Wali Kota Semarang Susuri Kali Semarang, Ini Yang Didapat

Sakti Setiawan
Selasa 14 Mei 2024, 13:58 WIB
Mbak Ita bersepeda menyusuri sepanjang Kali Semarang dari Belakang Balai Kota Semarang menuju Tay Kak Sie. 
 (Sumber:  | Foto: Sakti Setiawan.)

Mbak Ita bersepeda menyusuri sepanjang Kali Semarang dari Belakang Balai Kota Semarang menuju Tay Kak Sie. (Sumber: | Foto: Sakti Setiawan.)

SEMARANG, INFOSEMARANG.COM - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengajak jajaran eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersepeda (gowes) keliling melihat langsung kondisi wilayahnya.

Mbak Ita sapaan akrabnya bersepeda menyusuri sepanjang Kali Semarang dari Belakang Balai Kota Semarang menuju Tay Kak Sie.

Ia bahkan sesekali berhenti untuk menyapa warga, melayani ajakan swa foto, hingga memborong dagangan milik pedagang yang berjualan di samping Kali Semarang.

"Saya tadi menyusuri sungai-sungai ini, karena Kali Semarang ini kan wajah Kota Semarang yang membelah kawasan kota dengan permukiman," ujar Mbak Ita, di sela gowes keliling menyusuri Kali Semarang menuju Kelenteng Tay Kak Sie Semarang, Selasa 14 Mei 2024.

Menurut Mbak Ita, Kali Semarang yang berkonsep water front city harus mengedepankan kebersihan. Untuk itu, Mbak Ita meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk membuat blue print drainase di setiap kelurahan sepanjang Kali Semarang.

"Saya tadi mengumpulkan Lurah dan Camat. Saya minta untuk mensosialisasikan ke warga agar menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke sungai," katanya.

Permasalahan sampah ini, kata dia, tentunya bisa menjadi lebih besar tatkala nanti memasuki musim dengan curah hujan tinggi, yang menyebabkan debit air dari wilayah atas bermuara ke sungai-sungai ini dan mengakibatkan banjir.

"Sampah juga bisa mengakibatkan sedimentasi, saya minta ke Bu Lurah dan Pak Lurah agar mengingatkan warganya jangan asal buang sampah ke sungai," imbuhnya.

Terkait sedimentasi di Kali Semarang, pemkot melalui DPU Kota Semarang akan melakukan pengerukan-pengerukan.

"Hanya saja, salah satu problem di sini yakni adanya pulau-pulau beton di tengah sungai, yang merupakan bekas fondasi lama. Itu sudah diupayakan pembersihan pakai drill namun belum berhasil, sehingga kami akan coba segala cara agar tidak menghambat aliran sungai," sebut Mbak Ita.

Permasalahan lainnya, yakni banyaknya gulma atau tanaman liar di sepanjang Kali Semarang. Gulma ini akan menghambat aliran air sehingga bisa menyebabkan limpasan saat musim hujan.

"Mumpung musim kemarau, kami akan menginventarisir dan melakukan pembenahan sungai, sehingga air sungainya bersih, warga pun kami minta tidak membuang sampah sembarangan," paparnya.

Senada, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Yudi Wibowo menyebut, perlu peran masyarakat untuk mempercantik wajah Kota Semarang.

"Seperti arahan Ibu Wali Kota, agar pejabat wilayah seperti RT, RW, Lurah dan Camat harus betul-betul mengedukasi masyarakat bahwa sungai itu wajah kita, wajah Kota Semarang," kata Yudi.

Menurut Yudi, sampah yang dibuang masyarakat bisa menumpuk di muara. Ini bisa menyebabkan banyak permasalahan, tidak hanya membuat sungai kotor dan terlihat kumuh, tapi juga bisa menyebabkan banjir. "Kita harus edukasi masyarakat, agar ada rasa memiliki," imbuhnya.

