Bahasa Keheningan yang Tersembunyi dalam Hubungan, Perhatikan Jika Pasanganmu Mulai Membisu

Galuh Prakasa
Senin 30 Oktober 2023, 16:46 WIB
Ilustrasi | Ketahui berbagai bentuk diam dalam hubungan dan bagaimana cara mengatasinya. (Sumber : freepik)

Ilustrasi | Ketahui berbagai bentuk diam dalam hubungan dan bagaimana cara mengatasinya. (Sumber : freepik)

INFOSEMARANG.COM -- Diam dalam hubungan sering kali dianggap sepele, namun sebenarnya memiliki kekuatan besar. Diam bisa berfungsi sebagai tabir asap yang menyembunyikan konflik dan ketegangan yang tersembunyi di bawah permukaan.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi kompleksitas diam dalam hubungan, berbagai bentuk diam, serta dampaknya pada pasangan.

Dilansir dari psychologytoday, melalui kisah John dan Sarah berikut bagaimana terapi dapat membantu mengatasi tantangan yang timbul akibat diam dalam hubungan.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Prostitusi, Tawarkan LGBT hingga Anak Dibawah Umur

Tabir Ketegangan: Ketika Diam Membongkar Konflik

Diam bukan hanya ketiadaan kata-kata; itu juga bisa menjadi indikator kuat dari konflik yang tersembunyi.

Ketika John dan Sarah berada dalam situasi diam, ketegangan yang mereka alami terkadang lebih kuat daripada kata-kata yang bisa diucapkan.

Diam mereka menciptakan sebuah ruang yang penuh dengan emosi yang tak terucapkan. Mereka berbicara dengan diri mereka sendiri dalam pikiran, yang sering kali penuh amarah.

Saat akhirnya mereka memutuskan untuk berbicara, masing-masing dari mereka sudah membentuk konflik dalam pikiran mereka, di mana mereka telah memenangkan argumen.

Diam ini juga menciptakan ketegangan, ketidakpastian, dan kemarahan yang mendidih di antara mereka.

Diam juga memperkuat jarak emosional di antara mereka, sehingga semakin sulit untuk berkomunikasi.

Dalam kasus seperti ini, terapi dapat membantu untuk mengurangi jarak tersebut, memungkinkan pasangan berbicara satu sama lain, mengungkapkan konflik yang tersembunyi, dan memfasilitasi komunikasi terbuka.

Baca Juga: Kiky Saputri Siap jika Diminta Roasting Prabowo Subianto, Tunggu Undangan

Berbagai Wajah Diam dalam Hubungan

Diam muncul dalam berbagai bentuk, dan masing-masing membawa implikasi tersendiri. Ada diam yang terjadi setelah pertengkaran, di mana kata-kata tak terucapkan meninggalkan luka yang belum sembuh.

Kemudian ada diam yang disengaja, di mana seseorang sengaja tidak berbicara sebagai bentuk pengendalian atau hukuman terhadap pasangan.

John dan Sarah, dalam hal ini, mengalami diam dalam bentuk menghindari, di mana mereka menghindari topik-topik sensitif, takut menghadapi konfrontasi terbuka.

Akibatnya, masalah-masalah ini menumpuk hingga meledak, dan mereka berdua merasa tidak mampu mengatasinya saat semuanya terjadi bersamaan.

Terapi dapat membantu pasangan belajar cara mengatasi masalah saat muncul, daripada menunda sampai akhirnya semuanya meledak.

Baca Juga: Berhasil Tangkap Klitih yang Meresahkan Warga, Polisi Buru Otak Kejahatan

Menghadapi Depresi dan Kecemasan melalui Diam

Dalam beberapa kasus, diam bisa menjadi pilihan saat salah satu pasangan menghadapi masalah depresi atau kecemasan.

John, yang berjuang dengan depresi, mungkin kesulitan mengungkapkan emosinya, sementara Sarah, yang memiliki kecemasan sosial, mungkin menghindari percakapan sulit karena takut akan penilaian.

Dalam hal ini, diam dapat menghalangi mereka untuk mendukung satu sama lain, meskipun keduanya sebenarnya sangat menginginkan dukungan.

Terapi bisa memberikan ruang aman bagi mereka untuk belajar cara mendukung satu sama lain, mengungkapkan perasaan mereka, dan mempelajari strategi komunikasi yang sehat.

Baca Juga: Stop Lakukan! 5 Hal Ini Ternyata Bisa Menghambat Diri Untuk Berkembang

Diam Sebagai Alat Kekuasaan dalam Hubungan

Diam juga bisa digunakan sebagai alat untuk mengendalikan pasangan atau bahkan sebagai bentuk intimidasi. Ketika salah satu pasangan berbicara, yang lainnya tetap diam untuk mengendalikan situasi.

Pasangan yang mendengarkan merasa cemas dan tidak nyaman, harus menebak apa yang ada di pikiran pasangan mereka.

