7 Langkah Mempersiapkan Karier untuk Masa Depan, Bertahan dalam Perubahan atau Semakin Sukses?

Galuh Prakasa
Selasa 08 Agustus 2023, 21:03 WIB
Ilustrasi | 7 langkah mempersiapkan karier untuk masa depan. (Sumber : Pexels/Kindel Media)

Ilustrasi | 7 langkah mempersiapkan karier untuk masa depan. (Sumber : Pexels/Kindel Media)

INFOSEMARANG.COM -- Halo kamu yang tengah memasuki dunia kerja baru, mencari pekerjaan berikutnya, atau berencana untuk beralih ke bidang yang berbeda. Kami punya beberapa saran yang bermanfaat untukmu.

Ketika kamu memikirkan tentang karirmu di masa depan, apa yang terlintas dalam pikiranmu?

Jika kamu seperti kebanyakan orang, mungkin kamu membayangkan deretan pekerjaan dalam satu industri, masing-masing membawamu ke level kesuksesan berikutnya.

Baca Juga: MA Ubah Vonis Ferdy Sambo jadi Hukuman Seumur Hidup, Pidana Penjara Putri Candrawathi Disunat Jadi 10 Tahun

Namun, tipe karir semacam itu kini tidak seumum dulu. Menurut statistik, generasi baby boomer telah mengalami sekitar 12 pekerjaan pada usia 52 tahun, namun setengah dari pekerjaan itu dipegang antara usia 18 hingga 24 tahun.

Orang berpindah pekerjaan dan faktor eksternal dapat merubah pekerjaan. Pandemi global, sebagai contoh, telah menunjukkan seberapa cepat berbagai jalur karir dan rencana pertumbuhan perusahaan dapat berubah.

Sementara satu perusahaan mungkin mengalami pertumbuhan pesat, yang lain mungkin berada dalam mode bertahan.

Jadi, baik kamu memulai pencarian pekerjaan atau memikirkan ke depan, bagaimana kamu dapat mempersiapkan karirmu di masa depan?

Dilansir dari moneytalksnews pada Selasa, 8 Agustus 2023, berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan karier sukses di masa depan:

1. Menggali Tren Pertumbuhan

Mengetahui tren pertumbuhan yang diproyeksikan dari karir masa depan yang kamu inginkan dapat membantumu merencanakan lintasan karirmu.

Temukan level karir yang berbeda dan apa yang perlu kamu capai untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi.

Telusuri rata-rata gaji di situs seperti PayScale dan Salary.com untuk memahami potensi penghasilan dan membantu dalam wawancara dan negosiasi gaji di masa depan.

Lihatlah Biro Statistik Tenaga Kerja, unit penelitian fakta dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat.

Panduan Outlook Pekerjaannya memberikan informasi rinci untuk berbagai bidang dan dapat memberikanmu tingkat pertumbuhan pekerjaan yang diproyeksikan, informasi bayaran median, dan lainnya.

Baca Juga: PSIS Semarang vs Arema FC, Laskar Mahesa Jenar Bidik Kemenangan di Kandang, Gali Freitas Minta Panser Biru dan Snex penuhi Stadion Jatidiri

2. Mencari Calon Pemberi Kerja

Cari tahu siapa pemain besar dalam industri yang kamu inginkan.

Siapa yang sedang merekrut dan siapa yang memiliki budaya perusahaan yang akan cocok dengan aspirasi profesional dan pribadimu?

Siapa yang menawarkan manfaat dan opsi fleksibilitas kerja yang kamu butuhkan?

Bahkan jika kamu belum siap untuk melamar, lihat posisi terbuka di perusahaan-perusahaan ini untuk melihat persyaratan apa yang diperlukan.

Ikuti perusahaan yang menarik bagi kamu di LinkedIn, Twitter, dan Instagram untuk melihat gambaran tentang perusahaan tersebut.

3. Berbicara dengan Profesional Lain

Berinteraksi dan menjalin jaringan dengan orang lain dapat menjaga kamu tetap terhubung dalam hal karirmu di masa depan.

Dan ini tidak harus dilakukan dalam pengaturan pertemuan jaringan tradisional. Pertimbangkan untuk bergabung dengan kelompok-kelompok industri, baik yang virtual maupun tatap muka.

