Koperasi Merah Putih Sinergi Bersama Pasar Rakyat Hadirkan Sembako Murah

Redaksi
Minggu 08 Februari 2026, 19:58 WIB
Bazar Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pasar Rakyat Bangetayu Kulon . (Sumber:  | Foto: dok.)

Bazar Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pasar Rakyat Bangetayu Kulon . (Sumber: | Foto: dok.)

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menghadiri pembukaan Bazar Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pasar Rakyat Bangetayu Kulon yang menggabungkan aktivitas ekonomi ratusan pelaku UMKM dengan program pangan murah dari Koperasi Merah Putih, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini menandai sinergi strategis antara Pasar Rakyat yang telah eksis selama empat tahun dengan koperasi yang baru terbentuk untuk menyediakan sembako terjangkau bagi masyarakat.

"Apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Kelurahan Bangetayu Kulon dan Koperasi Merah Putih atas kolaborasi strategis ini. Semoga menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengintegrasikan koperasi dengan basis ekonomi kerakyatan," ujar Wali Kota.

Kawasan Bangetayu Kulon yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Demak kini menjadi pusat pemberdayaan ekonomi lokal yang sangat dinamis. Ratusan pelaku UMKM dari wilayah Genuk dan sekitarnya berpartisipasi menjajakan berbagai produk, mulai dari kuliner hingga kebutuhan rumah tangga.

"Tujuan kami dulu pertama kali membangun adalah mengumpulkan UMKM yang kita berdayakan di satu tempat. Alhamdulillah dari 20 lapak sampai hari ini sudah 250, dan masih ada sekitar 75 pelapak lagi yang mengantre karena keterbatasan tempat. Kami berharap adanya dukungan pengerasan jalan agar pasar ini bisa lebih berkembang lagi ke depannya," ungkap Ketua Paguyuban Pasar Rakyat, Walid.

Menanggapi aspirasi pedagang, Agustina mendorong percepatan pembangunan fisik di wilayah Genuk, termasuk infrastruktur jalan untuk mendukung aktivitas UMKM. Beliau menekankan bahwa perputaran ekonomi sirkular yang terjadi setiap minggu di pasar rakyat ini sangat efektif untuk menekan angka inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Pemerintah Kota juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk penanganan banjir di wilayah Genuk guna menjamin kenyamanan kegiatan ekonomi warga.

"Pasar rakyat ini rutin berjalan setiap, berarti ada ekonomi sirkular yang berputar. Masyarakat bisa jalan sehat lalu jajan, ini memastikan inflasi bisa ditekan dan pertumbuhan ekonomi tetap baik. Saya minta Pak Camat segera ajukan usulan pengerasan jalan agar nantinya bisa digunakan maksimal untuk lapak UMKM kita," tutur Agustina.

Bazar ini juga menawarkan paket sembako serba Rp30.000 dan Rp75.000, serta Minyak Kita seharga Rp15.000-an untuk membantu warga menghadapi fluktuasi harga menjelang Ramadan. Agustina mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan jalur air agar aktivitas pasar tidak memicu banjir di kemudian hari.

"Ketika selesai bubaran pasarnya, saya minta para warga itu ikut menyelesaikan sampahnya masing-masing. Juga ikut memungut sampah yang dalam pandangan matanya. Tidak peduli siapa yang buang, kalau berada di dalam pandangannya, tolong dipungut diambil terutama yang berada di jalur air. Karena ini juga untuk kebaikan kita semua," pungkasnya.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum29 Juni 2026, 09:39 WIB

Bank Mandiri Taspen Tegaskan Tidak Ada Kredit Fiktif maupun Kredit Bermasalah dalam Kasus di Purwokerto

Seluruh proses penyaluran kredit yang dilakukan Bank Mandiri Taspen telah dilaksanakan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.
 (Sumber: )
Pendidikan28 Juni 2026, 18:30 WIB

Hadapi Banjir Informasi Digital, Mohammad Saleh Ajak Mahasiswa Unwahas Perkuat Nalar Kritis

Di tengah banjir informasi yang terjadi saat ini, mahasiswa memiliki peran strategis untuk menjadi agen literasi dan penyebar kesadaran di tengah masyarakat.
 (Sumber: )
Semarang Raya27 Juni 2026, 17:44 WIB

Sparktacular Holiday Wonderland Hadir di The Park Semarang, Sajikan Atraksi Sirkus Kelas Dunia

The Park Semarang menghadirkan Sparktacular Holiday Wonderland: International Circus Show from South America. Pertunjukan berlangsung mulai 27 Juni hingga 12 Juli 2026.
 (Sumber: )
Umum26 Juni 2026, 19:34 WIB

Bank Mandiri Taspen Pastikan Layanan di Cabang Purwokerto Tetap Normal di Tengah Kasus Penipuan

Bank Mandiri Taspen memastikan operasional Kantor Cabang Purwokerto tetap berjalan normal meski menerima kunjungan sejumlah nasabah yang ingin memperoleh penjelasan terkait perkembangan kasus penipuan yang mereka alami.
 (Sumber: )
Umum26 Juni 2026, 18:44 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Pantura Barat

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat perbaikan dan peningkatan kualitas jalan di wilayah Pantura bagian Barat.
 (Sumber: )
Umum26 Juni 2026, 08:09 WIB

Bukan Kredit Bank, Ini Bukti Nurma Tipu Pensiunan di Purwokerto

Muncul dokumen yang memperlihatkan pola transaksi yang diduga menjadi bagian dari skema penghimpunan dana para korban secara ilegal.
 (Sumber: )
Umum25 Juni 2026, 12:20 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Akses Permodalan UMKM Diperluas, KUR Jadi Andalan

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendorong kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna memperkuat daya saing.
 (Sumber: )
Umum24 Juni 2026, 11:41 WIB

Mohammad Saleh: Aglomerasi Wisata Perlu Diperkuat dengan Infrastruktur dan Digitalisasi

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendukung pengembangan wisata berbasis aglomerasi yang tengah disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: Dok.)
Semarang Raya23 Juni 2026, 16:55 WIB

Dongkrak Ekonomi Daerah, Waka DPRD Jateng Dukung Pengembangan Kawasan Wisata Berbasis Aglomerasi

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendukung pengembangan wisata berbasis aglomerasi yang mulai disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
 (Sumber: )
Umum23 Juni 2026, 16:05 WIB

Sertifikasi Tanah Wakaf Jateng Tertinggi Nasional, Mohammad Saleh Minta Percepatan Terus Dilanjutkan

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh Harapkan sertifikasi tanah wakaf di jateng bisa 100% di akhir 2026.
 (Sumber: )