Dalam kasus ini, terapi dapat menciptakan ruang aman di mana dinamika kekuasaan dapat dieksplorasi, mengenali dampak negatif dari taktik intimidasi, dan membuka jalan untuk komunikasi yang lebih sehat.

Sebagai kesimpulan, diam dalam hubungan bisa memiliki dampak yang besar, baik positif maupun negatif.

Melalui terapi, pasangan seperti John dan Sarah dapat belajar untuk mengatasi masalah yang mendasari diam dan menjadikannya sebagai kesempatan untuk lebih memahami satu sama lain, berkomunikasi secara lebih terbuka, dan mengatasi ketegangan yang mungkin muncul.

Dengan mengungkapkan penyebab diam, mereka dapat menciptakan hubungan yang lebih mendalam, saling mendukung, dan mengatasi ketakutan akan koneksi sejati yang terkadang tersembunyi di balik diam.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum04 September 2026, 09:44 WIB

Dika Akui Menipu dan Gelapkan Uang Pensiunan: Tiga Saksi Beberkan Kejahatan Terdakwa di PN Purwokerto

Dalam sidang di PN Purwokerto, Nurma Handika Sari alias Dika, mengakui seluruh kesalahan yang didakwakan pada dirinya.
 (Sumber: )
Umum24 Agustus 2026, 15:20 WIB

Dukung Aksi AMPB di DPR RI, Riyanta GJL Sebut RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Jalan Lurus (GJL) mendukung rencana aksi pencapaian pendapat oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI, Kamis 27 Agustus 2026.
Ketum GJL Riyanta beri keterangan di Kawasan Kota Lama Semarang, Ahad, 23 Agustus 2026. (Sumber: )
Semarang Raya24 Agustus 2026, 11:34 WIB

RPK-RI Pastikan Pekerjaan Jalan Bringin dan K3 Berjalan Sesuai Ketentuan

Proyek peningkatan Jalan Batas Kota Salatiga–Kedungjati/Batas Kabupaten Grobogan di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendapat pemantauan dari LSM RPK-RI.
 (Sumber: )
Umum20 Agustus 2026, 10:52 WIB

OJK Purwokerto Ingatkan Bahaya Investasi Ilegal Berkedok Keuntungan Tinggi

Praktisi hukum Saleh Darmawan mengatakan, korban investasi ilegal masih memiliki peluang untuk mengupayakan pemulihan kerugian melalui proses hukum.
Forum diskusi tentang investasi bodong yang digelar di Purwokerto, belum lama ini.
 (Sumber: )
Bisnis19 Agustus 2026, 12:48 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, 156 Broker Properti Jateng Jalani Sertifikasi

Arebi Jateng menggelar sertifikasi kompetensi bagi 156 broker properti sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan agen properti.
 (Sumber: )
Umum16 Agustus 2026, 18:36 WIB

Kisah Baby Udon Bikin Penonton Semarang Menangis Tersedu-sedu

Suasana haru mewarnai roadshow film Baby Udon di Citra XXI, Mal Ciputra Semarang, Minggu (16/8/2026). Sejumlah penonton terlihat menangis.
Roadshow Film Baby Udon di Semarang
Gaya Hidup14 Agustus 2026, 17:28 WIB

Kolaborasi ASTON Inn Pandanaran Semarang dan Awak Media Pererat Silaturahmi

Executive Assistant Manager ASTON Inn Pandanaran Semarang, Yuliani Krisharyati mengatakan, semangat kebersamaan semakin terasa melalui berbagai aktivitas interaktif yang dihadirkan dalam rangkaian Media Connect.
Kegiatan Media Connect di lobi hotel tersebut, Kamis, 13 Agustus 2026. (Dok)
Semarang Raya14 Agustus 2026, 17:07 WIB

Media Massa, Kreator Konten, dan khalayak Diharap tak Abai Verifikasi

Dalam forum yang diselenggarakan Jurnalis FC bersama Forum Wartawan Kota (Forwakot) Semarang itu, membahas tema utama terkait persoalan hoaks, konten menyesatkan atau misleading, dan konsekuensi hukum di ruang digital.
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Viral Boleh Hoaks Jangan!” di Kota Semarang, Kamis 13 Agustus 2026. (dok)
Semarang Raya13 Agustus 2026, 21:22 WIB

Erik Agus Susanto Terpilih Aklamasi Pimpin DPP Lindu Aji Periode 2026–2031

Kongres III Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lindu Aji menetapkan Erik Agus Susanto sebagai Ketua Umum DPP Lindu Aji periode 2026–2031.
 (Sumber: )
Bisnis11 Agustus 2026, 08:35 WIB

MAS Arya Dorong Deteksi Dini Kanker bagi Pekerja Industri Garmen

MAS Arya Indonesia melalui program Aloka fokus pada peningkatan kesadaran dan deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen.
MAS Arya Indonesia melalui program Aloka deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen. 
 (Sumber:  | Foto: Dok.)