Sebanyak 150 Ribu Penumpang Sudah Pesan Tiket Kereta Api di Daop 4 Semarang untuk Angkutan Lebaran 2025

Sakti Setiawan
Selasa 11 Maret 2025, 07:45 WIB
Penumpang KA di stasiun Tawang Semarang. (Sumber:  | Foto: Sakti)

Penumpang KA di stasiun Tawang Semarang. (Sumber: | Foto: Sakti)

Sebanyak 150 Ribu Penumpang Sudah Pesan Tiket Kereta Api di Daop 4 Semarang untuk Angkutan Lebaran 2025

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 150.402 penumpang telah melakukan pemesanan tiket kereta api di wilayah Daop 4 Semarang untuk masa Angkutan Lebaran 2025. Periode angkutan ini berlangsung selama 22 hari, mulai 21 Maret hingga 11 April 2025.

Puncak jumlah pemesan tiket tertinggi tercatat pada Minggu, 6 April 2025 (H+5) dengan 13.109 penumpang, disusul Sabtu, 5 April 2025 (H+4) dengan 13.063 penumpang. Angka ini masih dapat meningkat karena penjualan tiket masih berlangsung.

Selama masa Angkutan Lebaran 2025, KAI Daop 4 Semarang menyiapkan sebanyak 535.282 tiket, atau rata-rata 24.331 tiket per hari. Hingga data per hari ini, Senin, 10 Maret 2025, jumlah tiket yang sudah dipesan baru mencapai 28 persen.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan kesempatan ini dengan memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, atau mitra resmi penjualan lainnya, karena tiket masih tersedia dalam jumlah yang cukup banyak,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Untuk memastikan kelancaran Angkutan Lebaran 2025, KAI Daop 4 Semarang telah mempersiapkan berbagai aspek peningkatan keandalan sarana dan prasarana. Sebanyak 734 perjalanan KA akan dioperasikan selama periode tersebut, dengan rata-rata 34 perjalanan KA per hari. Selain itu, 182 unit sarana andal telah disiapkan, yang terdiri dari 16 lokomotif dan 166 kereta penumpang, termasuk kelas eksekutif, ekonomi, kereta makan, dan kereta pembangkit.

Selain itu, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan juga telah melaksanakan Rampcheck SPM (Standar Pelayanan Minimum) Angkutan Lebaran 2025 dengan memeriksa 8 stasiun pelayanan penumpang dan 12 kereta api penumpang di wilayah KAI Daop 4 Semarang.

“Pelaksanaan Rampcheck ini untuk memastikan semua layanan yang menyangkut perkeretaapian tersedia dengan baik sesuai dengan SPM khususnya dalam menjelang angkutan Lebaran Tahun 2025,” ungkap Franoto.

Selanjutnya DJKA juga telah melaksanakan Pengawasan Inspeksi Keselamatan Angkutan Lebaran Tahun 2025 dengan ruang lingkup yang diperiksa meliputi aspek prasarana, fasilitas operasi dan telekomunikasi.

Dari hasil Rampchek dan Inspeksi keselamatan oleh DJKA diyakini bahwa KAI Daop 4 Semarang siap untuk melaksanakan Angkutan Lebaran 2025.

“Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, KAI Daop 4 Semarang berkomitmen untuk memberikan pengalaman perjalanan mudik terbaik bagi seluruh masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2025. Kami ingin menjadikan perjalanan kereta api sebagai pilihan transportasi terbaik yang mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan,” tutup Franoto.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum09 Juli 2026, 09:07 WIB

Layanan Operasional Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Purwokerto Berjalan Normal

Bank Mandiri Taspen memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional dan layanan perbankan di Kantor Cabang Purwokerto tetap berjalan normal.
 (Sumber: )
Umum08 Juli 2026, 18:26 WIB

Penipuan Investasi Bodong Purwokerto, OJK Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka

OJK berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung proses penindakan hukum terhadap kasus penipuan berkedok investasi di Purwokerto.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum04 Juli 2026, 09:05 WIB

Bank Mandiri Taspen Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka NHS

Bank Mandiri Taspen menegaskan komitmen bank untuk mendukung proses hukum dalam perkara dugaan penipuan berkedok investasi di Purwokerto.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum03 Juli 2026, 16:56 WIB

Bank Mandiri Perkuat Aksi Kemanusiaan Lewat Program Donor Darah Berkelanjutan

Aksi donor darah ini bentuk komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi kemanusiaan berkelanjutan.
 (Sumber: )
Umum02 Juli 2026, 08:23 WIB

Kuasa hukum Bank Mandiri Taspen: Penyelesaian Kasus NHS Harus Dalam Koridor Hukum dan Fakta yang Tepat

Kuasa hukum Bank Mandiri Taspen Jeffry MH, menyatakan pendampingan hukum korban penipuan oleh NHS agar dilakukan secara profesional.
 (Sumber: )
Semarang Raya30 Juni 2026, 11:54 WIB

Ajak Anak Liburan Seru, Queen City Mall Hadirkan Event Capybara Bakery hingga 12 Juli

Queen City Mall menghadirkan wahana bertema Capybara Bakery untuk memeriahkan libur sekolah. Event Tuntunzai Capybara pertama di Semarang ini berlangsung di Atrium Queen City Mall mulai 24 Juni hingga 12 Juli 2026.
 (Sumber: )
Umum29 Juni 2026, 09:39 WIB

Bank Mandiri Taspen Tegaskan Tidak Ada Kredit Fiktif maupun Kredit Bermasalah dalam Kasus di Purwokerto

Seluruh proses penyaluran kredit yang dilakukan Bank Mandiri Taspen telah dilaksanakan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.
 (Sumber: )
Pendidikan28 Juni 2026, 18:30 WIB

Hadapi Banjir Informasi Digital, Mohammad Saleh Ajak Mahasiswa Unwahas Perkuat Nalar Kritis

Di tengah banjir informasi yang terjadi saat ini, mahasiswa memiliki peran strategis untuk menjadi agen literasi dan penyebar kesadaran di tengah masyarakat.
 (Sumber: )
Semarang Raya27 Juni 2026, 17:44 WIB

Sparktacular Holiday Wonderland Hadir di The Park Semarang, Sajikan Atraksi Sirkus Kelas Dunia

The Park Semarang menghadirkan Sparktacular Holiday Wonderland: International Circus Show from South America. Pertunjukan berlangsung mulai 27 Juni hingga 12 Juli 2026.
 (Sumber: )
Umum26 Juni 2026, 19:34 WIB

Bank Mandiri Taspen Pastikan Layanan di Cabang Purwokerto Tetap Normal di Tengah Kasus Penipuan

Bank Mandiri Taspen memastikan operasional Kantor Cabang Purwokerto tetap berjalan normal meski menerima kunjungan sejumlah nasabah yang ingin memperoleh penjelasan terkait perkembangan kasus penipuan yang mereka alami.
 (Sumber: )