Pemkot Siapkan 1.000 Dosis Vaksin, Antisipasi Kasus COVID-19 yang Muncul Lagi di Semarang

Galuh Prakasa
Senin 11 Desember 2023, 20:13 WIB
Ilustrasi | Pemkot Semarang siapkan 1000 dosis vaksin, antisipasi peningkatan kasus Covid-19. (Sumber : Freepik/perezfotografia)

Ilustrasi | Pemkot Semarang siapkan 1000 dosis vaksin, antisipasi peningkatan kasus Covid-19. (Sumber : Freepik/perezfotografia)

INFOSEMARANG.COM -- Pemerintah Kota Semarang mempersiapkan 1.000 dosis vaksin penguat untuk mencegah penularan COVID-19 pasca berakhirnya pandemi Corona.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan (Dinkes) telah berkomunikasi dengan Dinkes provinsi untuk mendapatkan 1.000 dosis vaksin pada Selasa, 12 Desember 2023.

"Dinkes sudah berkomunikasi dengan (Dinkes) provinsi akan diberikan 1.000 dosis pada Selasa besok," ujar Mbak Ita dilansir dari Antara.

Baca Juga: Hasil Drawing Lengkap BWF World Tour Finals 2023: Perjuangan Indonesia Bakal Berat

Langkah ini diambil menyusul munculnya kembali kasus Corona di Kota Semarang.

Mbak Ita menjelaskan bahwa penyediaan logistik vaksin COVID-19 merupakan langkah konkret dalam penanggulangan COVID-19 di tengah temuan kembali kasus tersebut.

Ia juga mendorong masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi penguat COVID-19 untuk segera menghubungi pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) terdekat guna mendapatkan vaksin tersebut.

Meskipun menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, Ita menekankan pentingnya menjalankan protokol kesehatan, terutama bagi yang melakukan perjalanan.

"Masyarakat tidak perlu panik. Bagi yang bepergian, protokol kesehatan dijalankan, makan makanan bergizi cukup. Bagi yang belum 'booster', hubungi puskesmas terdekat, Selasa kami sediakan," katanya.

Baca Juga: Honor KPPS Pemilu 2024 Naik Dua Kali Lipat, Ketua Dapat Rp 1,2 Juta dan Anggota Rp 1,1 Juta

Dokter Abdul Hakam, Kepala Dinkes Kota Semarang, menjelaskan bahwa 1.000 dosis vaksin penguat yang disiapkan untuk pencegahan penularan COVID-19 adalah jenis Inavac, serupa dengan Sinovac.

Hakam menyoroti bahwa efek setelah vaksinasi dapat bervariasi, dan kondisi tubuh harus dalam keadaan fit sebelum menjalani vaksinasi.

Ia juga menyarankan penundaan vaksinasi bagi yang mengalami gangguan kesehatan, seperti flu. Hakam memberikan penekanan pada peran individu dalam memastikan kondisi tubuh yang sehat sebelum vaksinasi.

Mengenai kasus terbaru, tiga warga Kota Semarang dinyatakan positif COVID-19, semuanya perempuan dan berasal dari Kecamatan Mijen, Tembalang, dan Banyumanik.

Baca Juga: Harbolnas 12.12, Pengguna TikTok Bisa Cekout di Keranjang Kuning Lagi

Dalam menanggapi temuan ini, Ita langsung memberikan instruksi kepada jajarannya untuk melakukan langkah mitigasi guna mengendalikan penyebaran virus.

Diketahui, salah satu pasien memiliki riwayat perjalanan ke Singapura, sementara dua lainnya memiliki kontak erat dengan individu yang juga berada di Singapura.

Saat ini, ketiga pasien sedang menjalani isolasi mandiri di rumah dengan mematuhi protokol yang ditetapkan.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)