AWAS! Kalau Liburan di Negara Ini saat Masuk Toko Jangan Latah Foto, Bisa-bisa Kena Denda Segini

Arendya Nariswari
Senin 17 Juli 2023, 18:09 WIB
Ilustrasi turis selfie di toko kelontong (Sumber : Pixabay)

Ilustrasi turis selfie di toko kelontong (Sumber : Pixabay)

INFOSEMARANG.COM - Seperti kita ketahui, beberapa orang termasuk wisatawan tak jarang hanya melihat-lihat saat memasuki sebuah toko tanpa membeli.

Sebab interior atau mungkin bentuk tokonya yang unik, tak heran jika beberapa wisatawan sering mengabadikan momen dengan selfie atau berfoto-foto.

Namun, perlu Anda waspadai jika ternyata tak semua toko memperbolehkan pengunjung di dalamnya termasuk wisatawan berfoto-foto lo.

Bahkan salah satu toko barang antik di negara Barcelona bakal memberlakukan denda kepada wisatawan yang tak membeli barang dan hanya berfoto-foto di ruangan.

Baca Juga: Jam Buka dan Info Harga Soto Bangkong di Semarang, Cita Rasa yang Selalu Jadi Incaran Wisatawan

Tak main-main, denda yang diberlakukan oleh toko kelontong bernama Queviures Murria berusia ratusan tahun ini akan meminta wisatawan membayar Rp 80 ribu jika hanya berfoto atau melihat saja tanpa membeli barang.

Dikutip dari laman Oddity Central, sebab usianya sudah ratusan tahun bangunan toko ini memang unik dan memiliki kesan vintage begitu kuat sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis.

Namun, momen foto-foto tanpa membeli barang di toko ini lantas membuat sang pemilik menjadi resah atas kelakuan para turis tersebut.

Toko kelontong ini diketahui menjual sejumlah produk segar seperti keju, daging porong, minyak, anggur serta bahan pokok lainnya.

Baca Juga: Berwisata Keliling Semarang Gratis Naik Bus Tingkat "Denok Kenang", Begini Cara Mendaftar Penumpang Perorangan dan Rombongan

Yang membuat pemilik toko tersebut semakin prihatin, ia mengaku jika turis sama sekali tak sopan ketika datang ke tempatnya.

Mereka tak membeli barang bahkan sama sekali tidak mengucapkan kalimat permisi melainkan hanya berfoto kemudian pergi.

Toni Merino sebagai manajer toko mengaku awalnya kebijakan ini hanya bahan bercanda saja, ia menganggapnya sebagai lelucon pada awalnya.

Namun ternyata pelanggan dan staf beberapa di antaranya memang mengaku kurang nyaman dengan aksi para turis yang berfoto-foto.

Baca Juga: Rekomendasi 3 Objek Wisata Semarang Paling Terbaru 2023, Hits dan Instagramable

Sehingga pada akhirnya kebijakan tersebut diterapkan oleh sang manajer dan berbuah hasil.

Berkat dipasangnya peraturan tersebut, kekinian banyak turis yang akhirnya bersikap lebih sopan dan membeli produk saat berkunjung ke toko itu.

Foto denda 5 euro tersebut memang sempat viral di media sosial dan mendapatkan banyak protes dari warganet hingga akhirnya alasan penerapannya dijelakan secara rinci oleh sang manajer.

Ia menilai berkat penerapan kebijakan tersebut, kini tak ada turis atau wisatawan yang bertindak kurang sopan saat berkunjung ke toko kelontok bernuansa vintage di Barcelona itu.

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum04 September 2026, 09:44 WIB

Dika Akui Menipu dan Gelapkan Uang Pensiunan: Tiga Saksi Beberkan Kejahatan Terdakwa di PN Purwokerto

Dalam sidang di PN Purwokerto, Nurma Handika Sari alias Dika, mengakui seluruh kesalahan yang didakwakan pada dirinya.
 (Sumber: )
Umum24 Agustus 2026, 15:20 WIB

Dukung Aksi AMPB di DPR RI, Riyanta GJL Sebut RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Jalan Lurus (GJL) mendukung rencana aksi pencapaian pendapat oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI, Kamis 27 Agustus 2026.
Ketum GJL Riyanta beri keterangan di Kawasan Kota Lama Semarang, Ahad, 23 Agustus 2026. (Sumber: )
Semarang Raya24 Agustus 2026, 11:34 WIB

RPK-RI Pastikan Pekerjaan Jalan Bringin dan K3 Berjalan Sesuai Ketentuan

Proyek peningkatan Jalan Batas Kota Salatiga–Kedungjati/Batas Kabupaten Grobogan di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendapat pemantauan dari LSM RPK-RI.
 (Sumber: )
Umum20 Agustus 2026, 10:52 WIB

OJK Purwokerto Ingatkan Bahaya Investasi Ilegal Berkedok Keuntungan Tinggi

Praktisi hukum Saleh Darmawan mengatakan, korban investasi ilegal masih memiliki peluang untuk mengupayakan pemulihan kerugian melalui proses hukum.
Forum diskusi tentang investasi bodong yang digelar di Purwokerto, belum lama ini.
 (Sumber: )
Bisnis19 Agustus 2026, 12:48 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, 156 Broker Properti Jateng Jalani Sertifikasi

Arebi Jateng menggelar sertifikasi kompetensi bagi 156 broker properti sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan agen properti.
 (Sumber: )
Umum16 Agustus 2026, 18:36 WIB

Kisah Baby Udon Bikin Penonton Semarang Menangis Tersedu-sedu

Suasana haru mewarnai roadshow film Baby Udon di Citra XXI, Mal Ciputra Semarang, Minggu (16/8/2026). Sejumlah penonton terlihat menangis.
Roadshow Film Baby Udon di Semarang
Gaya Hidup14 Agustus 2026, 17:28 WIB

Kolaborasi ASTON Inn Pandanaran Semarang dan Awak Media Pererat Silaturahmi

Executive Assistant Manager ASTON Inn Pandanaran Semarang, Yuliani Krisharyati mengatakan, semangat kebersamaan semakin terasa melalui berbagai aktivitas interaktif yang dihadirkan dalam rangkaian Media Connect.
Kegiatan Media Connect di lobi hotel tersebut, Kamis, 13 Agustus 2026. (Dok)
Semarang Raya14 Agustus 2026, 17:07 WIB

Media Massa, Kreator Konten, dan khalayak Diharap tak Abai Verifikasi

Dalam forum yang diselenggarakan Jurnalis FC bersama Forum Wartawan Kota (Forwakot) Semarang itu, membahas tema utama terkait persoalan hoaks, konten menyesatkan atau misleading, dan konsekuensi hukum di ruang digital.
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Viral Boleh Hoaks Jangan!” di Kota Semarang, Kamis 13 Agustus 2026. (dok)
Semarang Raya13 Agustus 2026, 21:22 WIB

Erik Agus Susanto Terpilih Aklamasi Pimpin DPP Lindu Aji Periode 2026–2031

Kongres III Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lindu Aji menetapkan Erik Agus Susanto sebagai Ketua Umum DPP Lindu Aji periode 2026–2031.
 (Sumber: )
Bisnis11 Agustus 2026, 08:35 WIB

MAS Arya Dorong Deteksi Dini Kanker bagi Pekerja Industri Garmen

MAS Arya Indonesia melalui program Aloka fokus pada peningkatan kesadaran dan deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen.
MAS Arya Indonesia melalui program Aloka deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen. 
 (Sumber:  | Foto: Dok.)