Akui sudah Belajar dari Jokowi, Prabowo Subianto: Saya Ini Kurang Politisi makanya Kalah Terus

Noorchasanah Anastasia
Jumat 30 Juni 2023, 13:26 WIB
Bakal calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yakin menang di Pilpres 2024. (Sumber : YouTube Najwa Shihab)

Bakal calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yakin menang di Pilpres 2024. (Sumber : YouTube Najwa Shihab)

Prabowo Subianto mengaku sudah belajar banyak tentang politik dari Presiden Jokowi, sehingga di Pilpres 2024 ia yakin akan menang.

INFOSEMARANG.COM - Bakal calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menanggapi soal persepsi masyarakat yang menganggap dirinya sosok yang keras dan seram.

Prabowo mengaku jika sikapnya yang keras merupakan bawaan dari kehidupan militer yang ia jalani sejak muda.

Ia tak mengelak jika dirinya sosok yang keras namun bukan berarti sosok yang menyeramkan.

Hal ini disampaikan Prabowo saat menerima undangan dari Najwa Shihab di program acara bincang-bincang Mata Najwa.

Baca Juga: Survei Populi Center Juni 2023: Elektabilitas Capres Ganjar Pranowo Teratas

"Persepsi orang, Prabowo itu keras, Prabowo itu seram. Kan saya enggak seram sekarang," kata Prabowo yang diikuti tawa Najwa.

"Jadi Prabowo yang asli itu sebetulnya?" tanya presenter yang akrab disapa Nana itu.

"Enggak seram," kata Prabowo.

"Lembut hati? kalem?" tanya Nana lagi.

"Sangat lembut," jawab Prabowo.

Keduanya pun tertawa bersama sehingga penonton pun ikut tertawa.

Prabowo juga blak-blakan soal dirinya yang dianggap kurang politisi oleh sebagian orang.

Sehingga menyebabkan dirinya selalu kalah dalam kontestasi Pilpres.

"Banyak orang yang beranggapan bahwa saya ini kurang politisi, makanya kalah terus," kata Prabowo.

"Tapi kali ini, Insya Allah (menang)," lanjutnya.

Baca Juga: Elektabilitas 19 Capres Survei LSI: Ganjar Pranowo Menang Tipis dari Prabowo

Ia pun cukup yakin menang karena mengaku sudah banyak belajar tentang politik.

Satu di antaranya berguru langsung dengan Presiden RI, Joko Widodo.

Prabowo yang menjabat Menteri Pertahanan RI ini mengaku sudah curi-curi ilmu dengan mantan rivalnya di Pilpres 2019 lalu.

"Saya sudah belajar politik dari Pak Jokowi yang mengalahkan saya, berarti itu guru yang hebat makanya santai saja," puji Prabowo.

Seperti diketahui Prabowo kembali bersemangat akan mencalonkan diri sebagai calon Presiden di Pilpres 2024.

Kala itu ia didampingi Sandiaga Uno yang kini menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Masih belum diketahui siapa calon wakil presiden yang akan mendampinginya.

Beredar rumor jika Prabowo akan menggandeng Susi Pudjiastuti dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Nama tokoh lain yang santer dikabarkan akan digandeng Prabowo adalah Cak Imin, Mahfud MD bahkan Gibran Rakabuming.

Baca Juga: Elektabilitas 8 Cawapres Survei LSI: Ungguli Erick Thohir, Ridwan Kamil Ada di Posisi Teratas

***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum14 Juni 2026, 09:52 WIB

Mohammad Saleh Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sari Yuliati Sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957

Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Tengah, Mohammad Saleh pun menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Sari Yuliati dalam Mubes tersebut.
 (Sumber: )
Umum12 Juni 2026, 18:25 WIB

Mohammad Saleh Apresiasi Langkah Pemprov Jateng Realokasikan Rp200 Miliar untuk Percepat Perbaikan Jalan

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang merealokasikan anggaran sekitar Rp200 miliar pada tahun 2026 untuk mempercepat perbaikan jalan provinsi.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum12 Juni 2026, 12:22 WIB

Penipuan: Ini Dia “Malinda Dee” Penipu Versi Lokal Purwokerto

Modus manipulasi yang dilakukan oleh tersangka D di Purwokerto ini mirip dengan apa yang diperbuat oleh Inong Malinda Dee alias Malinda Dee.
 (Sumber: )
Bisnis11 Juni 2026, 16:06 WIB

Ketua Baru AREBI Jateng Usung Profesionalisme dan Kolaborasi Industri Properti

William Nugraha terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jawa Tengah periode 2026–2029.
 (Sumber: )
Umum10 Juni 2026, 11:09 WIB

Skema Ponzi: Oknum Mantan Pegawai Bank Lakukan Penipuan Berkedok Investasi, Ditahan Polres Banyumas

Polresta Banyumas resmi menetapkan seorang oknum mantan pegawai Bank Mandiri Taspen Purwokerto berinisial NHS alias D, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan berkedok investasi yang merugikan sejumlah nasabah.
 (Sumber: )
Umum07 Juni 2026, 14:10 WIB

Mohammad Saleh Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sari Yuliati Sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957

Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Tengah, Mohammad Saleh menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Sari Yuliati dalam Mubes tersebut.
Para peserta Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 Tahun 2026. (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum05 Juni 2026, 21:42 WIB

Bank Mandiri Hadirkan Paket Makanan dan Minuman Rp1 di Semarang melalui Program Livin’ Mandiri Berbagi

Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah yang memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui program “Livin’ Mandiri Berbagi, Bersama Kita Saling Menguatkan.”
Program “Livin’ Mandiri Berbagi, Bersama Kita Saling Menguatkan.”  di Bank Mandiri Semarang.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum05 Juni 2026, 13:47 WIB

Bank Mandiri Taspen Dampingi Korban Penipuan di Purwokerto Hingga Proses Hukum Tuntas

Sebagai bentuk tindakan tegas, manajemen telah menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat terhadap oknum tersebut.
Kantor Polres Banyumas. (Sumber: )
Umum25 Mei 2026, 20:45 WIB

Program Dokter Spesialis Keliling Sudah Layani Ribuan Warga, Mohammad Saleh Minta Jangkauan Diperluas

Program Speling sangat membantu masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang akses layanan kesehatan spesialisnya masih terbatas.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: dok)
Umum23 Mei 2026, 18:19 WIB

FISIP Undip Gelar Bedah Buku, Mohammad Saleh Tekankan Pentingnya Menjembatani Teori dan Praktik Politik

Fenomena politik kontemporer—terutama di era digital—menunjukkan bahwa pendekatan teoritik perlu terus diperbarui agar tetap relevan.
 (Sumber: )