Kepemimpinan Romo Sastra, Membangun Manusia Sekaligus Budayanya

Sakti Setiawan
Kamis 17 Oktober 2024, 17:40 WIB
Gelar wicara bertajuk  ''Kemanusiaan dan Kebudayaan: Kepemimpinan Prof. Dr. M. Sastrapratedja. (Sumber:  | Foto: dok)

Gelar wicara bertajuk ''Kemanusiaan dan Kebudayaan: Kepemimpinan Prof. Dr. M. Sastrapratedja. (Sumber: | Foto: dok)

SEMARANG, INFOSEMARANG.COM- Soegijapranata Catholic University (SCU) atau Unika Soegijapranata Semarang menggelar gelar wicara bertajuk ''Kemanusiaan dan Kebudayaan: Kepemimpinan Prof. Dr. M. Sastrapratedja (1989-1993 dan 2004-2005) di Universitas Katolik Soegijparanata'' yang digelar di Ruang Teater Gedung Thomas Aquinas lantai 3 kampus SCU Bendan, Kamis 17 Oktober 2024. Talkshow di SCU ini merupakan kegiatan untuk mengenang dan secara kritis merefleksikan karya-karya Prof. Dr. M. Sastrapratedja tentang kepemimpiannya di Universitas Katolik Soegijapranata.

Selain di Universitas Katolik Soegijapranata, rangkaian kegiatan juga digelar di STF Driyarkara Jakarta dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Acara ini dimoderatori oleh Prof Dr Ir Y Budi Widianarko MSc dan peserta antara lain para dosen dan tendik yang telah purna tugas dan alumni terutama dari angkatan 1989-1993, kemudian para dosen dan tendik yang masih berkarya di Universitas Katolik Soegijapranata.

Bagi SCU, Prof. Dr. Michael Sastrapratedja, SJ, atau yang akrab dipanggil Romo Sastra tak asing lagi. Sebab, pria kelahiran Wonosobo, 22 Oktober 1943 merupakan mantan rektor Unika periode 1989-1993.

''Romo Sastra dikenal luas sebagai figur panutan, berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan, disiplin tinggi dan tegas serta bertangan dingin jika memegang sebuah tanggungjawab,'' ungkap Wakil Rektor Bidang Inovasi, Riset dan Publikasi SCU R Setiawan Aji Nugroho didampingi P Danardono selaku ketua panitia acara gelar wicara.

Ia mengungkapkan peran Romo Sastra dalam membangun SCU Semarang ini. Romo Sastra merupakan rektor SCU (1989-1993). Sebelum itu ia adalah Ketua STF Driyarkara selama dua periode (1980-1984 dan 1974-1988).

Di bawah kepemimpian Dr. M. Sastrapratedja, SJ jumlah mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata terus meningkat. Universitas Katolik Soegijapranata juga aktif menjalin kerjasama dengan sejumlah universitas luar negeri.

Pada tahun 1992, di bawah kepemimpian Romo Sastra mulai terjadi “Persamaan Status” jurusan (program studi) dan fakultas, yaitu jurusan Teknik Sipil (disamakan pada 3 Februari 1992), jurusan Akuntasi (disamakan pada 11 Agustus 1992). Setelah itu pada tahun 1994 dan 1995 jurusan-jurusan lain juga memperoleh status disamakan.

Lantaran jumlah mahasiswa terus bertambah, menyebabkan gedung tempat kuliah jalan Pandanaran 100 Semarang dianggap tak memadai lagi sebagai kantor dan tempat perkuliahan. Maka mulai tahun 1991 dimulai pembangunan gedung-gedung Universitas Katolik Soegijapranata di Bendan Dhuwur. Pada Agustus 1991 rektor M. Sastrapratedja, SJ meletakkan batu pertama yang menandai pembangunan gedung Albertus. Pada tanggal 12 Desember 1992 Gubernur Jawa Tengah meresmikan gedung tersebut.

Pada saat yang sama juga dibangun gedung Michael, gedung Antonius serta pembangunan gedung Thomas Aquinas. Pada masa kepemimpinan Romo Sastra juga mengiinisasi bahwa pimpinan Unika bisa dipilih dari antara kaum awam. Ia juga banyak menerbitkan buku-buku khususnya bidang filsafat kemanusiaan.

''Sebagian dari refleksi pemikirannya itu sudah diterbitkan. Latar belakang kompetensi Romo Sastra dalam bidang filsafat membuatnya sanggup mendiskusikan tema-tema ini pada tingkat diskursus intelektual dan aktualitas yang lebih tinggi,'' jelas Aji.

Ketua Panitia Gelar Wicara P Danardono mengatakan dalam gelar wicara ini, para dosen dan tendik yang telah purna tugas dan alumni terutama dari angkatan 1989- 1993 mendapat kesempatan untuk berpendapat. Demikian pula para dosen dan tendik yang masih berkarya di Universitas Katolik Soegijapranata.

