan jika pasanganmu telah menunjukkan perubahan, kamu harus bertanya pada dirimu sendiri apakah kamu merasa nyaman menjalani hubungan, mengetahui bahwa mereka memiliki riwayat selingkuh.

Beberapa orang mungkin tidak terganggu dengan hal ini, tetapi jika kamu merasa terganggu, kamu harus menyadari bahwa faktor ini akan mempengaruhi kemampuanmu untuk sepenuhnya mempercayai pasanganmu.

6. Pasangan Mengendalikan Semuanya

Pasangan yang bersifat mengendalikan segala hal kemungkinan memiliki masalah pribadi yang mendalam yang harus mereka kerjakan.

Renungkan kembali hubunganmu jika pasanganmu mencoba mengendalikan siapa yang kamu temui, dengan siapa kamu berbicara, ke mana kamu pergi, bagaimana kamu menghabiskan uangmu, apa yang kamu lakukan di dunia online, bagaimana tubuhmu terlihat, apa yang kamu makan, atau bahkan apa yang kamu pakai.

Baca Juga: Diduga ODGJ, Maling Baju dan 3 HP di Pasar Jerakah Ditangkap, Nurut saat Diminta Polisi Pakai Borgol Sendiri

7. Cerita tentang "Mantan yang Gila"

Membicarakan mantan adalah hal yang umum, terutama ketika kamu baru mulai berkencan dengan seseorang. Perhatikan bahasa yang dipakai pasanganmu ketika membicarakan orang-orang yang pernah mereka pacari di masa lalu.

Perspektif semacam ini mengalihkan tanggung jawab dan menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap orang-orang yang pernah mereka cintai dan sayangi.

Jika calon pasanganmu menggambarkan mantan mereka sebagai orang gila daripada bertanggung jawab 50% atas segala kegilaan yang mungkin ada dalam hubungan masa lalu, ada kemungkinan besar kamu akan menjadi "mantan yang gila" mereka selanjutnya.

8. Tidak Punya Teman

Jika pasanganmu kesulitan untuk membangun dan mempertahankan hubungan, ini bisa menunjukkan bahwa kamu juga akan mengalami kesulitan untuk terhubung dengannya.

Cobalah untuk memahami mengapa pasanganmu kesulitan membangun hubungan dengan orang lain.

Jika kamu menemukan pembelaan diri, kurangnya tanggung jawab pribadi, atau kurangnya semangat, maka kamu kemungkinan besar akan mengalami perlakuan yang sama dalam hubunganmu.

9. Mereka Memberikan Semua Waktu Mereka untukmu

Tanda bahaya ini kadang-kadang terkait dengan poin sebelumnya. Ketika pasanganmu tidak memiliki hubungan, hobi, atau tujuan lain, itu adalah resep untuk hubungan yang tidak sehat dan tidak memuaskan.

Jika seseorang mengandalkanmu sepenuhnya dan selalu untuk merasa bahagia dan terhibur, ini dapat menyebabkan perasaan sesak dan ketidakbahagiaan.

Baca Juga: Kasus Kematian Arsyad di Konser JKT48 Semarang, Polisi Periksa 8 Saksi dari Panitia Penyelenggara dan Keluarga

10. Kurangnya Intimasi Emosional

Salah satu hal terbaik dalam menjalin hubungan romantis adalah terhubung secara mendalam dan otentik dengan orang lain.

Bagi beberapa orang, intimasi emosional memang sulit, tetapi itu harus selalu menjadi tujuan.

Pasangan yang tidak menunjukkan minat untuk membuka diri dan keinginan terikat denganmu adalah tanda kehancuran bagi sebuah hubungan.

11. Gaslighting

Gaslighting adalah saat seseorang mengatakan dan/atau melakukan hal-hal untuk membuatmu meragukan dirimu sendiri.

Mereka mungkin berbohong, mengatakan bahwa kamu pelupa, mengubah sejarah, menuduh kamu berlebihan, dan menggunakan taktik manipulatif lainnya untuk membuatmu merasa dan terlihat gila secara mental.

Tujuan dari jenis penyalahgunaan emosional ini adalah kontradiksi dan pengurangan harga diri dirimu sendiri.

12. Love Bombing

Orang-orang dengan gangguan kepribadian narsistik atau borderline, antara lain, biasanya melakukan love bombing.

Love bombing yaitu memberikan pujian dan kasih sayang secara manipulatif untuk mendapatkan kepercayaan dengan cepat.

