Drama Korea "Vigilante" dengan Akting Nam Joo Hyuk yang Mencuri Perhatian di Festival Film Busan

Galuh Prakasa
Minggu 08 Oktober 2023, 19:56 WIB
"Vigilante" menjanjikan aksi mendebarkan dan akting memukau Nam Joo Hyuk yang tak boleh dilewatkan. (Sumber : YouTube/disneyplus)

"Vigilante" menjanjikan aksi mendebarkan dan akting memukau Nam Joo Hyuk yang tak boleh dilewatkan. (Sumber : YouTube/disneyplus)

INFOSEMARANG.COM -- Drama Korea "Vigilante" dengan bintang utama Nam Joo Hyuk telah memukau penonton dengan episode 1 hingga 3 yang baru-baru ini dirilis di Teater Haneul, Pusat Sinema Busan di Haeundae, Busan.

Sutradara Choi Jung Yeol serta para aktor Yoo Ji Tae, Kim So Jin, dan Lee Joon Hyuk turut hadir dalam acara ini, sayangnya, Nam Joo Hyuk tidak dapat hadir karena sedang menjalani wajib militer.

Drama aksi thriller "Vigilante" ini diadaptasi dari webtoon populer dengan judul yang sama.

Baca Juga: Rahmad Darmawan Dukung Keputusan STY dalam Pemilihan Pemain Timnas Indonesia: Berdasarkan Skema Permainan, Bukan Tekanan dari Luar

Ceritanya mengikuti perjalanan Kim Ji Yong (Nam Joo Hyuk), seorang mahasiswa akademi kepolisian yang berubah menjadi pahlawan kegelapan di malam hari untuk menghukum para penjahat.

Baru-baru ini, "Vigilante" mendapat undangan resmi ke Festival Film Internasional Busan (BIFF) ke-28 di bagian "On Screen," di mana para penonton memenuhi seluruh lantai tiga teater dengan antusiasme yang tinggi.

Nam Joo Hyuk membuktikan kemampuan aktingnya yang memukau melalui perannya sebagai pahlawan kegelapan sekaligus mahasiswa teladan di universitas kepolisian. Ia dengan sempurna memerankan dua sisi karakternya yang berbeda, mendapatkan banyak pujian.

Sutradara Choi Jung Yeol bahkan mengatakan, “Saya sangat menyukai mata Nam Joo Hyuk. Saya pikir ada makna lain jauh di dalam matanya. Prediksi saya benar. Aktornya sebenarnya adalah Kim Ji Yong sendiri.”

Baca Juga: Membunuh dengan Bengis! Reza Indragiri Nilai Ronald Tannur Pantas Dijerat Pasal 338

Nam Joo Hyuk mengungkapkan rasa sakit karakternya melalui tindakannya. Sasaran Kim Ji Yong adalah pelaku kejahatan yang tidak menunjukkan rasa hormat kepada korbannya.

Dengan tinggi badannya yang mencolok, ia tampil dalam berbagai adegan aksi yang mengesankan.

Penonton dapat merasakan kemarahan, dendam, dan kegilaan dalam tatapannya saat ia berhadapan dengan penjahat yang membunuh anak-anak.

Sutradara menegaskan bahwa fokus utama adalah adegan aksi yang mengesankan, yang membuat webtoon aslinya begitu terkenal.

Baca Juga: 5 Cara Menghadapi Orang yang Selalu Merasa Benar

Tindakan Kim Ji Yong beradaptasi dengan perilaku lawannya, dengan adegan yang lebih fokus pada emosi. Penonton dapat menantikan aksi yang lebih spektakuler di episode 4.

"Vigilante" yang terdiri dari 8 episode akan tayang perdana di Disney+ pada 8 November. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikannya!

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum14 Juni 2026, 09:52 WIB

Mohammad Saleh Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sari Yuliati Sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957

Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Tengah, Mohammad Saleh pun menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Sari Yuliati dalam Mubes tersebut.
 (Sumber: )
Umum12 Juni 2026, 18:25 WIB

Mohammad Saleh Apresiasi Langkah Pemprov Jateng Realokasikan Rp200 Miliar untuk Percepat Perbaikan Jalan

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang merealokasikan anggaran sekitar Rp200 miliar pada tahun 2026 untuk mempercepat perbaikan jalan provinsi.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum12 Juni 2026, 12:22 WIB

Penipuan: Ini Dia “Malinda Dee” Penipu Versi Lokal Purwokerto

Modus manipulasi yang dilakukan oleh tersangka D di Purwokerto ini mirip dengan apa yang diperbuat oleh Inong Malinda Dee alias Malinda Dee.
 (Sumber: )
Bisnis11 Juni 2026, 16:06 WIB

Ketua Baru AREBI Jateng Usung Profesionalisme dan Kolaborasi Industri Properti

William Nugraha terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jawa Tengah periode 2026–2029.
 (Sumber: )
Umum10 Juni 2026, 11:09 WIB

Skema Ponzi: Oknum Mantan Pegawai Bank Lakukan Penipuan Berkedok Investasi, Ditahan Polres Banyumas

Polresta Banyumas resmi menetapkan seorang oknum mantan pegawai Bank Mandiri Taspen Purwokerto berinisial NHS alias D, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan berkedok investasi yang merugikan sejumlah nasabah.
 (Sumber: )
Umum07 Juni 2026, 14:10 WIB

Mohammad Saleh Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sari Yuliati Sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957

Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Tengah, Mohammad Saleh menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Sari Yuliati dalam Mubes tersebut.
Para peserta Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 Tahun 2026. (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum05 Juni 2026, 21:42 WIB

Bank Mandiri Hadirkan Paket Makanan dan Minuman Rp1 di Semarang melalui Program Livin’ Mandiri Berbagi

Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah yang memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui program “Livin’ Mandiri Berbagi, Bersama Kita Saling Menguatkan.”
Program “Livin’ Mandiri Berbagi, Bersama Kita Saling Menguatkan.”  di Bank Mandiri Semarang.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum05 Juni 2026, 13:47 WIB

Bank Mandiri Taspen Dampingi Korban Penipuan di Purwokerto Hingga Proses Hukum Tuntas

Sebagai bentuk tindakan tegas, manajemen telah menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat terhadap oknum tersebut.
Kantor Polres Banyumas. (Sumber: )
Umum25 Mei 2026, 20:45 WIB

Program Dokter Spesialis Keliling Sudah Layani Ribuan Warga, Mohammad Saleh Minta Jangkauan Diperluas

Program Speling sangat membantu masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang akses layanan kesehatan spesialisnya masih terbatas.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: dok)
Umum23 Mei 2026, 18:19 WIB

FISIP Undip Gelar Bedah Buku, Mohammad Saleh Tekankan Pentingnya Menjembatani Teori dan Praktik Politik

Fenomena politik kontemporer—terutama di era digital—menunjukkan bahwa pendekatan teoritik perlu terus diperbarui agar tetap relevan.
 (Sumber: )