Kenali Tanda-tanda Hubungan Toksik dan Lakukan Langkah Ini untuk Mengakhiri Hubungan dengan Aman!

Galuh Prakasa
Selasa 25 Juli 2023, 11:43 WIB
Ilustrasi | Mengetahui tanda-tanda hubungan toksis dan cara keluar dengan aman. (Sumber : Pexels/Alena Darmel)

Ilustrasi | Mengetahui tanda-tanda hubungan toksis dan cara keluar dengan aman. (Sumber : Pexels/Alena Darmel)

INFOSMERANG.COM -- Apakah hubunganmu mengurangi kebahagiaan dan harga dirimu secara keseluruhan?

Bisa jadi kamu terjebak dalam hubungan toksik jika kamu menyadari bahwa hubunganmu lebih banyak merugikan daripada memberi manfaat.

Seiring masyarakat semakin tertarik pada pemikiran psikologis, istilah-istilah seperti hubungan toksik, gaslighting, dan narsisme menjadi umum.

Buku, artikel majalah, dan sumber online berlimpah tentang topik-topik ini. Konsep-konsep ini telah membantu kita untuk menyadari pola hubungan yang membuat kita merasa terluka atau menderita.

Rasanya cukup menyadarkan ketika kita menyadari bahwa sebuah hubungan tidak berfungsi untuk kita dan bahkan memiliki dampak negatif pada kesehatan mental kita.

Jika kita merasa kehilangan harga diri, suara, dan nilai dalam sebuah hubungan, maka kita berada di wilayah 'toksik'.

Mengidentifikasi Hubungan Toksik

Beberapa tanda berikut dapat menjadi indikator dari hubungan toksik:

  • Perasaan tidak bahagia yang persisten - rasa sedih, marah, cemas, dan pasrah.
  • Kurangnya rasa hormat dan konflik yang konstan.
  • Kompetitif dan cemburu.
  • Kontrol finansial dan sosial.
  • Mengutarakan kekhawatiran namun diabaikan atau diremehkan.
  • Salah satu pihak harus mengorbankan kebutuhan mereka untuk membuat pihak lain bahagia.

Baca Juga: Concrete Utopia, Film Tentang Thriller Bencana, Dibintangi Park Seo Joon dan Park Bo Young, Sinopsis dan Jadwal Tayang

Ketika elemen-elemen ini secara lebih dalam dan menyeluruh mengikis perasaan tentang diri kita dan hubungan itu dari waktu ke waktu, maka itu tidak bisa dianggap sebagai masa sulit atau pertengkaran sekali-sekali.

Bagaimana Hubungan Menjadi Toksik?

Hubungan dapat dimulai dengan terlihat sehat namun akhirnya menjadi toksik dari waktu ke waktu.

Dalam beberapa kasus, satu pasangan lebih berkomitmen untuk memuaskan pasangan lain dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pasangan mereka sambil mengorbankan kebutuhan mereka sendiri.

Mereka terus percaya bahwa pasangan mereka mencintai mereka dan menginginkan yang terbaik untuk mereka.

Namun, sebaliknya, pasangan mereka menjadi kontrol, menahan cinta, dan menggunakan kritik untuk meruntuhkan kepercayaan diri mereka.

Pasangan yang ingin memuaskan telah bertahan dalam situasi tersebut begitu lama sehingga mereka mungkin buta terhadap bagaimana keseimbangan kekuatan dalam hubungan tersebut menjadi tidak seimbang.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Menyadari Hubunganmu Toksik?

Mungkin terkejut menyadari bahwa kamu telah hidup dalam hubungan toksis.

Seperti hubungan yang penuh penyalahgunaan emosional dengan pasangan yang manipulatif dan merusak keyakinan dirimu.

