Cara Menghadapi Pasangan Posesif, Memangnya Bisa Diperbaiki?

Arendya Nariswari
Minggu 29 Oktober 2023, 09:30 WIB
Ilustrasi pasangan posesif(Sumber : Unsplash/Kyle Bearden)

Ilustrasi pasangan posesif(Sumber : Unsplash/Kyle Bearden)

INFOSEMARANG.COM - Cara menghadapi pasangan posesif memang terkadang membuat beberapa orang stres terhadap hubungan asmara mereka. 

Dalam hubungan asmara, rasa saling memiliki adalah hal yang wajar. Namun, rasa memiliki yang berlebihan bisa berubah menjadi sikap posesif.

Sikap posesif dapat berupa kontrol, cemburu, dan kecemburuan yang berlebihan.

Sikap posesif dapat mengganggu kesehatan mental dan fisik, serta dapat merusak hubungan asmara. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menghadapi pasangan posesif.

Berikut adalah beberapa cara menghadapi pasangan posesif:

Baca Juga: Sadis! Terkuak Motif Selebgram Semarang Zhafira Devi Bunuh Bayi di Toilet

  1. Komunikasikan dengan baik

Komunikasi yang baik adalah kunci dalam menghadapi pasangan posesif. Bicarakan dengan pasangan Anda tentang perilakunya yang posesif. Jelaskan bahwa perilakunya membuat Anda merasa tidak nyaman dan terkekang.

Hindari menyalahkan atau menghakimi pasangan Anda. Berbicaralah dengan tenang dan penuh empati.

  1. Tetapkan batasan

Setelah membicarakan dengan pasangan Anda, tetapkan batasan yang jelas tentang apa yang Anda terima dan tidak terima. Misalnya, Anda bisa membatasi pasangan Anda untuk tidak memeriksa ponsel Anda secara diam-diam, atau tidak melarang Anda untuk bertemu dengan teman-teman Anda.

Jika pasangan Anda melanggar batasan yang Anda tetapkan, tegaskan bahwa Anda tidak akan menerimanya.

Baca Juga: Cara Mengelola Emosi saat Ada Konflik dengan Pasangan, Sepele Namun Hal Ini Kerap Diabaikan

  1. Dukung diri sendiri

Jika pasangan Anda tidak mau mengubah perilakunya, Anda perlu mendukung diri sendiri. Percayalah bahwa Anda layak untuk diperlakukan dengan baik.

Luangkan waktu untuk diri sendiri, dan lakukan hal-hal yang membuat Anda bahagia.

  1. Minta bantuan profesional

Jika Anda merasa tidak mampu menghadapi pasangan posesif sendirian, mintalah bantuan profesional. Psikolog dapat membantu Anda memahami penyebab sikap posesif pasangan Anda, dan memberikan cara-cara untuk menghadapinya.

Berikut adalah beberapa tips tambahan untuk menghadapi pasangan posesif:

Baca Juga: Mengenal Istilah Skinship, yang Membuat Hubungan Asmara Semakin Lengket

  • Jangan biarkan pasangan Anda mengendalikan Anda. Jika Anda merasa dikendalikan, segera hentikan perilakunya.
  • Jangan takut untuk meninggalkan hubungan. Jika pasangan Anda tidak mau mengubah perilakunya, Anda perlu meninggalkan hubungan tersebut.

Ingatlah, Anda tidak sendiri. Banyak orang yang pernah mengalami pasangan posesif. Dengan cara yang tepat, Anda bisa menghadapi dan mengatasinya.

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum04 September 2026, 09:44 WIB

Dika Akui Menipu dan Gelapkan Uang Pensiunan: Tiga Saksi Beberkan Kejahatan Terdakwa di PN Purwokerto

Dalam sidang di PN Purwokerto, Nurma Handika Sari alias Dika, mengakui seluruh kesalahan yang didakwakan pada dirinya.
 (Sumber: )
Umum24 Agustus 2026, 15:20 WIB

Dukung Aksi AMPB di DPR RI, Riyanta GJL Sebut RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Jalan Lurus (GJL) mendukung rencana aksi pencapaian pendapat oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI, Kamis 27 Agustus 2026.
Ketum GJL Riyanta beri keterangan di Kawasan Kota Lama Semarang, Ahad, 23 Agustus 2026. (Sumber: )
Semarang Raya24 Agustus 2026, 11:34 WIB

RPK-RI Pastikan Pekerjaan Jalan Bringin dan K3 Berjalan Sesuai Ketentuan

Proyek peningkatan Jalan Batas Kota Salatiga–Kedungjati/Batas Kabupaten Grobogan di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendapat pemantauan dari LSM RPK-RI.
 (Sumber: )
Umum20 Agustus 2026, 10:52 WIB

OJK Purwokerto Ingatkan Bahaya Investasi Ilegal Berkedok Keuntungan Tinggi

Praktisi hukum Saleh Darmawan mengatakan, korban investasi ilegal masih memiliki peluang untuk mengupayakan pemulihan kerugian melalui proses hukum.
Forum diskusi tentang investasi bodong yang digelar di Purwokerto, belum lama ini.
 (Sumber: )
Bisnis19 Agustus 2026, 12:48 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, 156 Broker Properti Jateng Jalani Sertifikasi

Arebi Jateng menggelar sertifikasi kompetensi bagi 156 broker properti sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan agen properti.
 (Sumber: )
Umum16 Agustus 2026, 18:36 WIB

Kisah Baby Udon Bikin Penonton Semarang Menangis Tersedu-sedu

Suasana haru mewarnai roadshow film Baby Udon di Citra XXI, Mal Ciputra Semarang, Minggu (16/8/2026). Sejumlah penonton terlihat menangis.
Roadshow Film Baby Udon di Semarang
Gaya Hidup14 Agustus 2026, 17:28 WIB

Kolaborasi ASTON Inn Pandanaran Semarang dan Awak Media Pererat Silaturahmi

Executive Assistant Manager ASTON Inn Pandanaran Semarang, Yuliani Krisharyati mengatakan, semangat kebersamaan semakin terasa melalui berbagai aktivitas interaktif yang dihadirkan dalam rangkaian Media Connect.
Kegiatan Media Connect di lobi hotel tersebut, Kamis, 13 Agustus 2026. (Dok)
Semarang Raya14 Agustus 2026, 17:07 WIB

Media Massa, Kreator Konten, dan khalayak Diharap tak Abai Verifikasi

Dalam forum yang diselenggarakan Jurnalis FC bersama Forum Wartawan Kota (Forwakot) Semarang itu, membahas tema utama terkait persoalan hoaks, konten menyesatkan atau misleading, dan konsekuensi hukum di ruang digital.
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Viral Boleh Hoaks Jangan!” di Kota Semarang, Kamis 13 Agustus 2026. (dok)
Semarang Raya13 Agustus 2026, 21:22 WIB

Erik Agus Susanto Terpilih Aklamasi Pimpin DPP Lindu Aji Periode 2026–2031

Kongres III Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lindu Aji menetapkan Erik Agus Susanto sebagai Ketua Umum DPP Lindu Aji periode 2026–2031.
 (Sumber: )
Bisnis11 Agustus 2026, 08:35 WIB

MAS Arya Dorong Deteksi Dini Kanker bagi Pekerja Industri Garmen

MAS Arya Indonesia melalui program Aloka fokus pada peningkatan kesadaran dan deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen.
MAS Arya Indonesia melalui program Aloka deteksi dini kanker bagi karyawan industri garmen. 
 (Sumber:  | Foto: Dok.)