Baca Juga: Dibebastugaskan, Kepala SMKN 1 Sale Rembang Ngaku Kecewa tapi Siap Diperiksa

13. Breadcrumbing

Seseorang yang melakukan breadcrumbing membuatmu tetap berharap dengan memberikan sedikit rayuan - cukup agar kamu tidak menyerah pada hubungan tersebut.

Jika kamu mendekati orang ini, mereka akan menjauh. Tetapi jika kamu menjauh, orang tersebut akan meningkatkan rayuannya kembali.

Seorang pelaku breadcrumbing tidak ingin atau berniat untuk berkomitmen.

Berdasarkan tanda bahaya ini, penting untuk mengingat bahwa setiap hubungan memiliki dinamika dan konteksnya sendiri.

Penting untuk memperhatikan tanda-tanda ini dan mempertimbangkan apakah hubunganmu memenuhi kebutuhan dan keinginanmu secara menyeluruh.

Keputusan tentang melanjutkan atau mengakhiri hubungan adalah keputusan yang harus kamu ambil berdasarkan kepentinganmu sendiri.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum30 Juli 2026, 17:28 WIB

Jawa Tengah Diruwat, Imbas 5 Bupati Kena OTT KPK

Masyarakat dari Aliansi Rakyat Jawa Tengah Peduli Anti Korupsi, melakukan ruwatan dan doa bersama di halaman Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Semarang, Kamis, 30 Juli 2026. 
Ruwatan dan doa bersama di halaman Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang.
Umum30 Juli 2026, 16:49 WIB

Eks DPR RI Riyanta Serukan ‘Bersih-bersih’ Indonesia Mulai dari Aparatnya

Anggota DPR RI periode 2021-2024 Riyanta, mengatakan, upaya bersih-bersih Indonesia dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) harus dimulai dari aparat penegak hukum (APH)-nya.
Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Gerakan Jalan Lurus (GJL) Riyanta, di Kawasan Kota Lama Semarang, belum lama ini. (Dok) (Sumber: )
Umum30 Juli 2026, 08:59 WIB

Penyidikan Kasus Investasi Bodong Banyumas Ungkap Dugaan Korban Didorong Ajukan Kredit Bank

Berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan sejumlah pihak, tersangka diduga mendorong sebagian korban untuk terus menambah dana investasi, termasuk dengan mengajukan kredit ke sejumlah bank.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum28 Juli 2026, 16:48 WIB

3 Kali Sidang Perkara Warisan Rumah di Semarang Ditunda, Dinilai tak Adil Bagi Tergugat

Sidang perkara sengketa hak waris atas sebidang rumah di Jalan Pringgading Nomor 70, Kota Semarang, ditunda untuk ketiga kalinya oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang, Senin, 27 Juli 2026.
Kuasa hukum salah satu tergugat, Imanuel Alvares. (Foto: Diaz A Abidin) (Sumber: )
Bisnis24 Juli 2026, 06:20 WIB

Aset Tumbuh Capai Rp186 Triliun, Pegadaian Libatkan Kepolisian untuk Pengamanan

Aset PT Pegadaian (Persero) kian bertumbuh mencapai Rp186 triliun, ditambah outstanding loan sebesar Rp155 triliun pada saat ini. Selain itu masih terdapat aset-aset fisik yang dimiliki.
Penandatangan kerja sama antara PT Pegadaian dan Polri, di Hotel Aruss, Kota Semarang, Kamis, 23 Juli 2026. (Dok) (Sumber: )
Umum23 Juli 2026, 12:30 WIB

Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong

Dalam memuluskan aksi kejahatannya, tersangka selain memperdaya ternyata juga "mengintimidasi" secara psikis para korbannya.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum09 Juli 2026, 09:07 WIB

Layanan Operasional Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Purwokerto Berjalan Normal

Bank Mandiri Taspen memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional dan layanan perbankan di Kantor Cabang Purwokerto tetap berjalan normal.
 (Sumber: )
Umum08 Juli 2026, 18:26 WIB

Penipuan Investasi Bodong Purwokerto, OJK Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka

OJK berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung proses penindakan hukum terhadap kasus penipuan berkedok investasi di Purwokerto.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum04 Juli 2026, 09:05 WIB

Bank Mandiri Taspen Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka NHS

Bank Mandiri Taspen menegaskan komitmen bank untuk mendukung proses hukum dalam perkara dugaan penipuan berkedok investasi di Purwokerto.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum03 Juli 2026, 16:56 WIB

Bank Mandiri Perkuat Aksi Kemanusiaan Lewat Program Donor Darah Berkelanjutan

Aksi donor darah ini bentuk komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi kemanusiaan berkelanjutan.
 (Sumber: )