''Tentu banyak kesan ketika bekerja bersama Romo Sastra, maka kami berharap semangat dan keteguhan diwariskan oleh beliau dapat diteruskan oleh generasi selanjutnya,'' ungkapnya.

Profil Romo Sastra

Prof. Dr. M. Sastrapratedja, S.J., lahir di Wonosobo, pada 22 Oktober 1934. Beliau menempuh pendidikan dasar di Wonosobo (1957), kemudian melanjutkan ke Seminari Mertoyudan, Magelang (1963), dan Pendidikan Pastor Yesuit di Girisonta, Yogyakarta (1965).

Beliau juga menempuh pendidikan di Pontifical Athenaeum, Poona, India (1966-1969), serta menyelesaikan studi di Fakultas Keguruan Seni Sastra IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta (1970-1974). Gelar Ph.D. diperolehnya dari Universitas Gregorian, Roma pada tahun 1979.

Dalam karier akademisnya, Prof. Sastrapratedja mengajar di berbagai institusi, antara lain sebagai dosen tidak tetap di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (1969-1973), dosen di IKIP Sanata Dharma (1971-1973), dan dosen tetap di STF Driyarkara (1979-1980). Beliau kemudian menjabat sebagai Rektor STF Driyarkara (1980-1984, 1984-1988), dan juga dosen tamu di Universitas Indonesia sejak 1982.

Selain itu, beliau menjabat sebagai Rektor Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang (1989-1993) dan Rektor Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta (1993-2001).

Prof. Sastrapratedja juga dikenal sebagai penulis produktif. Karya-karyanya meliputi Filsafat Manusia I, Mencari Alternatif Pandangan tentang Allah, Filsafat Manusia II, Manusia Multi Dimensional: Sebuah Renungan Filsafat (Gramedia, 1982), Agama dan Tantangan Masa Kini (2002), Pendidikan sebagai Humanisasi (Pusat Kajian Filsafat dan Pancasila, Driyarkara, 2013), dan Pendidikan Multidimensional (SDU Press, 2015). ***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)
Umum24 Februari 2026, 11:42 WIB

Kabar Baik Ramadan 2026! Tiket Pesawat Diskon 18%, Bantuan Beras untuk 35 Juta Keluarga

Pemerintah luncurkan stimulus Ramadan 2026: diskon tiket pesawat 18%, bantuan pangan untuk 35 juta keluarga, subsidi pupuk dan energi demi pertumbuhan 6%.
Kabar Baik Jelang Ramadan 2026! Tiket Pesawat Diskon 18%, 35 Juta Keluarga Dapat Bantuan (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)
Bisnis23 Februari 2026, 13:26 WIB

Bank Mandiri Awali 2026 dengan Fundamental Solid, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Bank Mandiri kembali mencatatkan kinerja yang solid pada awal 2026, perkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Bisnis18 Februari 2026, 12:42 WIB

Laba Moncer dan Fundamental Solid, Analis Pasang Target Harga Tinggi untuk Saham BMRI

Bank Mandiri terus menjaga disiplin pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Bank Mandiri. (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya16 Februari 2026, 20:00 WIB

Rayakan Imlek 2577 di Sam Poo Kong, Wali Kota Agustina Tegaskan Harmoni Jadi Kekuatan Kota

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa perayaan Imlek menjadi simbol kuat harmoni dan keberagaman di Kota Semarang.
 (Sumber: )
Semarang Raya16 Februari 2026, 14:01 WIB

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir di Rowosari dan Meteseh, Tembalang

Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bergerak cepat menangani banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kecamatan Tembalang pada Senin (16/2/2026) dini hari.
 (Sumber: )
Semarang Raya15 Februari 2026, 17:02 WIB

Kunjungan Wapres ke Kota Semarang Jadi Penguat Sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

Kedatangan Gibran disambut antusias masyarakat, pengurus klenteng, tokoh agama, serta pelaku usaha di kawasan wisata tersebut.
 (Sumber: )
Semarang Raya15 Februari 2026, 11:48 WIB

Besok Gelar Karnaval Dugderan, Pemkot Semarang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang Senin (16/2/2026) besok akan menggelar tradisi Dugderan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
 (Sumber: )
Semarang Raya13 Februari 2026, 20:32 WIB

Dugderan 2026: Wali kota Agustina Padukan Akulturasi Barongsai dan Tradisi Islam dalam Pesta Rakyat

Pemkot Semarang memastikan tradisi tahunan Dugderan 2026 akan hadir dengan skala yang lebih megah pada Senin (16/2/2026) mendatang.
Pemkot Semarang memastikan tradisi tahunan Dugderan 2026 akan hadir dengan skala yang lebih megah pada Senin (16/2/2026). (Sumber:  | Foto: Dok)