Bukan Karena Wingit, Ini Penyebab Ketiga Kalinya Truk Trailer Terjebak di Persimpangan Madukoro, Semarang

Galuh Prakasa
Kamis 20 Juli 2023, 14:40 WIB
Bukti CCTV sopir truk tak terobos palang perlintaan kereta api (Sumber : Twitter/@xuhaoth8)

Bukti CCTV sopir truk tak terobos palang perlintaan kereta api (Sumber : Twitter/@xuhaoth8)

INFOSEMARANG.COM -- Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Mohamad Risal Wasal, mengungkapkan sudah tiga kali terjadi truk tersangkut di perlintasan sebidang Jalan Madukoro, Semarang.

Hanya saja kejadian sebelumnya tidak sampai menyebabkan kecelakaan karena terjadi pada jam sepi, malam sampai dini hari dan truk bisa ditarik keluar.

Pada kecelakaan KA Brantas pada Selasa, 18 Juli 2023 malam, persitiwa terjadi pada jam sibuk, sopir sudah berusaha meminta tolong, tetapi tidak sempat karena laju kereta yang sudah dekat.

Tersangkutnya truk pada perlintasan sebidang Jalan Madukoro Semarang terjadi karena gundukan pada persimpangan tersebut.

Truk jenis lowbed atau lowdeck biasanya hanya memiliki tinggi ground clearance 20 cm sehingga rawan tersangkut pada gundukan jalan.

Dalam menghadapi insiden berulang ini, Risal akan meminta pemerintah daerah setempat untuk memasang rambu larangan bagi kendaraan berat yang melintas di titik persimpangan tersebut.

Baca Juga: Kini Masuk Danau BSB City Semarang Bakal Dikenai Tiket, Simak Aturan Berkunjung

Hal ini bertujuan untuk mencegah kendaraan berat yang bukan jalur mereka, terutama truk dengan bodi rendah (lowdeck), agar tidak terjebak di persimpangan yang rawan kecelakaan.

"Artinya ini bukan jalur mereka, apalagi kalau pakai 'lowdeck' ya mungkin tersangkut," katanya dikutip dari Antara pada Kamis, 20 Juli 2023.

Proses Perbaikan Jembatan dan Rel Setelah Kecelakaan

Direktur Jenderal Perkeretaapian juga menjelaskan bahwa saat ini proses perbaikan jembatan dan rel akibat kecelakaan yang melibatkan KA Brantas dan truk masih berlangsung.

Meskipun kerusakan tidak terlalu parah, tetapi perlu dilakukan penguatan agar kereta bisa tetap berjalan.

Proses perbaikan melibatkan penggantian bantalan yang rusak akibat insiden tersebut.

Baca Juga: Statistik Positif PSIS Semarang vs PSS Sleman, Laskar Mahesa Jenar Bakal Jaga Dominasi 5 Kemenangan

Selain itu, dilakukan juga perkuatan sementara struktur jembatan untuk memastikan kereta bisa melintas dengan aman.

Saat ini, kecepatan kereta melintas di lokasi kecelakaan dibatasi hingga 20 km per jam demi keamanan.

Detail Kecelakaan KA Brantas dan Truk di Jalan Madukoro

Sebelumnya, Kereta Api Brantas tujuan Jakarta-Blitar mengalami kecelakaan ketika menabrak truk di perlintasan sebidang Jalan Madukoro, Semarang Barat, pada hari Selasa malam tanggal 18 Juli 2023.

Tabrakan ini terjadi ketika truk trailer yang melintas dari arah utara menuju selatan tersangkut di persimpangan rel.

Akibat tabrakan, terjadi ledakan saat lokomotif kereta menabrak bagian kepala truk. Bagian kepala dan ekor gandengan truk pun terjepit di mulut jembatan rel di Kanal Banjir Barat Semarang.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)