Bamsoet Setuju Skema Single Salary ASN, Soroti Rangkap Jabatan dan Kewenangan Kemenkeu yang Terlalu Besar

Galuh Prakasa
Rabu 13 September 2023, 11:38 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo setuju skema single sallary ASN hindari konflik kepentingan rangkap jabatan. (Sumber : Instagram/bambang.soesatyo)

Ketua MPR Bambang Soesatyo setuju skema single sallary ASN hindari konflik kepentingan rangkap jabatan. (Sumber : Instagram/bambang.soesatyo)

INFOSEMARANG.COM -- Ketua MPR, Bambang Soesatyo, secara tegas menyuarakan dukungannya terhadap usulan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa, terkait penerapan skema gaji tunggal bagi aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Bambang Soesatyo, penerapan skema gaji tunggal akan dapat menghindarkan praktik rangkap jabatan yang telah menjadi masalah serius.

Hal ini terutama terjadi di kalangan pejabat eselon 1 yang seringkali menjabat sebagai komisaris di berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca Juga: iPhone 15 Pro dan Pro Max Gunakan Rangka Titanium, Chipset A17 Bionic 3nm, dan Kamera 48MP dengan Zoom Optik 5X

Bahkan, di Kementerian Keuangan sendiri, fenomena ini bukanlah hal yang langka.

Rangkap jabatan ini, selain menciptakan ketidakadilan, juga berpotensi menimbulkan konflik kepentingan di antara pembuat kebijakan dan pelaksana kebijakan.

Bambang Soesatyo mengungkapkan bahwa pandangan negatif dari publik terhadap rangkap jabatan seperti ini sering kali mencurigai adanya modus 'korupsi terselubung'.

Oleh karena itu, langkah untuk menghindari praktik ini perlu mendapatkan perhatian serius.

"Tidak heran bila muncul pandangan publik bahwa rangkap jabatan tersebut dicurigai sebagai modus 'korupsi terselubung'," kata Bamsoet dikutip dari Antara pada Rabu, 13 September 2023.

Baca Juga: Cerita Pedagang Susu di Semarang Dicegat Polisi saat Operasi Zebra Candi, Malah Senang

Kewenangan Fiskal yang Terlalu Besar

Selain masalah rangkap jabatan, kewenangan fiskal yang terlalu besar di Kementerian Keuangan juga mendapat sorotan.

Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Bappenas kehilangan kewenangan perencanaan alokasi anggaran.

Hal ini menyebabkan kewenangan alokasi anggaran menjadi terpusat di Kementerian Keuangan.

Bambang Soesatyo menyoroti bahwa meskipun Bappenas tetap menjadi mitra Kementerian Keuangan dalam hal perencanaan fiskal dan makro, kewenangan anggarannya kini sepenuhnya berada di tangan Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Pesta Seks Orgy di Jaksel per Orang Bayar Rp 1 Juta, Acara Ketiga Dibongkar Polisi, Empat Tersangka Diamankan

Ini mengakibatkan Kementerian Keuangan memiliki kewenangan anggaran yang sangat besar dan kuat.

Dalam rangka memperkuat mekanisme check and balances antara kementerian dan lembaga negara, Bambang Soesatyo berpendapat bahwa kewenangan anggaran Kementerian Keuangan perlu dievaluasi ulang.

Hal ini akan membantu mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum04 September 2026, 09:44 WIB

Dika Akui Menipu dan Gelapkan Uang Pensiunan: Tiga Saksi Beberkan Kejahatan Terdakwa di PN Purwokerto

Dalam sidang di PN Purwokerto, Nurma Handika Sari alias Dika, mengakui seluruh kesalahan yang didakwakan pada dirinya.
 (Sumber: )
Umum24 Agustus 2026, 15:20 WIB

Dukung Aksi AMPB di DPR RI, Riyanta GJL Sebut RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Jalan Lurus (GJL) mendukung rencana aksi pencapaian pendapat oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI, Kamis 27 Agustus 2026.
Ketum GJL Riyanta beri keterangan di Kawasan Kota Lama Semarang, Ahad, 23 Agustus 2026. (Sumber: )
Semarang Raya24 Agustus 2026, 11:34 WIB

RPK-RI Pastikan Pekerjaan Jalan Bringin dan K3 Berjalan Sesuai Ketentuan

Proyek peningkatan Jalan Batas Kota Salatiga–Kedungjati/Batas Kabupaten Grobogan di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendapat pemantauan dari LSM RPK-RI.
 (Sumber: )
Umum20 Agustus 2026, 10:52 WIB

OJK Purwokerto Ingatkan Bahaya Investasi Ilegal Berkedok Keuntungan Tinggi

Praktisi hukum Saleh Darmawan mengatakan, korban investasi ilegal masih memiliki peluang untuk mengupayakan pemulihan kerugian melalui proses hukum.
Forum diskusi tentang investasi bodong yang digelar di Purwokerto, belum lama ini.
 (Sumber: )
Bisnis19 Agustus 2026, 12:48 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, 156 Broker Properti Jateng Jalani Sertifikasi

Arebi Jateng menggelar sertifikasi kompetensi bagi 156 broker properti sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan agen properti.
 (Sumber: )
Umum16 Agustus 2026, 18:36 WIB

Kisah Baby Udon Bikin Penonton Semarang Menangis Tersedu-sedu

Suasana haru mewarnai roadshow film Baby Udon di Citra XXI, Mal Ciputra Semarang, Minggu (16/8/2026). Sejumlah penonton terlihat menangis.
Roadshow Film Baby Udon di Semarang
Gaya Hidup14 Agustus 2026, 17:28 WIB

Kolaborasi ASTON Inn Pandanaran Semarang dan Awak Media Pererat Silaturahmi

Executive Assistant Manager ASTON Inn Pandanaran Semarang, Yuliani Krisharyati mengatakan, semangat kebersamaan semakin terasa melalui berbagai aktivitas interaktif yang dihadirkan dalam rangkaian Media Connect.
Kegiatan Media Connect di lobi hotel tersebut, Kamis, 13 Agustus 2026. (Dok)
Semarang Raya14 Agustus 2026, 17:07 WIB

Media Massa, Kreator Konten, dan khalayak Diharap tak Abai Verifikasi

Dalam forum yang diselenggarakan Jurnalis FC bersama Forum Wartawan Kota (Forwakot) Semarang itu, membahas tema utama terkait persoalan hoaks, konten menyesatkan atau misleading, dan konsekuensi hukum di ruang digital.
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Viral Boleh Hoaks Jangan!” di Kota Semarang, Kamis 13 Agustus 2026. (dok)
Semarang Raya13 Agustus 2026, 21:22 WIB

Erik Agus Susanto Terpilih Aklamasi Pimpin DPP Lindu Aji Periode 2026–2031

Kongres III Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lindu Aji menetapkan Erik Agus Susanto sebagai Ketua Umum DPP Lindu Aji periode 2026–2031.
 (Sumber: )
Bisnis11 Agustus 2026, 08:35 WIB

MAS Arya Dorong Deteksi Dini Kanker bagi Pekerja Industri Garmen

MAS Arya Indonesia melalui program Aloka fokus pada peningkatan kesadaran dan deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen.
MAS Arya Indonesia melalui program Aloka deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen. 
 (Sumber:  | Foto: Dok.)