Jembatan Kaca The Geong Limpakuwus Banyumas Pecah, 1 Wisatawan Tewas, Netizen: New Fear UNLOCKED!

Elsa Krismawati
Rabu 25 Oktober 2023, 17:31 WIB
penampakan jembatan kaca pecah di The Geong Hutan Pinus Limpakuwus, Sumbang, Kabupaten Banyumas (Sumber : instagram @undercover.id)

penampakan jembatan kaca pecah di The Geong Hutan Pinus Limpakuwus, Sumbang, Kabupaten Banyumas (Sumber : instagram @undercover.id)

INFOSEMARANG.COM - Peristiwa nahas terjadi di The Geong Hutan Pinus Limpakuwus, Sumbang, Kabupaten Banyumas.

Sebuah jembatan kaca pecah, yang menjadi salah satu atraksi wisata di tempat tersebut menelan korban hingga meninggal dunia.

Melansir instagram @undercover.id wisatawan tersebut tengah berswafoto di jembatan kaca.

Baca Juga: Ingin Melupakan Sebuah Kenangan Buruk? Ternyata Bisa Dilakukan dengan Cara Ini

Salah satu saksi mata, Sunarto mengatakan saat kejadian dirinya tengah menjaga di depan toilet jembatan kaca.

Tiba-tiba, kata Sunarto, dirinya mendengar suara ledakan seperti kaca yang pecah.

"Itu kaya ledakan, glok, terus krapyak krapyak, kaca pada jatuh terkena besi-besi itu," ujar Sunarto.

Baca Juga: Ganjar Ungkap Berbagai Peluang Investasi di Indonesia saat Acara US – Indonesia Investment Summit, Transisi Energi sampai Industri Kesehatan

Ia menurutkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, saat itu ada sekitar 11 orang dari rombongan yang sama.

Namun mereka terpisah menjadi dua kelompok saat berada di atas jembatan tersebut.

"Ada empat orang yang sedang foto, yang dua orang jatuh, yang dua tersangkut di atas, itu perempuan semua, satu rombingan ada 11 orang, tapi yang tujuh terpisah lagi di sebelah barat," imbuhnya.

Baca Juga: Salting saat Diroasting Kiky Saputri, Ekspresi Ganjar Pranowo Ketika Disinggung Nama Gibran Jadi Sorotan

Saking terkejut, Sunarto mengaku langsung berteriak meminta pertolongan pekerja lain yang tengah berada di sekitar lokasi.

"Saya teriak minta tolong sama orang yang lagi kerja, dua orang itu yang jatuh tidak sadarkan diri, tapi saya begitu kejadian langsung minta tolong tidak langsung ke bawah," tuturnya.

Terpisah, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepu membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga: Ditanya Mengapa Sudah Tak Galak Lagi, Jawaban Mak Jleb Prabowo Subianto Ini Bikin Publik Ketawa

" satu korban atas nama AI (41) luka ringan, terus yang satu lagi FA (49) meninggal dunia," kata Edy.

Hingga saat artikel ini diturunkan, Polisi setempat tengah melakukan pendalaman dan meminta keterangan para saksi.

Unggahan berita tentang jembatan kaca pecah tersebut sontak menuai berbagai respon warganet.

"New fear unlocked," @waff***.

"Dari dulu gak percaya sama jembatan yang kaya ginian," tulis @diono**

"Kaca tipis, beton tipis, keselamatan tipis," tulis @budi***. 

Baca Juga: Resep Tengkleng Rica, Kuliner Favorit Gibran Rakabuming yang Jadi Andalan saat Pulang ke Solo

Diketahui, wisatawan yang menjadi korban jembatan kaca pecah di The Geong Hutan Pinus Limpakuwus berasal dari Cilacap.***

 

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)