Baca Juga: Edisi Spesial Honda Forza 750 2024 Dirilis! Intip Spesifikasi dan Harganya yang Fantastis

Setelah menyadari bahwa hubunganmu mengalami lebih dari sekadar masa sulit, kamu mungkin dihadapkan pada banyak pertimbangan yang tidak nyaman, membuat stres, dan bahkan menakutkan tentang apakah harus bertahan atau pergi.

Jika kamu merasa berada dalam hubungan yang toksik, dilansir dari relationshipsnsw pada Selasa, 25 Juli 2023, berikut adalah saran kami tentang langkah-langkah yang harus diambil selanjutnya:

  • Berbicaralah dengan teman atau keluarga yang dapat mendengarkan dan mendukungmu tanpa menghakimi.

    Beberapa dari mereka mungkin sudah mencoba memberitahumu bahwa kamu tidak diperlakukan dengan baik, dan sangat penting untuk mendengarkan perspektif mereka.

  • Jadilah jujur dengan dirimu sendiri. Apa yang sebenarnya diperlukan agar situasi berubah? Akui jika kamu telah melakukan segalanya yang realistis untuk mencoba memperbaiki hubungan.

  • Refleksikan tingkat kebahagiaan dan kepercayaan dirimu sekarang, dibandingkan dengan versi dirimu sebelumnya. Apakah kepercayaan dirimu tumbuh atau malah menurun?

  • Mulailah mengembangkan batasan yang sehat yang menyampaikan kepada orang lain bahwa kamu mengharapkan perlakuan baik.

  • Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Wajar jika kamu masih berharap tentang bagaimana keadaan dulu, atau takut menjadi sendirian, atau takut tidak akan ada yang mencintaimu. Lakukan satu langkah demi satu langkah.

  • Fokuslah pada dirimu sendiri. Dengan terus menyalahkan pasangan, kamu memberikan kekuatan padanya dan merampas energi yang kamu butuhkan untuk maju.

  • Evaluasi situasi. Agar bisa maju, penting untuk mencoba memahami bagaimana kamu berada dalam posisi di mana kamu menyerahkan kendali.

    Lalu, luangkan waktu yang kamu butuhkan untuk memperkuat dirimu sendiri untuk memastikan ini tidak terjadi lagi.

Baca Juga: Viral Curhatan Pembeli di Kolom Review E-Commerce, Berhasil Hentikan Gangguan Tetangga Berisik Pakai Kipas

Bagaimana Membantu Orang Lain yang Mungkin Berada dalam Hubungan Toksik?

  • Dengarkan dan beri tahu mereka bahwa kamu percaya pada mereka dan peduli tentang mereka.

  • Yakinkan mereka bahwa mereka tidak gila, egois, atau hal-hal negatif lainnya yang mungkin telah mereka dengar.

  • Pastikan bantuanmu tidak menjadi toksik juga - hindari mengambil alih atau bersikap kritis.

  • Berikan pandanganmu tentang perilaku buruk pasangan mereka dengan lembut dan seobjektif mungkin.

  • Perhatikan sejauh mana mereka dapat menerimanya dan hentikan jika terlalu berat bagi mereka.

  • Beri mereka ruang dan waktu untuk menemukan jalan mereka sendiri.

  • Tawarkan saran tentang bantuan eksternal yang dapat mereka akses, jika mereka memilih untuk melakukannya.

Pergantian dari Hubungan Toksik akan Memerlukan Usaha

Menentukan di mana harus meletakkan energimu, harapan realistis apa yang kamu miliki untuk perubahan, dan kerja sama dari situasi tersebut memerlukan pertimbangan yang obyektif.

Keputusan keluar dari hubungan toksis akan semakin rumit ketika melibatkan anak-anak dan ketergantungan finansial.

Jika kamu terjebak dalam pemikiran atau takut tentang perubahan, mendapatkan bantuan eksternal dari profesional bisa sangat berharga untuk menemukan cara maju.

Melihat terapis pasangan yang berkualifikasi bersama-sama dapat membantu kalian berdua untuk melihat perubahan, jika kalian berdua memutuskan untuk berubah dan tetap bersama.

