Bagas/Fikri Berakhir Runner Up di Final Denmark Open 2023, Kalah Keempat Kalinya dari Aaron/Soh

Galuh Prakasa
Senin 23 Oktober 2023, 06:18 WIB
Bagas Maulana dan Muhammad Shohibul Fikri gagal menghadapi dominasi pasangan Malaysia, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik, di final Denmark Open 2023. (Sumber : PBSI)

Bagas Maulana dan Muhammad Shohibul Fikri gagal menghadapi dominasi pasangan Malaysia, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik, di final Denmark Open 2023. (Sumber : PBSI)

INFOSEMARANG.COM -- Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Bagas Maulana dan Muhammad Shohibul Fikri, meraih posisi runner-up di Denmark Open 2023 setelah dikalahkan oleh pasangan ganda putra Malaysia, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik.

Pertandingan di Jyske Bank Arena, Denmark, pada hari Minggu, 22 Oktober 2023 berakhir dengan kekalahan Bagas dan Fikri dalam dua set langsung dengan skor 0-2 (13-21 dan 17-21).

Gim pertama menjadi tantangan bagi Bagas dan Fikri saat mereka kesulitan menjaga ritme permainan dan memberikan kesempatan bagi Aaron dan Soh untuk unggul 3-6.

Baca Juga: Alasan Gibran Tidak Datang Saat Diumumkan Jadi Cawapres Pilpres 2024 oleh Prabowo, Ternyata...

Pasangan Malaysia terus mendominasi hingga interval gim pertama dengan skor 11-6.

Meskipun Bagas dan Fikri mencoba memperkecil ketertinggalan setelah interval, Aaron dan Soh tetap kuat, dan gim pertama berakhir dengan kemenangan 21-13 untuk pasangan Malaysia.

Di gim kedua, Bagas dan Fikri memulai lebih baik dengan memimpin 5-3. Namun, Aaron dan Soh mampu membalikkan keadaan dengan meraih tujuh poin beruntun, mengambil keunggulan 10-5.

Meskipun Bagas dan Fikri berusaha keras setelah interval, Aaron dan Soh tetap mendominasi, dan gim kedua berakhir dengan skor 21-17 untuk pasangan Malaysia.

"Sebelumnya alhamdulillah dan tetap bersyukur kami bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera walau harus juara kedua. Hari ini kami akui kalah pola permainan dari mereka. Servis mereka sangat menyulitkan kami dan kurang sabar juga," kata Bagas Maulana setelah pertandingan.

Baca Juga: Ini 5 Cara Hadapi Bos Genit di Tempat Kerja, Biar Kapok!

Fikri juga mengakui kesulitan mengantisipasi servis dari Aaron selama pertandingan.

"Beban dan tekanan sebenarnya tidak ada karena dengan masuk final saja, mainnya sudah lepas dan tenang. Tapi tadi itu memang pikirannya di lapangan. Servis mereka terutama Aaron (Chia) sangat sulit diantisipasi karena melintir, dari situ kami tertekan terus.," ungkap Fikri.

Meskipun mencapai final setelah mengalahkan rekan senegaranya, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto, di babak semifinal, Fikri menyatakan kekecewaannya dengan hasil di final.

"Kami cukup puas dengan penampilan kami dari babak pertama sampai semifinal tapi kami kurang puas dengan hasil dan penampilan di final. Kami sedikit kecewa karena tidak bisa memberikan perlawanan yang maksimal," tambahnya.

Kekalahan ini membuat Bagas dan Fikri telah kalah dalam empat pertemuan terakhir melawan Aaron dan Soh, sebuah tantangan bagi mereka untuk terus meningkatkan permainan mereka di masa mendatang.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)