Jangan Langsung Dibuang, Begini Tips Pakai Sepatu yang Ukurannya Terlalu Besar

Arendya Nariswari
Rabu 25 Oktober 2023, 16:55 WIB
Ilustrasi sepatu kebesaran (Sumber : Unsplash/Nathan Dumlao)

Ilustrasi sepatu kebesaran (Sumber : Unsplash/Nathan Dumlao)

INFOSEMARANG.COM - Kekinian membeli sepatu dapat dilakukan dengan mudah melalui online shop atau e-commerce.

Kendati demikian, meski sudah diukur, tak jarang sepatu yang datang ukurannya terlalu besar sehingga kurang nyaman ketika dikenakan.

Tentu saja, tak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, sejumlah masalah biasanya dialami seseorang yang nekat memakai sepatu kebesaran.

Baca Juga: Ditanya Mengapa Sudah Tak Galak Lagi, Jawaban Mak Jleb Prabowo Subianto Ini Bikin Publik Ketawa

Misalnya saja seperti lecet dan mudah lepas. Nah, jangan terburu-buru untuk dijual atau dibuang ya! Simak tips pakai sepatu kebesaran berikut ini.

1. Gunakan kaus kaki tebal

Ini adalah cara yang paling mudah dan efektif untuk membuat sepatu kebesaran menjadi lebih pas di kaki. Kaus kaki tebal akan membantu mengisi ruang kosong di sepatu sehingga kaki tidak mudah bergeser. Anda bisa memilih kaus kaki berbahan wol atau fleece yang hangat dan menyerap keringat.

2. Gunakan insole

Insole adalah sol tambahan yang dipasang di dalam sepatu. Insole bisa membantu membuat sepatu lebih pas di kaki dan mengurangi gesekan. Anda bisa memilih insole yang sesuai dengan ukuran kaki Anda.

Baca Juga: Bocoran Tampilan dan Daftar HP Xiaomi yang Mendukung HyperOS Pengganti MIUI, Ponsel Anda Termasuk?

3. Gunakan toe fillers

Toe fillers adalah bantalan yang dipasang di bagian depan sepatu. Toe fillers akan membantu mencegah kaki bergeser ke depan dan mengurangi lecet pada jari kaki.

4. Gunakan heel strip

Heel strip adalah bantalan yang dipasang di bagian belakang sepatu. Heel strip akan membantu mencegah kaki bergeser ke belakang dan mengurangi risiko tersandung.

Baca Juga: Resep Tengkleng Rica, Kuliner Favorit Gibran Rakabuming yang Jadi Andalan saat Pulang ke Solo

5. Buat sepatu menyusut

Jika sepatu Anda terbuat dari bahan yang bisa menyusut, Anda bisa mencoba merendam sepatu di air panas selama beberapa menit. Setelah itu, jemur sepatu di bawah sinar matahari langsung. Namun, cara ini hanya bisa dilakukan untuk sepatu tertentu, seperti sepatu berbahan kulit atau suede.

6. Pasang karet elastis

Jika sepatu Anda terbuat dari bahan yang tidak bisa menyusut, Anda bisa mencoba memasang karet elastis di bagian belakang sepatu. Karet elastis akan membantu mencegah kaki bergeser ke belakang.

Baca Juga: Jalan Gibran Tampak Mulus Jadi Cawapres, Kota Solo Diguyur Proyek APBN di Bawah Pemerintahannya

  • Jika Anda akan memakai sepatu kebesaran untuk berolahraga, sebaiknya pilih sepatu yang memiliki cengkeraman yang baik agar tidak mudah tergelincir.
  • Jika sepatu Anda terbuat dari bahan yang mudah rusak, sebaiknya hindari menggunakan cara-cara yang terlalu keras untuk membuat sepatu menyusut.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda bisa membuat sepatu kebesaran menjadi lebih nyaman dan aman untuk dipakai.

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)