Stasiun Bedono Kabupaten Semarang Dicat Ulang, Upaya Pelestarian Cagar Budaya Peninggalan Belanda

Sakti Setiawan
Senin 21 Oktober 2024, 11:25 WIB
Stasiun Kereta Api Bedono, Ambarawa. (Sumber:  | Foto: Sakti)

Stasiun Kereta Api Bedono, Ambarawa. (Sumber: | Foto: Sakti)

SEMARANG, INFOSEMARANG.COM- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang bersama Komunitas Pecinta Kereta Api IRPS (Indonesian Railway Preservation Society) mengadakan peresmian dan tasyakuran atas kegiatan preservasi di Stasiun Bedono pada Sabtu, 19 Oktober 2024 yang bertempat di Stasiun Bedono, Kabupaten Semarang.

Acara ini merupakan bentuk upaya bersama dalam melestarikan cagar budaya perkeretaapian yang bersejarah.

Kegiatan preservasi ini berlangsung selama 26 hari, dimulai sejak 23 September hingga 18 Oktober 2024. Dalam periode tersebut, tim dari KAI bersama Komunitas IRPS secara bergotong royong melakukan pengecatan ulang pada sejumlah struktur penting di stasiun, seperti corong air, persinyalan, dan sepur putar.

Pengecatan ini tidak hanya memperbarui tampilan fisik, tetapi juga mengembalikan warna asli setiap objek sesuai dengan dokumentasi sejarahnya, sehingga estetika dan nilai sejarah dapat tetap terjaga.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo menyampaikan bahwa pelaksanaan pengecatan ini melibatkan anggota Komunitas IRPS yang secara bergantian hadir setiap hari untuk berpartisipasi dalam pekerjaan. “Kerja sama ini adalah bukti nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pelestarian warisan perkeretaapian di Indonesia," terangnya.

Stasiun Bedono sendiri merupakan salah satu stasiun tua yang dibangun pada era kolonial Belanda, terletak di jalur kereta api Ambarawa - Bedono. Dikenal sebagai salah satu rute bersejarah dengan pemandangan pegunungan yang indah, Stasiun Bedono juga menyimpan kekayaan arsitektur khas zaman tersebut, menjadikannya bagian dari cagar budaya yang harus dijaga keberadaannya.

"Preservasi ini adalah wujud dari komitmen KAI untuk menjaga bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Dengan melibatkan komunitas pecinta kereta api seperti IRPS, kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat luas untuk ikut peduli terhadap pelestarian aset-aset bersejarah perkeretaapian lainnya," tambah Franoto.

Tak hanya pengecatan, kegiatan tersebut juga mencakup pembersihan area taman di sekitar Stasiun Bedono. Dengan kondisi stasiun yang sudah tidak aktif, area tersebut sempat kurang terawat. Melalui aksi ini, lingkungan stasiun kembali terlihat asri dan nyaman, menggambarkan keindahan stasiun tempo dulu.

KAI Daop 4 Semarang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Komunitas IRPS yang telah berperan aktif dalam kegiatan ini. "Tanpa dukungan dan dedikasi dari para anggota IRPS, upaya pelestarian ini mungkin tidak dapat berjalan sebaik ini. Kami sangat mengapresiasi semangat mereka dalam menjaga warisan perkeretaapian," ungkapnya.

Ke depannya, diharapkan preservasi ini dapat menjadi contoh bagi pelestarian cagar budaya perkeretaapian lainnya di Indonesia. “Melalui kegiatan ini, diharapkan minat masyarakat terhadap sejarah dan budaya kereta api akan semakin meningkat, sehingga bangunan-bangunan bersejarah dapat terus dilestarikan dan dinikmati oleh generasi mendatang,” tutup Franoto.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Tags :
Berita Terkait
Berita Terkini
Netizen26 April 2026, 18:15 WIB

Menata Integritas SDM untuk Mengurangi Kebocoran Retribusi Sampah

Ketika SDM dan sistem berjalan selaras, maka pengelolaan retribusi sampah tidak hanya menjadi lebih optimal, tetapi juga berkelanjutan dan akuntabel.
Susilo Heni Prasetyo,  Ketua Umum DPP RPK-RI. (Sumber: )
Umum25 April 2026, 22:00 WIB

Mohammad Saleh Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan dan Jaga Kesehatan di Masa Pancaroba

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca pancaroba.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber: )
Semarang Raya25 April 2026, 08:18 WIB

Pawai Ogoh-Ogoh Minggu Besok, Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkir

Gelaran Karnaval Seni Budaya Lintas Agama (Pawai Ogoh-Ogoh) pada Minggu (26/4/2026) besok dipastikan akan menyedot perhatian ribuan warga.
 (Sumber: )
Umum25 April 2026, 08:13 WIB

Dampingi Kunker Menteri Wihaji, Mohammad Saleh Tekankan Program MBG 3B Harus Tepat Sasaran

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) RI, Wihaji, dalam kunjungan kerja di Kabupaten Pemalang.
 (Sumber: )
Umum22 April 2026, 13:15 WIB

Mohammad Saleh Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Contoh Tata Kelola yang Baik

Pengelolaan yang transparan dan akuntabel menjadi kunci agar koperasi mampu berperan optimal dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis21 April 2026, 18:15 WIB

Tahan Tekanan Global, Kinerja Bank Mandiri Tetap Moncer di Awal 2026

Bank berkode emiten BMRI ini membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun atau tumbuh 16,6 persen secara tahunan.
 (Sumber: )
Semarang Raya21 April 2026, 08:35 WIB

Dari Apel Berbusana Adat Hingga Talkshow Hari Kartini, Pemkot Semarang Perkuat Pemberdayaan Perempuan

Di Kota Semarang, peringatan Hari Kartini ke-147 menjadi sarana strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.
 (Sumber: )
Umum21 April 2026, 08:27 WIB

Mohammad Saleh: NU Harus Konsisten Kawal Pembangunan Jateng

Peran NU diharapkan tidak hanya sebatas dukungan moral, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai sektor strategis.
 (Sumber: )
Umum20 April 2026, 13:10 WIB

Kunjungan Perpustakaan Jateng Capai 4,3 Juta Orang, Mohammad Saleh Minta Aktivitas Literasi Digeliatkan

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh mengapresiasi tingginya angka kunjungan Perpustakaan Daerah Jateng sepanjang tahun 2025 yang mencapai 4,3 orang.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: dok)
Semarang Raya20 April 2026, 13:08 WIB

Jalan Gombel Lama Tutup, Berikut Rekayasa Lalu Lintas Mulai 20 April 2026

Kebijakan ini dilakukan dengan menutup Jalan Gombel Lama dan mengalihkan arus ke Jalan Gombel Baru.
 (Sumber: )