Diduga Demi Hilangkan Identitas, Pelaku Mutilasi di Lampung Memang Sengaja Hilangkan Bagian Kepala Tangan dan Kaki

Arendya Nariswari
Kamis 14 September 2023, 17:01 WIB
Ilustrasi TKP penemuan mayat (Sumber : Pixabay)

Ilustrasi TKP penemuan mayat (Sumber : Pixabay)

INFOSEMARANG.COM - Belum lama ini seperti kita ketahui publik digemparkan dengan kasus penemuan mayat tanpa kepala di Lampung yang diduga merupakan korban mutilasi.

Empat mayat tanpa kepala tersebut ditemukan di perairan wilayah Lampung dalam kondisi tubuh tidak lengkap, jadi tak hanya kepala saja yang hilang.

Baca Juga: Diduga Dalam Pengaruh Obat, Oknum TNI Sampai Sebabkan Kecelakaan Beruntun di Tol MBZ

Pihak kepolisian semakin kesulitan dalam proses identifikasi sebab ketika ditemukan kondisi mayat tanpa kepala sudah dalam kondisi membusuk.

Dalam waktu sebulan, pihak kepolisian satu per satu menemukan mayat tanpa kepala itu di beberapa pantai, seperti Pantau Karang Bolong, Pantai Dusun Parat Dua hingga Pantai Cukuh Gayau.

Beberapa di antara mayat tanpa kepala yang ditemukan, bagian kaki dan juga sendi-sendinya terdapat pula dalam kondisi hilang.

Baca Juga: Salah Lapak! Instagram Hendra Purnama Atlet Panahan Digruduk Netizen Gegara Diduga Sebabkan Bromo Kebakaran

Tidak sedikit publik juga merasa janggal dan ikut berdiskusi terkait kasus tersebut melalui akun media sosial Twitter.

Tidak sedikit warganet menyebutkan jika sang pelaku memang menghilangkan beberapa anggota tubuh agar pihak berwajib kesulitan dalam melakukan identifikasi.

“Pembunuhnya pinter, karena informasi itu bisa didapetin dari sidik jari makanya semua yang mengandung bahan investigasi sudah dipotong semua,” tulis akun Twitter @Einsbach.

Dengan dipotongnya sejumlah bagian tubuh korban, sidik jari dari yang bersangkutan membuat proses identifikasi semakin sulit.

Baca Juga: Mengenal Metode Sujok yang Bisa Hilangkan Sakit Tenggorokan Hanya dengan Memutar Jari Kelingking

Dibuangnya korban ke daerah pantai juga diduga sengaja dilakukan oleh pelaku guna menyamarkan DNA.

“Dibuang di laut biar darahnya nyampur sama mineral denaturasi DNA," pungkasnya.

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum30 Juli 2026, 17:28 WIB

Jawa Tengah Diruwat, Imbas 5 Bupati Kena OTT KPK

Masyarakat dari Aliansi Rakyat Jawa Tengah Peduli Anti Korupsi, melakukan ruwatan dan doa bersama di halaman Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Semarang, Kamis, 30 Juli 2026. 
Ruwatan dan doa bersama di halaman Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang.
Umum30 Juli 2026, 16:49 WIB

Eks DPR RI Riyanta Serukan ‘Bersih-bersih’ Indonesia Mulai dari Aparatnya

Anggota DPR RI periode 2021-2024 Riyanta, mengatakan, upaya bersih-bersih Indonesia dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) harus dimulai dari aparat penegak hukum (APH)-nya.
Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Gerakan Jalan Lurus (GJL) Riyanta, di Kawasan Kota Lama Semarang, belum lama ini. (Dok) (Sumber: )
Umum30 Juli 2026, 08:59 WIB

Penyidikan Kasus Investasi Bodong Banyumas Ungkap Dugaan Korban Didorong Ajukan Kredit Bank

Berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan sejumlah pihak, tersangka diduga mendorong sebagian korban untuk terus menambah dana investasi, termasuk dengan mengajukan kredit ke sejumlah bank.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum28 Juli 2026, 16:48 WIB

3 Kali Sidang Perkara Warisan Rumah di Semarang Ditunda, Dinilai tak Adil Bagi Tergugat

Sidang perkara sengketa hak waris atas sebidang rumah di Jalan Pringgading Nomor 70, Kota Semarang, ditunda untuk ketiga kalinya oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang, Senin, 27 Juli 2026.
Kuasa hukum salah satu tergugat, Imanuel Alvares. (Foto: Diaz A Abidin) (Sumber: )
Bisnis24 Juli 2026, 06:20 WIB

Aset Tumbuh Capai Rp186 Triliun, Pegadaian Libatkan Kepolisian untuk Pengamanan

Aset PT Pegadaian (Persero) kian bertumbuh mencapai Rp186 triliun, ditambah outstanding loan sebesar Rp155 triliun pada saat ini. Selain itu masih terdapat aset-aset fisik yang dimiliki.
Penandatangan kerja sama antara PT Pegadaian dan Polri, di Hotel Aruss, Kota Semarang, Kamis, 23 Juli 2026. (Dok) (Sumber: )
Umum23 Juli 2026, 12:30 WIB

Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong

Dalam memuluskan aksi kejahatannya, tersangka selain memperdaya ternyata juga "mengintimidasi" secara psikis para korbannya.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum09 Juli 2026, 09:07 WIB

Layanan Operasional Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Purwokerto Berjalan Normal

Bank Mandiri Taspen memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional dan layanan perbankan di Kantor Cabang Purwokerto tetap berjalan normal.
 (Sumber: )
Umum08 Juli 2026, 18:26 WIB

Penipuan Investasi Bodong Purwokerto, OJK Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka

OJK berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung proses penindakan hukum terhadap kasus penipuan berkedok investasi di Purwokerto.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum04 Juli 2026, 09:05 WIB

Bank Mandiri Taspen Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka NHS

Bank Mandiri Taspen menegaskan komitmen bank untuk mendukung proses hukum dalam perkara dugaan penipuan berkedok investasi di Purwokerto.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum03 Juli 2026, 16:56 WIB

Bank Mandiri Perkuat Aksi Kemanusiaan Lewat Program Donor Darah Berkelanjutan

Aksi donor darah ini bentuk komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi kemanusiaan berkelanjutan.
 (Sumber: )