Pakai Keranjang Sampah, Pria Ini Punya Cara Nyentrik Keringkan Pakaian Tanpa Mesin

Arendya Nariswari
Sabtu 02 September 2023, 15:36 WIB
Pakai Tempat Sampah, Pria Ini Punya Cara Nyentrik Keringkan Pakaian Tanpa Mesin (Sumber : TikTok/@@adit_irawan13.)

Pakai Tempat Sampah, Pria Ini Punya Cara Nyentrik Keringkan Pakaian Tanpa Mesin (Sumber : TikTok/@@adit_irawan13.)

INFOSEMARANG.COM - Kekinian, hadirnya mesin cuci memang mempermudah keperluan dan kebutuhan rumah tangga ketika hendak membilas serta mengeringkan pakaian dalam waktu singkat.

Sebelum teknologi kian modern, zaman dahulu orang-orang mencuci dengan cara merendamnya, membilas lalu dijemur di bawah sinar matahari.

Kekinian, segalanya menjadi mudah dengan hadirnya teknologi bernama mesin cuci. Dalam waktu singkat bahkan pakaian bisa tercuci, terbilas dan kering seketika tanpa harus menunggu lama serta pancaran sinar matahari.

Baca Juga: Nyesek! Dikira Jamuran, oleh Pihak Laundry Baju Tie Die Pria Ini Dicuci Pakai Pemutih

Kendati demikian, kekinian tentu saja masih ada beberapa orang yang belum memiliki cukup dana untuk membeli mesin cuci.

Belum lagi, beberapa mesin cuci juga dikenal membutuhkan daya cukup tinggi sehingga tak heran jika biasanya tagihan menjadi bengkak akibat terlalu sering memakai mesin cuci.

Alhasil, berbagai cara dilakukan, seperti aksi seorang pria yang viral di TikTok belum lama ini.

Diduga tak memiliki mesin cuci, belum lama ini seorang pria mencoba alternatif lain guna mengeringkan pakaian mereka.

Baca Juga: Ngakak! Lagi Liburan, Bapak-bapak Ini Malah Kepergok Cuci Filter AC di Kamar Hotel

Setelah pakaian dibilas, pria ini sengaja memasukkan baju-bajunya ke dalam sebuah keranyang yang biasanya digunakan untuk membuang sampah.

Keranjang tersebut digantung dengan bagian ujungnya disangkutkan pada bagian atap.

Tali yang saling berkait akan semakin kencang jika diputar, demikian pula saat dilepaskan kecepatannya terbilang lumayan.

Dengan cara ini air pada pakaian yang diletakkan dalam keranjang bisa terbuang cukup banyak layaknya menggunakan mesin pengering.

Baca Juga: Handuk Malah Bau Setelah Dicuci? Begini Cara Mengatasinya dengan Tepat

Alhasil beban air pada pakaian menjadi berkurang, sehingga baju menjadi lebih kering dalam waktu singkat.

"Pabrik mesin cuci ketar-ketir melihat ini," tulis akun TikTok @adit_irawan13.

Tidak sedikit warganet lantas terpukau dengan inisiatif dari pria yang membuat mesin pengering baju manual dari keranjang sampah itu.

"Seketika mesin cuci turun omzet ya," sebut salah seorang warganet.

Baca Juga: Sudah Tuai Pujian Karena Mandiri, Gisel Sebut Video Gempi Cuci Baju Sendiri Hanya Pencitraan

"Pabrik mesin cuci tertawa sampai cepirit melihat ini," imbuh warganet lain.

"Saran tong sampahnya lebih bagus dibolong-bolongin bagian bawahnya bang biar airnya nggak ngendep di bawah," saran warganet lainnya.

Sampai dengan artikel ini ditulis video pria buat mesin pengering pakaian dari keranjang sampah tersebut telah viral dan mendapatkan 120 ribu lebih likes.

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)