Orang Cerdas Cenderung Lebih Sering Mengumpat? Simak Faktanya!

Galuh Prakasa
Kamis 12 Oktober 2023, 20:00 WIB
Ilustrasi | Hubungan antara tingkat kecerdasan dan tingkat umpatan. (Sumber : Pexels/Andrea Piacquadio)

Ilustrasi | Hubungan antara tingkat kecerdasan dan tingkat umpatan. (Sumber : Pexels/Andrea Piacquadio)

INFOSEMARANG.COM -- Penelitian oleh para ahli di Universitas Rochester mengungkapkan bahwa orang dengan otak yang lebih cerdas cenderung lebih sering mengumpat.

Dalam studi mereka, 1.000 partisipan ditanyai tentang perilaku mereka sehubungan dengan 400 tindakan sehari-hari.

Hasilnya menunjukkan korelasi antara tingkat kepintaran dan penggunaan umpatan.

Baca Juga: KPK  Pastikan Syahrul Yasin Limpo Terima Uang Korupsi Rp 13,9 Miliar, Hasil Pungutan Pejabat Kementan

Selain itu, orang-orang dengan tingkat intelektual yang lebih tinggi juga cenderung memiliki kebiasaan seperti makan sarapan pedas dan berjalan di rumah tanpa busana.

Sementara itu, individu yang lebih ekstrovert cenderung suka mengemudi dengan kecepatan tinggi, berjudi, melemparkan candaan yang kasar, dan mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak.

Studi ini menggali hubungan yang kompleks antara tipe kepribadian dan perilaku yang dianggap kontroversial.

Hasil temuan ini diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Difference.

Penelitian sebelumnya juga mencatat bahwa orang yang dapat mengucapkan banyak umpatan dalam waktu singkat cenderung mendapatkan skor lebih tinggi dalam tes IQ.

Baca Juga: Apa Itu Sleep Regression yang Bikin Si Kecil Terbangun dari Tidur? Waspada Anak Bisa Jadi Rewel

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Language Science pada November 2015 juga mengungkapkan bahwa kemampuan mengumpat dengan baik bisa menjadi tanda seorang ahli retorik.

Selain itu, mengumpat juga memiliki manfaat lain, seperti meredakan rasa sakit secara alami.

Sebuah eksperimen yang dilakukan oleh psikolog dari Universitas Keele melibatkan partisipan yang diminta untuk mengumpat sebelum menjalani latihan intensif di sepeda statis atau meremas alat yang mengukur kekuatan genggaman tangan.

Dalam kedua situasi tersebut, hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang mengumpat kasar memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang menggunakan kata-kata "netral."

Pemimpin tim, Richard Stephens, menjelaskan, "Kami tahu dari penelitian sebelumnya bahwa mengumpat dapat meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit. Salah satu alasan mungkin karena itu merangsang sistem saraf simpatik, yang juga meningkatkan detak jantung dalam situasi berbahaya."

Baca Juga: Isi Surat Wasiat Mahasiswi Udinus Untuk Kekasih, Isyaratkan Korban Terjerat Pinjol?

Penelitian ini memberikan wawasan menarik tentang hubungan antara kepintaran, kepribadian, dan perilaku sehari-hari, serta manfaat psikologis dari mengumpat.

Kesimpulannya, seseorang yang cerdas mungkin sering mengumpat dan mendapatkan keuntungan kognitif serta mekanisme alami untuk meredakan rasa sakit.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)