Wali Kota Semarang Mbak Ita Kritisi Banyak Selang Damkar yang Bocor

Elsa Krismawati
Kamis 21 September 2023, 14:10 WIB
Mbak ita tinjau lokasi kebakaran di TPA Jatibarang (Sumber : antara)

Mbak ita tinjau lokasi kebakaran di TPA Jatibarang (Sumber : antara)

INFOSEMARANG.COM- Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengungkapkan bahwa sejumlah selang pada mobil pemadam kebakaran (Damkar) mengalami kebocoran.

Sehingga menurut Wali Kota Semarang yang akrab disapa Mbak Ita tersebut hal ini memerlukan penggantian untuk meningkatkan efisiensi dalam penanganan kebakaran.

"Sudah kami minta penambahan selang karena bocor," kata Mbak Ita, seperti dikutip Infosemarang.com pada hari Kamis 21 September 2023.

Baca Juga: Pemkab Karanganyar Buka 250 Lowongan Kerja Formasi PPPK, Berikut Link Daftar dan Rinciannya

Ita mengetahui masalah kebocoran ini saat memantau proses pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Semarang pada Senin (18/9) yang lalu.

Kebocoran tersebut terjadi di beberapa titik, mulai dari mobil pemadam hingga titik pemadaman.

Sehingga meningkatkan kebutuhan air yang dibutuhkan dalam proses pemadaman.

Baca Juga: Link Live Streaming RCTI: China Taipei vs Indonesia Asian Games 2023, Cek Siaran Langsung Legal DI SINI

"Saya melihat dari jam 4 sore (17.00 WIB) sampai jam 4 pagi (04.00 WIB), selangnya sampai ke sana air mancur ada berapa titik. Boros air," lanjutnya.

"Ini mengakibatkan mobilisasi air tangki harus terus menerus," jelasnya.

Untungnya, Pemerintah Kota Semarang telah mengajukan tanggap darurat bencana kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu dalam proses pendinginan TPA Jatibarang menggunakan "water bombing."

Baca Juga: INFO LOKER! Pemkot Solo Buka 879 Formasi PPPK, Berikut Link Pendaftaran dan Rincian Formasinya

Dalam pengajuan tanggap darurat ini, Dinas Damkar juga meminta anggaran untuk penggantian selang air dan peralatan lainnya, seperti radio handy talkie (HT).

"Sudah diajukan. Damkar sudah mengajukan memo untuk segera direalisasi," sambungnya.

"Kalau selang pakai 'e-catalog'. Sudah kami minta pengadaan selang di 10 mobil damkar. Sama tambah HT," tambahnya.

Baca Juga: Bukan Nasi Kotak, Jemaah Pengajian Malah Dapat HP Gratis Sebagai Gantinya, Warganet: Info Lokasi Lur

Kepala Dinas Damkar Kota Semarang, Nurkholis, juga mengakui adanya kebocoran pada sebagian mobil pemadam kebakaran dan telah mengusulkan penggantian selang yang bocor tersebut.

"Kami usulkan untuk penggantian. Yang bocor, ya, rata-rata. Hampir sebagian ya, sekitar 50 persen. Kami usulkan di BTT (belanja tidak terduga)," jelas Nurkholis.

Pada tanggal 18 September, kebakaran melanda kawasan TPA Jatibarang, Kota Semarang, yang baru berhasil dipadamkan pada Selasa (19/9) sekitar pukul 04.00 WIB.

Baca Juga: MotoGP India 22-24 September 2023: Jadwal Latihan Bebas, Kualifikasi dan Race

Luas area yang terbakar mencapai lima hektar, terdiri dari zona bekas TPA sampah yang tidak lagi digunakan dan zona bekas pabrik pupuk yang berada di bawahnya.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)