Pria Ini Bongkar Watak Asli Pengungsi Rohingya, Sebut Sudah Diberi Petunjuk Sang Istri Asal Myanmar: Pelan-pelan Kebuka

Elsa Krismawati
Kamis 07 Desember 2023, 13:55 WIB
pria ini bongkar watak asli pengungsi Rohingya (Sumber : instagram @terang_media)

pria ini bongkar watak asli pengungsi Rohingya (Sumber : instagram @terang_media)

INFOSEMARANG.COM - Seorang pria bercerita dan membongkar watak asli pengungsi Rohingya karena sempat diberi petunjuk oleh istrinya yang berasal dari Myanmar.

Seperti dalam video yang dibagikan kembali oleh akun instagram @terang_media, pada Kamis, 7 Desember 2023.

Pria yang diketahui bernama dr Suryo itu bercerita ihwal pendapatnya tentang pengungsi Rohingya yang saat ini membuat resah masyarakat Indonesia, khususnya di Aceh.

Baca Juga: Kondisi Terkini Ibu dari 4 Mayat Anak yang Ditemukan Berjajar di Kasur Kontrakan Jagakarsa

Dia mengaku jika istrinya yang berasal dari Myanmar memberi beberapa petunjuk mengenai watak asli dari etnis Muslim Rohingya.

"Istriku orang Myanmar, dan apa katanya tentang Rohingya?" tulisnya dalam keterangan video.

Disebutkan, kini istrinya yang sudah berkewarganegaraan Indonesia.

Baca Juga: Pengakuan Tetangga di TKP Penemuan Mayat 4 Anak yang Diduga Dibunuh Ayah Kandung Sendiri

Sang pria lantas menyoroti fenomena aksi bela Rohingya sekitar 7 tahun lalu yang terjadi di Indonesia dengan tagar saverohingya.

Saat istrinya ditanya bagaimana pendapatnya mengenai aksi tersebut?

"Jawaban istri saya cukup pendek,mereka berdemo membela Rohingya karena masyarakat belum mengenal watak dan karakter asli mereka," tuturnya.

Baca Juga: Pengakuan Tetangga di TKP Penemuan Mayat 4 Anak yang Diduga Dibunuh Ayah Kandung Sendiri

Kata pria dalam video, istrinya pun tidak semerta-merta menjelekan orang Rohingya, dan membebaskannya untuk mencari tahu sendiri apa maksud perkataannya.

"Dan sekarang terbukti, terbukti setelah banyak ramai orang rohingya ke negara Indonesia, maupun ke negara Malaysia," tambahnya.

Ia pun menyoroti aksi protes pengungsi Rohingya di Malaysia yang rusuh meminta jatah lahan untuk kaumnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Misteri Temuan Tulisan Darah Puas Bunda Thanks For All di Lantai TKP Penemuan 4 Mayat Anak Jagakarsa

"Dan mereka di Malaysia bikin rusuh dalam hitungan bulan atau satu tahun dua tahun sudah bikin ribut seperti itu," katanya.

Suryo dalam video turut membayangkan, bagaimana perilaku tersebut berlangsung puluhan tahun di Myanmar.

"Kebayang gimana mereka bikin ribut di Myanmar karena mereka diam di sana sudah puluhan tahun, bagaimana pusingnya pemerintah Myanmar menghadapi kaum Rohingnya," terangnya.

Baca Juga: Berita Duka, Siswa SD Korban Bullying yang Kakinya Diamputasi Meninggal Dunia

Menurutnya lagi, jika watak asli pengungsi Rohingya perlahan akan diketahui seiring dengan berjalannya waktu.

"Pelan-pelan kuburan akan terbuka, semua yang tersembunyi akan terbuka, tinggal tunggu waktu karena ini adalah kiamat, sekarang adalah akhir jaman," tukasnya. ***

 

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)