Kota Semarang Jadi Persinggahan Roadshow Bus KPK

Sakti Setiawan
Kamis 11 Juli 2024, 14:45 WIB
Wali Kota Semarang, Pj Gubernur Jawa Tengah dan Wakil Ketua KPK, Alexander Mawarta saat Roadshow Bus KPK di Semarang.
 (Sumber:  | Foto: sakti)

Wali Kota Semarang, Pj Gubernur Jawa Tengah dan Wakil Ketua KPK, Alexander Mawarta saat Roadshow Bus KPK di Semarang. (Sumber: | Foto: sakti)

SEMARANG, INFOSEMARANG.COM - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyatakan pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab seluruh masyarakat. Dia menekankan penanaman habitus antikorupsi sejak dini dalam keluarga.

Hal itu diungkapkan perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut dalam sambutan Pembukaan Roadshow Bus KPK dan Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi terkait Pelayanan Publik di Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis 11 Juni 2024.

Mbak Ita mengatakan rangkaian Roadshow Bus KPK di Kota Semarang bukan sekadar seremonial. Melainkan wujud komitmen bersama untuk mencegah korupsi dan meningkatkan pelayanan publik yang bersih dan berintregitas.

"Ini meningkatkan kesadaran kita semua, tentunya nanti akan bersama anak-anak melihat Bus KPK ini bisa berjalan di Kota Semarang untuk berkeliling memberikan edukasi tentang pencegahan korupsi," katanya.

Menurutnya, pendidikan antikorupsi dapat dimulai dari rumah, dari sekolah, dan lingkungan masyarakat. Termasuk, dia mendorong KPK dapat mengintegrasikan pendidikan antikorupsi sampai kurikulum, hingga aktivitas belajar mengajar.

"Kami berharap masyarakat akan lebih memahami betapa merugikannya korupsi dan tergerak melakukan pencegahan yang dimulai dari terkecil," katanya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, bahwa korupsi menjadi tantangan besar yang menghambat pembangunan dan memperparah angka kemiskinan

"Jika dibiarkan terus korupsi ini akan membuat negara dalam bahaya kehancuran," ujarnya.

Nana meminta seluruh kepala daerah di Jateng agar bisa menjadi contoh para jajarannya untuk tidak menyalahgunakan kewenangan yang mengarah korupsi, lawan suap, gratifikasi, dan pungli.

Dia menyatakan pemberantasan korupsi harus dilakukan bersama dari pusat sampai tingkat daerah. Menurutnya, tak ada kesempatan melakukan korupsi.

"Ingat tugas kita memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat juga kita berupaya secara optimal mensejahterakan masyarakat," ujarnya.

Penekanan antikorupsi pun diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK, Alexander Mawarta yang hadir dalam rangkaian Roadshow Bus dari lembaga antirasuah itu.

Alexander menyatakan pemberantasan korupsi bukan hanya tugas dari KPK yang berdiri sejak 2003 silam. Termasuk di antaranya pula menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.

Selama puluhan tahun KPK berdiri banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan untuk memberantas korupsi. "10 tahun terakhir ini program Roadshow Bus KPK ini berjalan sebagai ikon pendidikan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat memberantas korupsi," katanya.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Semarang Raya15 Juli 2024, 16:36 WIB

Fasilitasi Pelaku Kesenian, Gedung Kesenian Ki Narto Sabdo di TBRS Bakal Direnovasi

Gedung Kesenian Ki Narto Sabdo yang berada di Kawasan Taman Batu Raden Saleh (TBRS) Kota Semarang bakal direnovasi.
Kegiatan Perayaan Hari Ulang Tahun ke-87 Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang di TBRS
 (Sumber:  | Foto: sakti)
Umum15 Juli 2024, 16:20 WIB

Menteri AHY Sikat Mafia Tanah Grobogan dan Semarang, Berpotensi Rugikan Negara Rp3,417 Triliun

Para mafia tanah melakukan kejahatan dengan menggunakan Akta Autentik yang dipalsukan dan melakukan penipuan dan/atau penggelapan.

Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono dan Kapolda Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat jumpa pers di Mapold Jateng.
 (Sumber:  | Foto: sakti)
Pendidikan15 Juli 2024, 14:38 WIB

Permasalahan Piagam PPDB di Kota Semarang, Pemkot Bakal Komunikasi dengan Pemprov Jateng

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu melakukan audiensi dengan orang tua murid terkait permasalahan penganuliran piagam dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Audiensi dengan orang tua murid terkait permasalahan PPBD tingkat SMA. (Sumber:  | Foto: sakti)
Pendidikan14 Juli 2024, 14:29 WIB

Diversifikasi Olahan Limbah Kulit Durian Jadi Produk Unggulan Desa Wisata Branjang

Pengabdian ini mendapatkan sambutan hangat dari warga desa Branjang yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Kegiatan tim pengabdian dari dosen program studi Manajemen FEB Unnes.

 (Sumber:  | Foto: dok Unnes.)
Umum13 Juli 2024, 09:47 WIB

Kapal Berisi 16 Nelayan Asal Rembang Tenggelam Di Perairan Karimunjawa, 9 Selamat, 7 Orang Masih DIcari

Beruntung sembilan ABKnya berhasil ditemukan saat terombang-ambing oleh kapal nelayan KM. Bintang Barokah asal Tegal yang kebetulan melintas.
Tim SAR melakukan pencarian nelayan yang tenggelam di perairan Karimunjawa. (Sumber:  | Foto: sakti)
Umum12 Juli 2024, 16:11 WIB

Puncak Hari Koperasi Tingkat Jateng Dipusatkan di Salatiga, Hadapi Tantangan Digitalisasi

Digitalisasi akan memudahkan koperasi untuk dapat diterima oleh pasar masa kini.
Puncak peringatan Hari Koperasi Tingkat Jawa Tengah di Salatiga. (Sumber:  | Foto: sakti)
Umum12 Juli 2024, 16:07 WIB

AHY Resmikan Program Sertifikat Tanah Elektronik di Semarang

Menteri ATR BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan program sertipikat tanah elektronik di Gedung Grhadika Bakti Praja, Semarang, Jumat 12 Juli 2024.
Menteri ATR BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan program sertipikat tanah elektronik. (Sumber:  | Foto: sakti)
Bisnis12 Juli 2024, 16:04 WIB

Bank Jateng Berkomitmen Jaga Keamanan Data Nasabah

Terhadap isu keamanan data nasabah, Bank Jateng selalu berkomitmen untuk melindungi data nasabah.
Plt Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro. 
 (Sumber:  | Foto: sakti)
Semarang Raya12 Juli 2024, 09:21 WIB

Dorong Petani Manfaatkan Pupuk Organik, Pemkab Blora Optimalkan “Geseku”

Pemerintah Kabupaten Blora terus mendorong para petani, agar memanfaatkan pupuk organik. Gerakan Sejuta Kotak Umat (Geseku)
 (Sumber: )
Umum11 Juli 2024, 15:37 WIB

Jateng Sudah Miliki 30 Desa Anti Korupsi, Akan Direplikasi di 372 Desa pada 2024

Tercatat, pada tahun 2023, Jawa Tengah sudah memiliki 30 desa antikorupsi yang dibina bersama oleh Pemprov Jateng dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana saat pembukaan Roadshow Bus KPK. (Sumber:  | Foto: sakti)