Minta Dipanggil Yang Mulia Selama Kelas Berlangsung, Aksi Dosen di Kampus Ini Bikin Mahasiswanya Terheran-heran

Arendya Nariswari
Selasa 26 September 2023, 18:25 WIB
Minta Dipanggil Yang Mulia Selama Kelas Berlangsung, Aksi Dosen di Kampus Ini Bikin Mahasiswanya Terheran-heran (Sumber : Twitter/@kegblgnunfaedah)

Minta Dipanggil Yang Mulia Selama Kelas Berlangsung, Aksi Dosen di Kampus Ini Bikin Mahasiswanya Terheran-heran (Sumber : Twitter/@kegblgnunfaedah)

INFOSEMARANG.COM - Seiring berkembangnya teknologi, tidak sedikit kekinian dosen yang berkomunikasi dengan mahasiswanya melalui aplikasi percakapan seperti WhatsApp.

Biasanya, perwakilan pengurus kelas akan membuat grup WhatsApp, di mana dosen atau asisten akan memberikan sejumlah peraturan dan juga pemberitahuan atau tugas.

Umumnya, dosen akan minta dipanggil bapak atau ibu, namun lain halnya dengan yang ada di salah satu perguruan tinggi berikut ini.

Baca Juga: Siswa Pembacok Guru MA Yasua Terancam Pidana 12 Tahun Penjara, Bagaimana Statusnya yang Masih Di Bawah Umur?

Ya, beberpa waktu lalu seorang mahasiwa mengunggah curhatannya ke media sosial tentang sang dosen yang ingin dipanggil dengan nama tak biasa.

Tangkapan layar curhatan mahasiswa tersebut menjadi viral usai diunggah kembali oleh akun Twitter kegblgnunfaedah.

Sang dosen yang memiliki nama asli di kontak Silvandrie Abriyan tersebut ingin mahasiswa memanggilnya Yang Mulia layaknya seorang raja.

Uniknya lagi, dosen tersebut meminta mahasiwa yang mengikuti kelasnya untuk memiliki aplikasi TikTok.

Baca Juga: Viral Momen Codeblu Ketemu Bang Madun Secara Langsung, Warganet: Farida Nurhan Ketar-ketir

"Jangan panggil saya bapak, karena saya bukan bapak-bapak, jangan panggil saya abang, karena saya bukan abang keln, panggil saya YANG MULIA," tulis dosen tersebut.

Sang dosen mewajibkan mahasiswi di kelasnya untuk berdandan, dan mahasiswanya dilarang memakai sepatu futsal.

Tentu saja, tidak sedikit mahasiswa yang terkejut dan memberikan balasan beragam.

"Cukup yang mulia tak sabar rasany ahamba menyambut hari Senin," balas salah seorang mahasiswa.

Ada pula yang bertanya apakah di luar kelas, mahasiswa tersebut tetap harus memanggil sang dosen dengan sebutan Yang Mulia.

Baca Juga: Orang Ini Bagikan Tips Agar Hutang Cepat Dikembalikan, Ngeri Tapi Terbukti Ampuh Langsung Dilunasi Peminjam

"Nanti saya pikirkan, aku mulai nyaman dengan panggilan ini," tambah sang dosen.

Melihat curhatan mahasiswa yang dosennya minta dipanggil Yang Mulia tersebut, tidak sedikit warganet terhibur dan memberikan tanggapan mereka melalui kolom komentar.

"Sepertinya dulu bercita-cita jadi hakim tapi nggak kesampaian," ungkap salah seorang warganet.

Baca Juga: Atlet Wushu Harris Horatius Sumbangkan Emas Ketiga di Asian Games Hangzhou!

"Ini dosen pasti asyik banget, gue butuh dosen yang gini juga dong, agak stres gue semester 7 ini," imbuh warganet lain.

"Mood banget ini dosennya lucu, nggak terlalu serius," timpal warganet lainnya menanggapi dosen yang ingin dipanggil Yang Mulia tersebut.

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)