Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Redaksi
Selasa 24 Februari 2026, 12:14 WIB
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)

Petani Tembakau. (Sumber: | Foto: dok.)

YOGYAKARTA — Menjelang musim tanam tembakau yang diperkirakan dimulai pada Maret hingga April 2026, petani tembakau di Temanggung dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diliputi kekhawatiran. Mereka menilai dorongan regulasi pertembakauan, khususnya rekomendasi batas maksimal kadar tar dan nikotin, berpotensi berdampak langsung pada keberlangsungan usaha tani.

Rekomendasi tersebut saat ini tengah dirancang oleh tim penyusun di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Kebijakan ini disebut-sebut mengarah pada penyesuaian kadar tar dan nikotin sesuai standar World Health Organization (WHO).

Ketua DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Temanggung, Siyamin, menilai dorongan tersebut akan menyulitkan petani. Ia menyebut kebijakan serupa pernah muncul belasan tahun lalu dan dinilai merugikan sektor hulu.

“Ini menyulitkan petani. Dorongan regulasinya itu-itu saja dan bukan yang pertama,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, tembakau Temanggung dikenal memiliki kadar nikotin relatif tinggi, berkisar antara 3 hingga 8 persen. Karakteristik ini justru menjadi keunggulan karena menghasilkan aroma kuat dan menjadi bahan baku utama industri rokok kretek.

Menurut Siyamin, pembatasan kadar nikotin akan menggerus nilai jual tembakau Temanggung, terutama varietas Kemloko dan Srintil yang selama ini dikenal sebagai tembakau unggulan. Pada musim tanam sebelumnya, luas lahan tembakau di Temanggung mencapai sekitar 13–14 ribu hektare.

“Pembatasan ini sangat merugikan petani karena itu karakter alami tanaman,” tegasnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan Ketua DPD APTI DIY, Sutriyanto. Ia menilai selama ini regulasi terkait tembakau kerap disusun tanpa melibatkan petani sebagai pelaku utama di sektor hulu.

“Kami ingin aspirasi petani didengar. Pemerintah dan wakil rakyat seharusnya turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi petani dan buruh linting,” ujarnya.

Di DIY, tembakau juga menjadi salah satu komoditas penting, terutama jenis grompol yang dikembangkan sebagai bahan baku cerutu. Data APTI mencatat, luas lahan tembakau di Bantul meningkat dari 40 hektare pada 2022 menjadi 60 hektare pada 2023.

Sementara itu, data Direktorat Jenderal Perkebunan menunjukkan produksi tembakau nasional pada 2023 mencapai 238,81 ribu ton yang berasal dari 14 provinsi. Jawa Tengah menempati peringkat ketiga sebagai provinsi penghasil tembakau, dengan rata-rata produksi 53,50 ribu ton atau berkontribusi sekitar 21,63 persen per tahun.

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Tags :
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum25 Mei 2026, 20:45 WIB

Program Dokter Spesialis Keliling Sudah Layani Ribuan Warga, Mohammad Saleh Minta Jangkauan Diperluas

Program Speling sangat membantu masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang akses layanan kesehatan spesialisnya masih terbatas.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: dok)
Umum23 Mei 2026, 18:19 WIB

FISIP Undip Gelar Bedah Buku, Mohammad Saleh Tekankan Pentingnya Menjembatani Teori dan Praktik Politik

Fenomena politik kontemporer—terutama di era digital—menunjukkan bahwa pendekatan teoritik perlu terus diperbarui agar tetap relevan.
 (Sumber: )
Pendidikan22 Mei 2026, 06:51 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Ingatkan Alokasi 232 ribu Kursi SMA/SMK Harus Terbuka dan Bisa Dipertanggung jawabkan

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh mengingatkan, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027 harus berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber: )
Umum20 Mei 2026, 19:33 WIB

Mohammad Saleh: Ada 6,4 Juta Ton Sampah Jateng Bisa Jadi Sumber Listrik

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: Dok.)
Semarang Raya19 Mei 2026, 18:01 WIB

Pajak Tahunan Kendaraan Kini Bisa Dibayar Tanpa KTP Pemilik Asli di Gerai dan Samsat Keliling

Masyarakat yang membeli kendaraan bekas namun belum melakukan proses balik nama, kini tetap dapat membayar pajak tahunan tanpa membawa KTP pemilik lama sesuai data di STNK.
 (Sumber: )
Bisnis19 Mei 2026, 17:59 WIB

Bank Mandiri Kukuhkan Peran di Ekonomi Kerakyatan, Realisasi KUR Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Bank Mandiri memperkuat komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran KUR.
Bank Mandiri mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran KUR.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Pendidikan18 Mei 2026, 14:33 WIB

Mohammad Saleh Ajak Santri Manfaatkan Program Beasiswa Kuliah dari Pemprov Jateng

Program beasiswa tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang lebih luas kepada kalangan santri dan pengasuh pesantren untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: dok)
Umum18 Mei 2026, 14:27 WIB

Mohammad Saleh Dorong Koperasi Merah Putih Serap Produk Unggulan Desa

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk lebih aktif menyerap dan memasarkan produk unggulan desa sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
 Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: dok)
Semarang Raya16 Mei 2026, 10:25 WIB

Semarang Kembali Bergemuruh, Srawoeng Jazz 2026 Hadirkan Musisi Lintas Generasi

Balai Budaya dan Kebangsaan Omah Srawoeng kembali menghadirkan perhelatan seni dan musik bertajuk Kridha Cilpa & Srawoeng Jazz 2026.
 (Sumber: )
Umum15 Mei 2026, 17:12 WIB

Lebih Ramah Lingkungan, Mohammad Saleh Dukung Pengembangan Bus Listrik Trans Jateng

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh mendukung rencana pengembangan armada bus listrik untuk layanan Trans Jateng sebagai bagian dari modernisasi transportasi massal yang lebih ramah lingkungan.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber: )