Melihat seorang profesional secara individu juga bisa berharga untuk menemukan langkahmu sendiri dalam persiapan menghadapi diskusi-diskusi ke depannya.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum30 Juli 2026, 17:28 WIB

Jawa Tengah Diruwat, Imbas 5 Bupati Kena OTT KPK

Masyarakat dari Aliansi Rakyat Jawa Tengah Peduli Anti Korupsi, melakukan ruwatan dan doa bersama di halaman Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Semarang, Kamis, 30 Juli 2026. 
Ruwatan dan doa bersama di halaman Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang.
Umum30 Juli 2026, 16:49 WIB

Eks DPR RI Riyanta Serukan ‘Bersih-bersih’ Indonesia Mulai dari Aparatnya

Anggota DPR RI periode 2021-2024 Riyanta, mengatakan, upaya bersih-bersih Indonesia dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) harus dimulai dari aparat penegak hukum (APH)-nya.
Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Gerakan Jalan Lurus (GJL) Riyanta, di Kawasan Kota Lama Semarang, belum lama ini. (Dok) (Sumber: )
Umum30 Juli 2026, 08:59 WIB

Penyidikan Kasus Investasi Bodong Banyumas Ungkap Dugaan Korban Didorong Ajukan Kredit Bank

Berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan sejumlah pihak, tersangka diduga mendorong sebagian korban untuk terus menambah dana investasi, termasuk dengan mengajukan kredit ke sejumlah bank.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum28 Juli 2026, 16:48 WIB

3 Kali Sidang Perkara Warisan Rumah di Semarang Ditunda, Dinilai tak Adil Bagi Tergugat

Sidang perkara sengketa hak waris atas sebidang rumah di Jalan Pringgading Nomor 70, Kota Semarang, ditunda untuk ketiga kalinya oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang, Senin, 27 Juli 2026.
Kuasa hukum salah satu tergugat, Imanuel Alvares. (Foto: Diaz A Abidin) (Sumber: )
Bisnis24 Juli 2026, 06:20 WIB

Aset Tumbuh Capai Rp186 Triliun, Pegadaian Libatkan Kepolisian untuk Pengamanan

Aset PT Pegadaian (Persero) kian bertumbuh mencapai Rp186 triliun, ditambah outstanding loan sebesar Rp155 triliun pada saat ini. Selain itu masih terdapat aset-aset fisik yang dimiliki.
Penandatangan kerja sama antara PT Pegadaian dan Polri, di Hotel Aruss, Kota Semarang, Kamis, 23 Juli 2026. (Dok) (Sumber: )
Umum23 Juli 2026, 12:30 WIB

Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong

Dalam memuluskan aksi kejahatannya, tersangka selain memperdaya ternyata juga "mengintimidasi" secara psikis para korbannya.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum09 Juli 2026, 09:07 WIB

Layanan Operasional Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Purwokerto Berjalan Normal

Bank Mandiri Taspen memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional dan layanan perbankan di Kantor Cabang Purwokerto tetap berjalan normal.
 (Sumber: )
Umum08 Juli 2026, 18:26 WIB

Penipuan Investasi Bodong Purwokerto, OJK Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka

OJK berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung proses penindakan hukum terhadap kasus penipuan berkedok investasi di Purwokerto.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum04 Juli 2026, 09:05 WIB

Bank Mandiri Taspen Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka NHS

Bank Mandiri Taspen menegaskan komitmen bank untuk mendukung proses hukum dalam perkara dugaan penipuan berkedok investasi di Purwokerto.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum03 Juli 2026, 16:56 WIB

Bank Mandiri Perkuat Aksi Kemanusiaan Lewat Program Donor Darah Berkelanjutan

Aksi donor darah ini bentuk komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi kemanusiaan berkelanjutan.
 (Sumber: )