"Mempercantik kota harus didukung dari kesadaran masyarakat. Tanpa itu ya gak bisa. Atau, bisa juga diberlakukan penegakan Perda sebagai efek jera bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Misal, mereka yang membuang sampah sembarangan dikenai denda Rp 50 ribu dan dipublikasi di media. Ini memang gak seberapa dendanya tapi bisa membuat efek jera," sebut Yudi.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Bisnis21 Mei 2024, 20:53 WIB

Izin BPR Jepara Artha Dicabut, LPS Siapkan Pembayaran Simpanan Nasabah

LPS menyiapkan proses pembayaran klaim penjaminan simpanan dan pelaksanaan likuidasi BPR Jepara Artha setelah izinnya dicabut.
BPR Jepara Artha. (Sumber:  | Foto: dok Humas LPS.)
Semarang Raya21 Mei 2024, 20:31 WIB

Ini Langkah Pemkot Semarang Hadapi Kekeringan dampak Kemarau

Stok air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di saat musim kemarau masih mencukupi.
Kawasan Pecinan Semarang.
 (Sumber:  | Foto: Sakti Setiawan.)
Umum21 Mei 2024, 20:23 WIB

Petugas Pemotongan Hewan Kurban Disarankan Bersertifikat Juleha

Hal ini untuk meningkatkan kualitas juru sembelih halal agar profesional dibidangnya.
Pelatihan dan uji kompetensi bagi para Juleha. (Sumber:  | Foto: Sakti Setiawan.)
Semarang Raya20 Mei 2024, 19:56 WIB

Co-working Space BRIDA Jadi Tempat Bagi Para Peneliti dan Pelaku Riset Kota Semarang

Dengan adanya co-working space ini diharapkan bisa memfasilitasi para peneliti dan pelaku riset untuk bisa memberi dukungan kepada pemerintah daerah.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meresmikan Co-working Space (CWS) BRIDA. (Sumber:  | Foto: Sakti Setiawan.)
Olahraga20 Mei 2024, 13:27 WIB

Juara Specta Jateng Pingpong 2024 U-18 yang digelar di GOR Jatidiri, Semarang, 16-19 Mei 2024.

Petenis Pelatnas putri U-15 itu menyingkirkan 89 petenis meja lainnya dari berbagai provinsi di Tanah Air. Seperti, DKI, Jawa Barat, Jatim, Jateng, Bali, Sumut, Kaltim, dan provinsi lainnya.
Juara Specta Jateng Pingpong 2024 U-18 yang digelar di GOR Jatidiri, Semarang, 16-19 Mei 2024.  (Sumber:  | Foto: Sakti Setiawan.)
Semarang Raya19 Mei 2024, 19:34 WIB

Kirab Budaya Haul Mbah Syafi’i Bakal Dimasukkan Kalender Wisata Semarang

Mbah Syafi’i merupakan tokoh agama yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa pada tahun 1600-an.
Kirab budaya memperingati haul Mbah Syafi’i Piyoronegoro, Minggu 19 Mei 2024. (Sumber:  | Foto: Sakti Setiawan.)
Umum19 Mei 2024, 13:40 WIB

Pj Bupati Batang dan Jepara Diperpanjang Tugasnya, Pj Gubernur Ingatkan Soal Inflasi, Kemiskinan, dan Pilkada

Perpanjangan masa kerja itu merupakan kali kedua untuk Edy dan Lani.
Tugas Pj Bupati Jepara Edy Supriyatna dan Pj Bupati Batang Lani Dewi Rejeki diperpanjang (Sumber:  | Foto: Sakti Setiawan.)
Umum18 Mei 2024, 10:31 WIB

Usai Menginap di Semarang, Obor Api Perjuangan Kembali Melanjutkan Perjalanan ke Jakarta

Api tersebut diambil dari Mrapen, Kabupaten Grobogan.
Obor Api Perjuangan di Panti Marhrn Semarang. (Sumber:  | Foto: Sakti Setiawan.)
Bisnis17 Mei 2024, 17:54 WIB

Pengembang Siap Dukung Semarang sebagai Kota Metropolitan

Kawasan Paramount Village Semarang mendukung Semarang sebagai Kota Metropolitan.
Kawasan Paramount Village Semarang. (Sumber:  | Foto: Sakti Setiawan.)
Olahraga17 Mei 2024, 13:03 WIB

RIbuan Atlet Tenis Meja Ramaikan Specta Jateng Pingpong 2024 di GOR Jatidiri Semarang

Sebanyak 1.144 atlet tenis meja dari berbagai daerah dan negara meramaikan Specta Jateng Pingpong 2024.
Specta Jateng Pingpong 2024.  di GOR Jatidiri Kota Semarang.
 (Sumber:  | Foto: sakti)