Situs web seperti Meetup.com bisa menjadi sumber bagus untuk menemukan kelompok-kelompok ini, bahkan jika sebagian besar pertemuan dilakukan secara virtual setelah pandemi.

Banyak dari kelompok profesional ini melibatkan pertemuan mingguan atau bulanan di mana mungkin ada pembicara atau topik kelompok yang akan dibahas.

Ini dapat membuka peluang untuk bertemu orang-orang dalam bidang karir baru dan menjalin koneksi baru.

Kamu juga bisa menjadwalkan wawancara informatif untuk berbicara dengan para profesional dalam area minatmu.

Meskipun menggunakan kata "wawancara," jenis pertemuan ini lebih seperti berkumpul di mana kamu bisa berbicara dengan seseorang yang melakukan pekerjaan yang kamu minati, atau seseorang yang berada di posisi lebih tinggi dalam industri.

Tanyakan bagaimana mereka memulai di bidang tersebut, apa yang mereka kerjakan, apa yang mereka sukai dan tidak sukai dari pekerjaan mereka, serta di mana mereka melihat peluang pertumbuhan -- di antara hal-hal lain.

Baca Juga: Apa Itu Body Checking? Tahapan di Miss Universe Indonesia, Tapi Malah Diduga Pelecehan Seksual

4. Belajar

Mengenal betul tentang karirmu di masa depan dapat membuatmu menjadi pencari kerja yang lebih berpengetahuan saat waktunya tiba.

Cari podcast, blog, konten YouTube, dan buku terkait. Kenali topik-topik dan isu-isu hangat dalam industri.

Siapa pemimpin dan orang-orang yang berpengaruh? Ikuti mereka di media sosial dan berinteraksi saat tepat.

5. Pertimbangkan Sukarela, Magang, atau Pekerjaan Paruh Waktu

Mendapatkan pengalaman langsung dalam area karirmu yang kamu inginkan bisa menjadi nilai tambah besar.

Mengambil magang, menjadi sukarelawan, atau membuka diri untuk pekerjaan lepas dan paruh waktu bisa memberimu pengalaman yang relevan dengan pekerjaan dan membantumu melihat apakah ini adalah bidang karir yang ingin kamu jalani.

Kamu juga bisa membangun hubungan baru dengan orang-orang dalam industri, yang berpotensi mengarah pada referensi atau rekomendasi kerja, atau bahkan pekerjaan.

Bahkan jika bukan pekerjaan full-time, jika kamu beralih ke bidang karir baru, pengalaman ini bisa membuat perbedaan signifikan dan menempatkanmu untuk sukses.

Baca Juga: Lowongan Kerja Lion Air Sebagai Pramugari dan Pramugara, Ini Persyaratan yang Harus Dilengkapi Pelamar

6. Pengembangan Profesional

Tergantung pada bidangnya, mengambil beberapa kelas, mendapatkan gelar, atau menyelesaikan sertifikasi mungkin bermanfaat atau diperlukan untuk mempelajari informasi terbaru dalam industri.

Banyak universitas dan platform pembelajaran menawarkan kursus online, yang berarti kamu dapat memasukkan pengembangan profesional dalam waktu luangmu.

Penambahan ini pada resume-mu dapat menunjukkan bahwa kamu serius tentang karir baru kamu dan melihat nilai dalam mengembangkan keterampilanmu.

7. Evaluasi Branding Pribadimu

Branding pribadi kamu — bagaimana kamu menyajikan dirimu secara profesional secara online dan dalam dokumen pencarian kerjamu — mungkin perlu direvisi.

Apakah kamu menggunakan istilah yang paling aktual dalam bio media sosial profesionalmu? Apakah kamu mengikuti para ahli untuk tetap dalam tren?

Apakah resume-mu diperbarui untuk menunjukkan bagaimana keterampilanmu sesuai dengan karir baru kamu?

Pastikan untuk menyoroti keterampilan yang bisa dipindahkan dan tunjukkan bagaimana keterampilan tersebut dapat bermanfaat bagi perusahaan.

Baca Juga: Kulit Semakin Glowing, Begini Tips Bersihkan Daki dengan Tepat

Jadi, yuk siapkan dirimu untuk karir yang sukses di masa depan!

Perhatikan juga, 5 soft skill penting untuk mengembangkan karier di masa depan.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)