Bukan Rasis! Fakta Gelap Terkuak Jadi Alasan Pengungsi Rohingnya Kali Ini Ditolak Aceh

Arendya Nariswari
Rabu 22 November 2023, 09:27 WIB
penampakan warga Rohingya yang terdampar di Aceh (Sumber : instagram @nenktaiment)

penampakan warga Rohingya yang terdampar di Aceh (Sumber : instagram @nenktaiment)

INFOSEMARANG.COM - Momen pengungsi Rohingnya kembali datang ke Aceh namun ditolak mentah-mentah oleh aparat dan warga setempat kembali menjadi sorotan.

Sejumlah media membagikan video viral momen di mana pengungsi Rohingnya terlihat berlabuh di bibir salah satu pantai Aceh dengan jumlah yang begitu banyak.

Mulai dari anak-anak hingga dewasa, pengungsi Rohingnya terlihat meminta belas kasih kepada warga Aceh untuk ditampung.

Baca Juga: Alasan Inkubator Penting untuk Bayi Prematur, Berkaca dari Malpraktik di Klinik Alifa

Kendati demikian, warga Aceh menolak keras kehadiran para pengungsi Rohingnya tersebut.

Mukhtarudin selaku kepala Desa Pulo Pineueng juga mengaku menolak mereka sebab merasa kewalahan dengan jumlahnya yang begitu banyak.

Sejak Selasa (14/11) sudah ada tiga kelompok pengungsi yang tiba di Aceh, dan jumlahnya mencapai ratusan.

Demikian pula AKBP Henki Sumanto selaku Kapolres Lhokseumawe menyebutkan, jika warga Aceh menolak Pengngsi Rohingnya.

Baca Juga: Bak Ranjau! Jumlah Temuan Paku di Parkiran Kota Lama Semarang Bikin Resah, Sengaja Atau Sisa Event?

Bukan cuma masalah tempat, ternyata perlakuan buruk para pengungsi sebelumnya membuat warga trauma.

Akun X @aylaffyu bahkan membeberkan fakta gelap pengungsi Rohingnya yang ada di Aceh.

"Rohingya ditolak bukan krn kita rasis. Dari 2014 udah diterima baik kok, tp kelakuannya ga sesuai norma di Aceh, kabur dari penampungan bahkan ada yang memperkosa perempuan Aceh. Wajar warga Aceh udah ga mau lagi. Tiga hari berturut-turut Rohingya ini berdatangan hampir 500 orang," cuitnya.

Baca Juga: Kelewat Nekat, 2 Bocah SD Naik Motor Madura-Jakarta Tanpa Helm Terciduk Di Tengaran, Ternyata Alasannya...

"Woi itu yang ditolak sebagian rombongan yang BARU DATENG, diminta melanjutkan perjalanan cari tempat penampungan lain. Yang udah ditampung bertahun-tahun, masih TETAP DITAMPUNG. Jangan lu pada mikir Orang Aceh jahat karena ngusir atau ga mau nerima semua pengungsi Rohingya," imbuhnya. "

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Semarang Raya10 Februari 2026, 21:08 WIB

Imlek dan Ramadhan Berdekatan, Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Kota Semarang

Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 menjadi momen istimewa, karena tahun ini waktunya berdekatan dengan bulan suci Ramadhan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng  mendampingi Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Sam Poo Kong, Semarang.
Semarang Raya10 Februari 2026, 21:04 WIB

Beri Layanan Pemeriksaan Kesehatan Terintegrasi 1.200 Pekerja Dalam 5 Hari, Pemkot Semarang Raih Rekor MURI

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menerima penghargaan Rekor MURI atas pencapaian pemeriksaan kesehatan terintegrasi melalui platform Satu Sehat pada pekerja di perusahaan terbanyak, yakni 53 perusahaan dalam kurun waktu lima hari.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menerima penghargaan Rekor MURI. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis10 Februari 2026, 16:23 WIB

AXA Mandiri Serahkan Surplus Underwriting 2024 Ke Baznas Untuk Bangun Perpustakaan dan Renovasi Pesantren

AXA Mandiri menyerahkan secara simbolis lebih dari Rp250 juta nilai surplus underwriting 2024 ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
AXA Mandiri menyerahkan secara simbolis lebih dari Rp250 juta nilai surplus underwriting 2024 ke Baznas.  (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya09 Februari 2026, 21:39 WIB

Imlek Semawis 2026 Kembali Hadir, Tampilkan Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Semarang

Rangkaian perayaan menjelang Tahun Baru Imlek ini diawali dengan Tradisi Ketuk Pintu di Klenteng Tay Kak Sie Kota Semarang.
Tradisi Ketuk Pintu di Klenteng Tay Kak Sie Kota Semarang.
 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya08 Februari 2026, 19:58 WIB

Koperasi Merah Putih Sinergi Bersama Pasar Rakyat Hadirkan Sembako Murah

Kegiatan ini menandai sinergi strategis antara Pasar Rakyat yang telah eksis selama empat tahun dengan koperasi yang baru terbentuk untuk menyediakan sembako terjangkau bagi masyarakat.
Bazar Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pasar Rakyat Bangetayu Kulon . (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya08 Februari 2026, 19:54 WIB

Pemkot Semarang Perjuangkan Festival Pasar Dugderan Jadi Warisan Budaya Indonesia

Mengusung tema “Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi,” festival tahunan ini akan berlangsung selama sepuluh hari hingga 16 Februari 2026.
Festival Pasar Rakyat Dugderan 2026 di kawasan Alun-alun Masjid Agung Semarang (Kauman) (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya07 Februari 2026, 05:16 WIB

Wujudkan Birokrasi Bersih, Wali kota Agustina Wilujeng Terapkan Meritokrasi Pertama di Jawa Tengah

Pengisian jabatan kali ini murni berbasis pada kompetensi, rekam jejak, dan data objektif, bukan faktor subjektivitas.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melantik 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama hasil seleksi Tim Komite Talenta. 

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya06 Februari 2026, 20:27 WIB

Dugderan 2026: Agustina Wilujeng Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Kolosal dan Inklusif

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Festival Pasar Rakyat Dugderan tampil dengan wajah baru.
Festival Pasar Rakyat Dugderan 2026 akan kembali hadir. (Sumber: )
Semarang Raya06 Februari 2026, 20:22 WIB

Kepesertaan PBI Dinonaktifkan, Agustina Wilujeng Pastikan Warga Tetap Terkover UHC Kota Semarang

Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang tidak akan membiarkan warganya kehilangan akses layanan kesehatan akibat perubahan status tersebut.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. (Sumber:  | Foto: dok Humas Pemkot Semarang.)
Semarang Raya05 Februari 2026, 21:22 WIB

TPS Bugen Diresmikan, Buka Peluang Ekonomi Pilah Sampah Warga Tlogosari Wetan

TPS Bugen dirancang tidak hanya sebagai lokasi penampungan sampah sementara, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan gerakan sadar lingkungan bagi masyarakat setempat.
Peresmian TPS Tlogosari Wetan disambut baik oleh tokoh masyarakat dan kader lingkungan.  (Sumber:  | Foto: dok.)