SEMARANG -Partai Golkar menegaskan komitmennya untuk memperluas gerakan sosial di Jawa Tengah, salah satunya melalui program pembagian sepatu gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Program tersebut menjadi salah satu poin penting dalam Rapat Konsolidasi DPD Partai Golkar Jawa Tengah yang digelar di Solo, Jumat (1/4/2026).
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengatakan rapat konsolidasi ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan semangat kader, memperkuat barisan, serta menegaskan arah gerak organisasi ke depan. Menurut dia, soliditas dan kerapian struktur menjadi kunci menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Seluruh kader harus semakin solid dan terorganisir dengan baik. Kita harus siap menyongsong Pemilu 2029 dengan kekuatan penuh,” ujar Saleh.
Saleh yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah menjelaskan, konsolidasi dilakukan setelah pihaknya merampungkan Musyawarah Daerah (Musda) di 33 kabupaten/kota. Dua daerah tersisa ditargetkan selesai pada Mei 2026. Rapat tersebut diikuti jajaran pengurus DPD kabupaten/kota serta anggota DPRD dari Fraksi Golkar se-Jawa Tengah.
Selama tiga hari pelaksanaan, konsolidasi difokuskan pada evaluasi hasil Musda sekaligus persiapan tahapan berikutnya, yakni musyawarah di tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan dan tempat pemungutan suara (TPS). Konsolidasi tingkat kecamatan ditargetkan rampung pada Juli 2026, sedangkan tingkat desa/kelurahan dituntaskan pada September 2026.
Dengan target tersebut, Golkar berharap seluruh proses konsolidasi dapat selesai hingga tingkat desa saat peringatan hari ulang tahun partai pada Oktober 2026.
Selain penguatan struktur organisasi, rapat juga menyoroti capaian Pemilu 2024 yang dinilai perlu ditingkatkan. Pada pemilu tersebut, Golkar berhasil meraih 17 kursi di DPRD Jawa Tengah, bertambah lima kursi dibandingkan Pemilu 2019.
“Capaian ini harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras lagi ke depan,” kata Saleh.
Dalam forum itu juga disepakati program lain yang disebut “bajuisasi”, yakni penyediaan seragam partai hingga ke tingkat kader di TPS. Program ini dimaksudkan sebagai penguatan identitas gerakan partai di akar rumput.
“Kalau Presiden Prabowo Subianto punya program gentengisasi, maka Golkar punya program bajuisasi,” ujar Saleh.
Melalui konsolidasi berjenjang tersebut, Golkar Jawa Tengah berharap mampu memperkuat struktur organisasi hingga ke level paling bawah sekaligus memastikan kesiapan mesin partai dalam menghadapi pemilu mendatang.***