Menegenal Ayam Kodok, Sajian yang Dihidangkan saat Presiden Jokowi Makan Bareng 3 Bacapres

Arendya Nariswari
Selasa 31 Oktober 2023, 11:26 WIB
Ilustrasi ayam kodok (Sumber : Pixabay/RitaE)

Ilustrasi ayam kodok (Sumber : Pixabay/RitaE)

INFOSEMARANG.COM - Seperti kita ketahui, baru-baru ini Presiden Jokowi menyantap ayam kodok yang jadi hidangan spesial ketika momen makan bersama tiga bakal calon presiden (bacapres) kemarin Senin (30/10/2023) di Istana Negara.

Bukan hanya ayam kodok, beberapa menu menarik lainnya sapi lada hitam, soto lamongan hingga es laksamana mengamuk juga dihidangkan dalam momen spesial itu.

Ayam kodok adalah hidangan khas Indonesia yang terdiri dari ayam utuh yang diisi dengan campuran daging ayam cincang, rempah-rempah, dan terkadang telur atau jeroan ayam. Hidangan ini biasanya disajikan sebagai makanan pokok selama Natal dan acara-acara khusus lainnya.

Baca Juga: Tips Meluluhkan Gebetan yang Cuek, Jangan Insecure dan Coba Lakukan Hal Ini

Sejarah Ayam Kodok

Ayam kodok diperkirakan berasal dari era kolonial, kemungkinan terkait dengan gevulde kip, hidangan ayam isi Belanda. Hidangan ini diperkenalkan oleh orang Belanda ke Indonesia dan kemudian disesuaikan dengan bahan-bahan dan selera lokal.

Cara Membuat Ayam Kodok

Untuk membuat ayam kodok, ayam utuh dikuliti dan dibersihkan. Kemudian, ayam diisi dengan campuran daging ayam cincang, rempah-rempah, dan terkadang telur atau jeroan ayam. Ayam yang sudah diisi kemudian dijahit dan dipanggang.

Baca Juga: Warganet Tandai Sejumlah Artis dan Influencer yang Like Unggahan Pro Israel, Ini Daftarnya

Bahan-bahan untuk Membuat Ayam Kodok

  • 1 ekor ayam utuh
  • 500 gram daging ayam cincang
  • 100 gram bawang bombay, cincang halus
  • 5 siung bawang putih, cincang halus
  • 2 butir telur, kocok lepas
  • 1 batang serai, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1/2 sdt pala bubuk
  • 1/4 sdt ketumbar bubuk
  • 1/4 sdt jinten bubuk
  • 1/4 sdt jahe bubuk
  • 1/4 sdt kunyit bubuk
  • 1/4 sdt cabai bubuk
  • 1/4 sdt gula pasir
  • 1/4 sdt kaldu bubuk
  • Minyak goreng, untuk menumis

Baca Juga: Sebut Siswa Kena Bullying Sampai Diamputasi Cuma Candaan, SD Ini Digeruduk Warganet

Cara Membuat Ayam Kodok

  1. Bersihkan ayam utuh dan buang bagian dalam.
  2. Campurkan daging ayam cincang, bawang bombay, bawang putih, telur, serai, daun salam, garam, merica bubuk, pala bubuk, ketumbar bubuk, jinten bubuk, jahe bubuk, kunyit bubuk, cabai bubuk, dan gula pasir. Aduk rata.
  3. Isi ayam dengan campuran daging ayam cincang. Jahit ayam agar isian tidak keluar.
  4. Panaskan minyak goreng dalam wajan. Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum.
  5. Masukkan campuran ayam cincang dan masak hingga matang.
  6. Masukkan ayam yang sudah diisi ke dalam wajan. Masak hingga ayam matang dan berwarna kecokelatan.
  7. Angkat dan sajikan ayam kodok dengan nasi hangat.

Ayam kodok adalah hidangan yang lezat dan menggugah selera. Hidangan ini cocok untuk disajikan sebagai makanan pokok saat Natal atau acara-acara khusus lainnya

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)