Viral Mahasiswa Kena Salty Netizen seusai Sebut Sukoharjo Pelosok, Berujung Minta Maaf

Noorchasanah Anastasia
Kamis 04 Mei 2023, 10:33 WIB
Menfess berisi Sukoharjo dikira pelosok yang viral di Twitter. (Sumber : Twitter @undipmenfess)

Menfess berisi Sukoharjo dikira pelosok yang viral di Twitter. (Sumber : Twitter @undipmenfess)

INFOSEMARANG.COM -- Viral sebuah menfess atau cuitan otomatis anonim dari base di Twitter, @undipmenfess, yang mengira Sukoharjo adalah wilayah pelosok.

Bermula dari kiriman menfess seseorang yang mendapat wilayah Sukoharjo sebagai tempat KKN dari kampusnya.

Namun ia mengira jika Sukoharjo adalah wilayah di pelosok dan khawatir ada apa saja di daerah tersebut.

Sontak netizen terutama yang berasal dari Sukoharjo turut buka suara.

Merasa tersinggung dengan tulisan pengirim menfess, warganet pun memperlihatkan dan menjabarkan soal Sukoharjo.

Baca Juga: Viral Video Penumpang Pesawat Panik Minta Turun karena Suara Mesin Pesawat yang Tak Wajar

Menfess ini pun ramai dan dikomentari ribuan netizen lainnya hingga nama Sukoharjo masuk daftar trending topic.

Pada menfess yang ia kirim, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) ini menggunakan huruf kapital.

YA ALLAH DPT KKN DI SUKOHARJO, DI SUKOHARJO ADA APA PLIS PELOSOK BGT KAH SUKOHARJO ITU?

Ia juga membubuhkan emoji menangis pada menfess kirimannya.

Paham menfess yang ia kirim menimbulkan kegaduhan, ia pun kembali mengirim menfess lainnya.

Berisi permintaan maaf dan penyesalan karena tidak mencari informasi terlebih dahulu tentang Sukoharjo.

Baca Juga: Video Ajari Anak di Bawah Umur Menyetir Mobil Viral, Pemilik Lembaga Kursus di Samarinda Minta Maaf

Berikut permintaan maafnya yang dikirim secara anonim melalui @undipmenfess:

Selamat malam semuanya, di sini sender ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya terutama kepada warga sukoharjo yang merasa tersinggung dengan cuitan sender.

Jujur sender tidak ada maksud dan juga unsur buruk dalam cuitan tersebut, sender hanya ingin bertanya mengenai sukoharjo.

Namun, di sini sender salah karena telah menggunakan kata pelosok dalam cuitan tersebut, sekali lagi sender tidak ada maksud atau niatan buruk dalam cuitan tersebut.

Cuitan tersebut sender buat dalam tulisan kapital karena sender saat itu sedang kaget akibat mendapat info akan ditempatkan KKN di tempat tersebut dan tanpa berpikir dua kali sender langsung membuat menfess.

Terima kasih kepada semuanya yang sudah memberi tahu sender bahwa ternyata sukoharjo itu bukanlah tempat seperti yang sender kira sebelumnya.

Setelah membaca reply dari teman-teman semua sender merasa biasa saja dan bahkan senang untuk bisa melakukan KKN di sukoharjo.

Terima kasih kepada semua, dan sekali lagi sender minta maaf karena telah membuat kegaduhan dimana sender sama sekali tidak berniat dan tidak menyangkan bahwa cuitan tersebut akan membuat kegaduhan dan keributan.

Selamat malam dan selamat istirahat semuanya.

(*)

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum14 Juni 2026, 09:52 WIB

Mohammad Saleh Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sari Yuliati Sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957

Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Tengah, Mohammad Saleh pun menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Sari Yuliati dalam Mubes tersebut.
 (Sumber: )
Umum12 Juni 2026, 18:25 WIB

Mohammad Saleh Apresiasi Langkah Pemprov Jateng Realokasikan Rp200 Miliar untuk Percepat Perbaikan Jalan

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang merealokasikan anggaran sekitar Rp200 miliar pada tahun 2026 untuk mempercepat perbaikan jalan provinsi.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum12 Juni 2026, 12:22 WIB

Penipuan: Ini Dia “Malinda Dee” Penipu Versi Lokal Purwokerto

Modus manipulasi yang dilakukan oleh tersangka D di Purwokerto ini mirip dengan apa yang diperbuat oleh Inong Malinda Dee alias Malinda Dee.
 (Sumber: )
Bisnis11 Juni 2026, 16:06 WIB

Ketua Baru AREBI Jateng Usung Profesionalisme dan Kolaborasi Industri Properti

William Nugraha terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jawa Tengah periode 2026–2029.
 (Sumber: )
Umum10 Juni 2026, 11:09 WIB

Skema Ponzi: Oknum Mantan Pegawai Bank Lakukan Penipuan Berkedok Investasi, Ditahan Polres Banyumas

Polresta Banyumas resmi menetapkan seorang oknum mantan pegawai Bank Mandiri Taspen Purwokerto berinisial NHS alias D, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan berkedok investasi yang merugikan sejumlah nasabah.
 (Sumber: )
Umum07 Juni 2026, 14:10 WIB

Mohammad Saleh Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sari Yuliati Sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957

Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Tengah, Mohammad Saleh menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Sari Yuliati dalam Mubes tersebut.
Para peserta Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 Tahun 2026. (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum05 Juni 2026, 21:42 WIB

Bank Mandiri Hadirkan Paket Makanan dan Minuman Rp1 di Semarang melalui Program Livin’ Mandiri Berbagi

Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah yang memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui program “Livin’ Mandiri Berbagi, Bersama Kita Saling Menguatkan.”
Program “Livin’ Mandiri Berbagi, Bersama Kita Saling Menguatkan.”  di Bank Mandiri Semarang.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum05 Juni 2026, 13:47 WIB

Bank Mandiri Taspen Dampingi Korban Penipuan di Purwokerto Hingga Proses Hukum Tuntas

Sebagai bentuk tindakan tegas, manajemen telah menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat terhadap oknum tersebut.
Kantor Polres Banyumas. (Sumber: )
Umum25 Mei 2026, 20:45 WIB

Program Dokter Spesialis Keliling Sudah Layani Ribuan Warga, Mohammad Saleh Minta Jangkauan Diperluas

Program Speling sangat membantu masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang akses layanan kesehatan spesialisnya masih terbatas.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: dok)
Umum23 Mei 2026, 18:19 WIB

FISIP Undip Gelar Bedah Buku, Mohammad Saleh Tekankan Pentingnya Menjembatani Teori dan Praktik Politik

Fenomena politik kontemporer—terutama di era digital—menunjukkan bahwa pendekatan teoritik perlu terus diperbarui agar tetap relevan.
 (Sumber: )