SEMARANG-Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendorong Koperasi Merah Putih tidak hanya berkembang secara kuantitas, tetapi juga menjadi contoh dalam penerapan tata kelola yang baik dan profesional. Ia menilai, pengelolaan yang transparan dan akuntabel menjadi kunci agar koperasi mampu berperan optimal dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Menurut Saleh, koperasi memiliki potensi besar dalam memperkuat kemandirian ekonomi warga, khususnya di tingkat desa dan kelurahan. Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan sistem manajemen yang tertib dan berintegritas.
“Koperasi Merah Putih harus mampu menjadi contoh tata kelola yang baik. Dengan pengelolaan yang profesional, koperasi bisa memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” ujarnya.
Ia menegaskan, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah simpan pinjam, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, dari 8.523 koperasi berbadan hukum, sebanyak 5.887 koperasi telah memetakan lokasi pembangunan gedung. Dari jumlah tersebut, 5.503 unit dalam tahap pembangunan dan 1.456 unit telah selesai 100 persen.
Meski mengapresiasi capaian tersebut, Saleh mengingatkan bahwa pembangunan fisik harus diimbangi dengan penguatan kelembagaan dan kualitas pengelolaan.
“Jangan hanya fokus pada pembangunan gedung, tetapi pastikan koperasi berjalan aktif dengan manajemen yang baik dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti keterlibatan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam berbagai program strategis pemerintah, seperti penyediaan kebutuhan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, ratusan koperasi telah bekerja sama dengan Perum Bulog dalam program Gerakan Pangan Murah dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp9,5 miliar, serta berperan dalam menjaga stabilitas pasokan pangan menjelang Lebaran.
Menurutnya, keterlibatan tersebut menjadi indikator bahwa koperasi yang dikelola dengan baik mampu berperan strategis, tidak hanya dalam menguatkan ekonomi masyarakat tetapi juga sebagai mitra pemerintah.
“Ini bukti bahwa koperasi dengan tata kelola yang baik bisa menjadi penguat ekonomi warga sekaligus mitra strategis pemerintah,” ujarnya.
Saleh berharap pemerintah daerah terus memberikan pendampingan dan fasilitasi, baik dari sisi manajemen, permodalan, maupun akses pasar. Dengan dukungan tersebut, Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi model tata kelola koperasi yang sehat dan berkelanjutan di Jawa Tengah.
“Jika dikelola dengan baik dan didukung secara maksimal, koperasi Merah Putih akan menjadi contoh sekaligus kekuatan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.***














