Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber: | Foto: dok.)

JAKARTA– Menjelang Hari Raya Idulfitri, momen mudik selalu menjadi waktu yang paling dinantikan para perantau untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga. Tradisi tahunan ini bukan sekadar perjalanan jauh, tetapi juga kesempatan melepas rindu dan merasakan kembali hangatnya kebersamaan setelah lama bekerja di perantauan.

Pada 2026, mobilitas masyarakat diperkirakan kembali meningkat seiring mendekatnya Lebaran. Untuk membantu masyarakat pulang kampung dengan aman dan terjangkau, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama sejumlah pemerintah daerah kembali menyelenggarakan program mudik gratis, baik menggunakan bus maupun kereta api.

Salah satunya program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang digelar melalui Badan Penghubung Jawa Tengah. Tahun ini, lebih dari 16.000 pemudik diberangkatkan menuju 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah menggunakan 320 armada bus.

Dalam perjalanan mudik yang panjang dan melelahkan, menjaga kondisi tubuh tetap bugar menjadi hal penting agar para pemudik dapat menikmati momen kebersamaan bersama keluarga saat tiba di kampung halaman. Perjalanan dari rumah menuju titik keberangkatan, antrean panjang, hingga berjam-jam berada di perjalanan kerap membuat tubuh mudah lelah dan rentan mengalami masuk angin.

Melihat kebutuhan tersebut, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah. Dukungan diberikan dengan menyediakan 32.000 paket Bejo Jahe Merah bagi para pemudik asal Jawa Tengah agar tetap hangat dan bugar selama perjalanan.

Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category PT Bintang Toedjoe, Andry Mahyudi, mengatakan partisipasi ini merupakan bentuk komitmen Bejo Jahe Merah untuk hadir dalam berbagai momen penting masyarakat Indonesia, termasuk saat perjalanan pulang kampung.

“Lebaran selalu identik dengan kehangatan silaturahmi bersama keluarga. Bejo Jahe Merah ingin ikut hadir dalam momen tersebut dengan membantu para pemudik menjaga kondisi tubuh selama perjalanan. Jangan sampai saat tiba di kampung halaman justru tidak maksimal berkumpul bersama keluarga karena masuk angin. Kalau itu terjadi, serahkan saja ke Bejo,” ujarnya.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari kampanye “Silaturahmi Jangan Putus, Masuk Angin Bejo Yang Urus” yang diharapkan dapat membantu pemudik tetap fit sepanjang perjalanan menuju kampung halaman.

Pada acara pelepasan pemudik yang digelar di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (16/3/2026), Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi turut menyampaikan harapannya agar seluruh peserta dapat menjalani perjalanan dengan aman serta tetap menjaga kesehatan.

“Program ini tidak hanya membantu masyarakat pulang ke kampung halaman, tetapi juga memastikan perjalanan mereka tetap nyaman. Kami berharap seluruh pemudik dapat menjaga kesehatan sepanjang perjalanan. Silaturahmi dengan keluarga adalah nilai sosial yang sangat penting, karena itu menjaga stamina selama proses mudik juga tidak kalah penting,” katanya.

Ia menambahkan, setelah merayakan Lebaran bersama keluarga, para pemudik diharapkan dapat kembali ke tempat kerja dengan kondisi tubuh yang sehat sehingga dapat kembali beraktivitas secara produktif.

Program mudik gratis ini juga dilengkapi layanan arus balik yang akan dilaksanakan pada 27 dan 28 Maret 2026. Program tersebut dikoordinasikan pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah bekerja sama dengan berbagai asosiasi profesi. Para peserta dapat kembali ke kota tempat bekerja secara gratis dengan mendaftar secara daring melalui situs resmi yang telah disediakan.

Turut hadir dalam acara pelepasan pemudik, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan program tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam program ini, mulai dari pemerintah daerah, BUMN, BUMD hingga pihak swasta yang turut mendukung penyelenggaraannya. Program ini sangat membantu masyarakat agar bisa pulang kampung dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujarnya.

Para peserta mudik gratis ini sebagian besar merupakan warga Jawa Tengah yang bekerja di sektor nonformal di Jakarta, seperti pedagang dan pekerja harian. Mereka mendaftar secara daring melalui Badan Penghubung Jawa Tengah sehingga program ini dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan fasilitas perjalanan mudik dengan lebih mudah.

Salah satu peserta mudik, Muhammad Jaelani dari Kota Pemalang, mengaku selalu menantikan program ini setiap tahun. Ia mengatakan program mudik gratis sangat membantu karena biaya transportasi biasanya meningkat menjelang Lebaran.

“Program mudik gratis ini sangat membantu karena biaya transportasi biasanya naik menjelang Lebaran. Dengan program ini kami bisa pulang kampung dengan lebih ringan. Apalagi tahun ini kembali ada dukungan Bejo Jahe Merah, jadi lebih tenang kalau badan mulai terasa tidak enak selama perjalanan,” katanya.

Selain membagikan produk kepada para pemudik, Bejo Jahe Merah juga menghadirkan berbagai aktivitas di lokasi keberangkatan, seperti permainan interaktif di booth serta kuis di panggung utama untuk menambah semangat peserta sebelum memulai perjalanan panjang menuju kampung halaman.

Produk Bejo Jahe Merah sendiri dikenal dengan kandungan jahe merah alami yang membantu meredakan gejala masuk angin seperti perut kembung, mual, dan badan terasa tidak enak. Jahe merah mengandung senyawa aktif seperti gingerol, shogaol, dan zingerone yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi.

Selain itu, kandungan kurma di dalamnya memberikan rasa manis alami sekaligus sumber energi dan serat yang baik bagi tubuh. Kombinasi bahan alami tersebut membantu memberikan sensasi hangat serta mendukung daya tahan tubuh selama beraktivitas, termasuk saat melakukan perjalanan jauh seperti mudik.

Melalui kampanye “Silaturahmi Jangan Putus, Masuk Angin Bejo Yang Urus”, Bejo Jahe Merah berharap para pemudik dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman dan tetap fit hingga tiba di kampung halaman.

“Harapannya sederhana. Kami ingin para pemudik bisa hangat di perjalanan dan sehat di kampung halaman, sehingga bisa langsung menikmati waktu bersama keluarga. Mudik adalah perjalanan penuh cerita dan kehangatan, dan Bejo Jahe Merah ingin menjadi bagian kecil yang membantu menjaga kehangatan itu,” tutup Andry Mahyudi.***

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI